STUDI PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV DAN AIDS (Penelitian pada Pasien Rawat Jalan di Poll Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi RSU Dr. Soetomo Surabaya)

THANU RADHA MAIYAUEN, 050312825 (2009) STUDI PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL PADA PASIEN HIV DAN AIDS (Penelitian pada Pasien Rawat Jalan di Poll Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi RSU Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-maiyauenth-9128-ff35_08.pdf

Download (258kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-maiyauenth-9128-ff35_08.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh suatu retrovirus Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV dapat ditransmisikan melalui kontak homoseksual dan heteroseksual, melalui darah dan produk darah Berta dari ibu ke janin secara perinatal atau melalui pemberian Air Susu Ibu (ASI). Berbagai gejala dan infeksi muncul akibat cepatnya replikasi virus dalam set induk. Terapi antiretroviral (ART) adalah terapi yang diberikan untuk memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan atau mempertahankan fungsi imun.Terdapat empat kelas antiretroviral (ARV) yaitu Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTIs), Non Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTIs), Protease Inhibitors (PIs), dan Entry Inhibitors (EIs). Tujuan pengobatan ARV adalah untuk mengurangi laju penularan HIV di masyarakat, menurunkan angka kesakitan dan kematian yang berhubungan dengan HIV, memperbaiki kualitas hidup Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA), memulihkan dan memelihara fungsi kekebalan tubuh serta menekan replikasi virus secara maksimal dan secara terus menerus. Ada beberapa hat yang harus diperhatikan dalam pemberian ARV yaitu kapan scat yang paling tepat memulai terapi ARV, pemilihan kombinasi ARV lini pertama yang tepat, kapan terapi harus digantikan dan pemilihan pengganti yang tepat. Tetapi, penggunaan ARV masih menimbulkan beberapa masalah seperti efek samping, toksisitas dan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profit penggunaan ARV pada penderita HIV dan AIDS di Poli Perawatan Intermediate Penyakit Infeksi RSU Dr Soetomo. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional dengan rancangan dekriptif retrospektif Sampel pada penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan dengan diagnosa HIV dan AIDS dengan atau tanpa penyakit penyerta yang menerima ARV di Poli Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi RSU Dr. Soetomo Surabaya antara tanggal 1 Januari 2007 hingga tanggal 30 April 2007. Pada penelitian ini terdapat sebanyak 83 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil penelitian, faktor resiko pasien yang paling tinggi adalah heteroseksual yaitu sebanyak 27 pasien dan diikuti oleh faktor resiko NAPZA suntik sebanyak 23 pasien. Regimen ARV yang paling banyak digunakan adalah Duviral + Neviral yaitu sebanyak 51,09%. Kombinasi ARV yang lain yang diberikan kepada pasien adalah seperti Duviral + efaviren (25,00%), stavudin + lamivudin + nevirapin (10,87%), stavudin + lamivudin + efaviren (11,96%) dan stavudin + lamivudin + Kaletra (1,09%). Dosis ARV untuk pasien dewasa yang digunakan sesuai dengan pedoman WHO tahun 2006 kecuali dosis nevirapin untuk 8 pasien dewasa tidak sesuai tapi sudah dikoreksi sesuai saran oleh farmasis sebelum penyerahan obat pads pasien di depo farmasi. Bagi pasien anak pemberian dosis lamivudin, zidovudin dan nevirapin sudah sesuai dengan pedoman DEPKES RI tahun 2004. Untuk pasien rawat jalan dengan diagnosa HIV dan AIDS di Poli Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi RSU Dr. Soetomo pemberian ARV adalah berdasarkan jumlah CD4 pasien dan stadium klinis pasien. Dari hasil penelitian didapati pemberian ARV bagi pasien dewasa sesuai dengan pedoman WHO tahun 2006 yaitu pemberian ARV dimulai bagi pasien stadium Minis I dan II bila jumlah CD4 <200 sel/mm3, bagi pasien di stadium III bila jumlah CD4 <350 seUmm3 dan bagi pasien di stadium IV pemberian ARV tanpa memandang jumlah CD4. Frekuensi efek samping ARV pada penelitian ini adalah zidovudin yang menimbulkan anemia (6,02%), intoleransi GIT (1,20%) dan sakit kepala (1,20%), sedangkan nevirapin menimbulkan efek samping drug eruption (7,27%), peningkatan SGOT (3,64%) dan peningkatan SGPT (3,64%). Ada 6 kemungkinan interaksi ARV dengan antimikroba berdasarkan pustaka yaitu zidovudin dengan rifampisin, zidovudin dengan flukonazol, zidovudin dengan kotrimoksazol, nevirapin dengan rifampisin, nevirapin dengan ketokonazol dan efaviren dengan rifampisin. Dari hasil penelitian disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode prospektif untuk dapat mengetahui dan mengikuti respon terapi dan efek samping ARV jangka panjang. Mengingat kompleknya terapi yang diterima pasien HIV dan AIDS Berta overloadnya tugas dokter maka diperlukan peran farmasis secara optimal untuk memantau penggunaan obat dan masalah terkait obat. Data terkait penyakit dan penggunaan ARV yang tercatat di DMK sebaiknya lebih lengkap karena sangat penting dalam monitoring perkembangan pengobatan pasien terutama terkait efektifitas dan keamanan pengobatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 35/08 Mai s
Uncontrolled Keywords: AIDS ( DISEASE ) ; HIV ( VIRUSES); ANTI � ANTIBODIES
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC109-216 Infectious and parasitic diseases
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
THANU RADHA MAIYAUEN, 050312825UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDIDIK HARMONO, Drs. MS.,Apt.UNSPECIFIED
ContributorMARIYATUL QIBTIYAH, SSi. Apt., SpFRSUNSPECIFIED
ContributorNASRONUDIN, Dr. dr. SpPD-KPTIUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 18 Feb 2009 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 17:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10518
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item