STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN CEREBROVASCULAR ATTACK (CVA) DI RSU Dr. SAIEUL ANWAR MALANG

PUSPITA FADMA SARI, 050212606 (2007) STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN CEREBROVASCULAR ATTACK (CVA) DI RSU Dr. SAIEUL ANWAR MALANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-saripuspit-4578-ff100_0-k.pdf

Download (448kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-saripuspit-4578-ff100_07.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Cerebrovascular attack CVA) menurut WHO didefinisikan sebagai gangguan fungsi otak yang mengakibatkan defisit neurologik fokal atau global, timbul mendadak (akut), berlangsung selama 24 jam atau lebih atau menyebabkan kematian, disebabkan gangguan peredaran darah otak. Stroke terkait erat dengan beberapa penyakit lain, terutama hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung koroner, dan hiperlipidemia, sehingga penderita stroke membutuhkan masa perawatan yang panjang dan terapi yang diberikan menjadi sangat kompleks. Penyakit ini juga merupakan salah satu penyakit dengan resiko kecacatan dan mortalitas tinggi. Umumnya penderita yang bertahan hidup setelah serangan stroke akan kehilangan fungsi gerak, bahasa, dan juga intelegensi, mengakibatkan renyakit ini tidak hanya berdampak negatif bagi individu, tapi juga bagi keluarga dan lingkungan di sekitarnya. Kondisi ini menuntut penanganan sebaik-baiknya bagi penderita stroke. Pemilihan obat yang tepat sangat menentukan kualitas terapi. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian mengenai penggunaan obat pada pasien CVA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis, bentuk sediaan, dosis, dan rute pemberian obat yang diberikan pada pasien CVA, menganalisis keterkaitan antara data laboratorik dan data klinik dengan terapi yang diberikan, serta mengidentifikasi permasalahan terkait obat dikaitkan dengan outcome klinik. Penelitian ini dilakukan di bagian IRNA satu RSU Dr. Saiful Anwar Malang pada periode 1 April sampai dengan 31 Mei 2006, merupakan penelitian naneksperimental (observasional), deskriptif dengan data prospektif (n=40). Inklusi data meliputi semua dokumen medik kesehatan penderita CVA, baik ikemi maupun perdarahan, tanpa pembedahan (terapi non obat), dengan lama perawatan minimal tujuh hari (fase akut stroke). Hasil penelitian menunjukkan bahwa resusitasi cairan, neuroprotektan, antiagregasi palatelet, vitamin, dan obat-obat untuk underlying disease (antihipertensi, obat payah jantung, antidiabetik, dan lipid lowering drug) merupakan terapi utama yang diberikan pada pasien stroke. Sementara terapi lain yang bersifat suportif untuk mengatasi simtom yaitu analgesik antipiretik, obat saluran cerna, antipsikotik, antiansietas, antikonvulsan, antidepressan, antibiotik, antipirai, obat saluran napas, dan antifungal. Pemberian terapi pada pasien mengacu pada kondisi klinik dan data laboratorik. Di samping itu, CT scant/MRA merupakan pemeriksaan penunjang diagnostik yang penting. Dari hasil CT scan/MRA dapat ditentukan letak dan luas lesi serta jenis stroke sehingga dapat diputuskan perlu atau tidaknya penggunaan antiagregasi platelet. Terapi resusitasi cairan dan antihipertensi diberikan dengan memperhatikan tekanan darah dan nadi. Selama pemberian resusitusi cairan diperlukan monitoring kadar elektrolit serum dan urin secara berkala. Berdasarkan kondisi klinik juga dapat diketahui tanda-tanda edema, yaitu muntah berat. Osmotic agent sebagai antiedema diberikan jika edema berlangsung lebih dari 6 hari, tidak ditemui adanya gagal jantung dan gagal ginjal. Pemberian lipid lowering drug dan antidiabetik juga torgantung pada data laboratorik pasien yaitu profil lipid dan kadar gala darah. Sementara obat penyakit jantung umumnya diperoleh pasien jika terdapat abnormalitas dari hasil elektrokardiogram. Pada penelitian ini dapat diidentifikasi beberapa permasalahan terkait obat, yaitu pasien membutuhkan terapi tambahan, karena ada kondisi medis yang memerlukan terapi, contohnya hiperlipidemia, tetapi tidak diberikan lipid lowering agent. DRP lain yang ditemui adalah terapi obat yang tidak perlu, misalnya mendapatkan 2 macam antihipertensi dari golongan yang sama, dalam hal ini disarankan penggunaan hanya salah satu dari antihipertensi tersebut. Penilaian DRP kategori obat yang salah terdapat pada pasien 1CH yang riemperoleh ASA, terapi ini beresiko menimbulkan perdarahan ulang. Sementara kejadian efek samping obat ditemui pada pasien yang mendapatkan kaptopril untuk terapi antihipertensi. Pada penelitian ini juga diidentifikasi obat-obat yang mempunyai kemungkinan berinteraksi, namun sering digunakan bersamaan pada pasien, yaitu digoksin-furosemid, kaptopril-furosemid, ranitidin-nifedipin, hidroklorotiazid-alopurino1, dan simvastatin-gemfibrozil.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 100/07 Sar s
Uncontrolled Keywords: CEREBROVASCULAR DISORDERS; DRUG UTILIZATION
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
PUSPITA FADMA SARI, 050212606UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSUHARJONO, Dr. M.S.,AptUNSPECIFIED
ContributorYULISTIANI, Dra. M.S.,Apt.UNSPECIFIED
ContributorBAMBANG SIDHARTA, Drs. M.S.,Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 08 May 2007 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 17:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10513
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item