PENGARUH JENIS PUPUK TERHADAP PROFIL PROTEIN DAUN Justicia gendarussa Burm. F. (Analisis Dengan Metode Elektroforesis)

NOVI ARYANTI, 050112417 (2006) PENGARUH JENIS PUPUK TERHADAP PROFIL PROTEIN DAUN Justicia gendarussa Burm. F. (Analisis Dengan Metode Elektroforesis). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-aryantinov-1619-ff121-06.pdf

Download (236kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-aryantinov-1619-ff121-06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

<font color="#FF0000">Justiciafont> <font color="#FF0000">gendarussafont> <font color="#FF0000">Burm.font> f., yang berasal dari suku Acanthaceae, dikenal sebagai obat Kelurga Berencana (KB) bagi pria. Gandarusa biasanya tumbuh liar di dalam hutan. Tanaman ini mengandung metabolit sekunder, yaitu gandarusin, yang dapat menyebabkan efek antifertilitas pada pria. Sedangkan kandungan metabolit primer, khususnya <font color="#FF0000">proteinfont>, belum banyak data yang diketahui. <font color="#FF0000">Proteinfont> merupakan komponen utama dalam suatu tanaman yang berperan penting. Selain itu, <font color="#FF0000">proteinfont> dapat digunakan sebagai identifikasi tanaman secara farmakogenetik. Pada penelitian ini, tanaman gandarusa dibudidayakan dengan memberikan perlakuan yang berbeda yaitu dengan <font color="#FF0000">pupukfont> kandang, <font color="#FF0000">pupukfont> humus, <font color="#FF0000">pupukfont> anorganik dan tanpa <font color="#FF0000">pupukfont>. Tanaman yang digunakan adalah tanaman yang telah berumur 9 bulan. Pada umur ini, dari penelitian yang lain, gandarusin mempunyai kadar tertinggi. Dari tanaman ini digunakan <font color="#FF0000">daunfont>nya yang diambil dari tiga bagian tanaman yaitu pucuk, tengah dan pangkal. Hal ini bertujuan untuk mengetahui adanya <font color="#FF0000">pengaruhfont> <font color="#FF0000">pupukfont> <font color="#FF0000">terhadapfont> <font color="#FF0000">profilfont> <font color="#FF0000">proteinfont> pada masing-masing bagian tanaman gandarusa. Dari hasil penelitian ini diharapkan tanaman gandarusa dengan kadar gandarusin tertentu akan mempunyai <font color="#FF0000">profilfont> <font color="#FF0000">proteinfont> yang tertentu pula. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keragaman dan kekerabatan genetik dari tanaman gandarusa dengan tanaman lain melalui pendekatan molekuler. Untuk mendapatkan isolat <font color="#FF0000">proteinfont>, <font color="#FF0000">daunfont> tanaman <font color="#FF0000">Justiciafont> <font color="#FF0000">gendarussafont> <font color="#FF0000">Burm.font> f. diisolasi dengan buffer ekstrak yang mengandung DTT dan EDTA. DTT berfungsi untuk memecah ikatan disulfida pada struktur <font color="#FF0000">proteinfont>. Sedangkan EDTA berfungsi sebagai khelating agen. PSMF yang digunakan juga berfungsi sebagai inhibitor protease. Selanjutnya <font color="#FF0000">proteinfont> hasil isolasi dilarutkan dengan Tris-Cl dan dilakukan analisis dengan menggunakan metode elektroforesis SDS¬PAGE satu dimensi untuk mengetahui berat molekul <font color="#FF0000">proteinfont> yang terkandung didalamnya dan elektroforesis dua dimensi untuk melihat titik isoelektrik <font color="#FF0000">proteinfont> yang menyusunnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel dengan <font color="#FF0000">pupukfont> kandang, <font color="#FF0000">pupukfont> humus dan <font color="#FF0000">pupukfont> anorganik terlihat bahwa pita <font color="#FF0000">proteinfont> dengan berat molekul ± 56,05 kDa dan ± 15,70 kDa selalu muncul dan terlihat jelas. Tetapi, pada sampel tanpa <font color="#FF0000">pupukfont>, pita <font color="#FF0000">proteinfont> dengan berat molekul ± 27,0 kDa juga muncul. Hasil elektroforesis dua dimensi menunjukkan perbedaan pada titik isoelektriknya. Sampel <font color="#FF0000">pupukfont> kandang mempunyai titik isoelektrik pada suasana asam sekitar is 3,5 – 6,0. Sampel <font color="#FF0000">pupukfont> humus mempunyai titik isoelektrik pada suasana basa pada kisaran ± 6,8 - 8,5. Sedangkan, sampel <font color="#FF0000">pupukfont> anorganik mempunyai titik isoelektrik yang berbeda pada pita <font color="#FF0000">proteinfont>nya. Titik isoelektrik pita <font color="#FF0000">proteinfont> dengan berat molekul besar berada pada ± 4,5 - 6,5 dan berat molekul kecil pada ± 7,0 - 9,0. Hal ini menujukkan bahwa <font color="#FF0000">proteinfont> dengan pita yang sama mempunyai kandungan asam amino yang berbeda.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2FF 121./06
Uncontrolled Keywords: JUSTICIA; ELECTROPHORESIS
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
NOVI ARYANTI, 050112417UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBAMBANG PRAJOGO, Dr. E.W., Apt., MSUNSPECIFIED
ContributorAULANNI'AM, Dr. drh. MSc.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 11 Aug 2006 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 18:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10484
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item