KARAKTERISASI DAN KELARUTAN KOMPLEKS INKLUSI INDOMETASIN- β- SIKLODEKSTRIN (METODE SPRAY DRYING)

AHMAD ADI FATHONI, 050312820 (2009) KARAKTERISASI DAN KELARUTAN KOMPLEKS INKLUSI INDOMETASIN- β- SIKLODEKSTRIN (METODE SPRAY DRYING). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-fathoniahm-9220-ff126_0-k.pdf

Download (455kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-fathoniahm-9139-ff126_08.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam mengembangkan sediaan farmasi yang berkhasiat, aman, dan efektif dibutuhkan bahan obat yang mudah larut dalam air untuk meningkatkan efisiensi bahan obat dan mengurangi efek sampling intasi saluran cerna dari sediaan oral tertentu. Indometasin merupakan obat antiinflamasi non steroid untuk pengobatan penyakit rematik, arthritis, dan yang sejenisnya termasuk penyakit gout akut. Selain itu indometasin juga mempunyai efek analgesik dan antipiretik yang kira-kira sebanding dengan aspirin. Namun indometasin sebagai senyawa aktif mempunyai kelemahan yaitu sangat sukar larut dalam air, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan kelarutan bahan obat tersebut. Salah satu cara peningkatan kelarutan indometasin adalah melalui pembentukan kompleks inklusi dengan siklodekstrin. Salah satu jenis siklodekstrin alami yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan senyawa aktif yang sukar larut dalam air yaitu β-siklodekstrin. Penggunaan senyawa tersebut dalam sediaan parenteral dapat menimbulkan efek nefrotoksis dan hemolisis terhadap eritrosit manusia. β-siklodekstrin banyak digunakan dalam formulasi sediaan tablet dan kapsul karena β-siklodekstrin aman digunakan per oral. Indometasin dapat membentuk kompleks inklusi dengan β-siklodekstrin sehingga kelarutan indometasin dalam air meningkat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai kadar β-siklodekstrin terhadap kelarutan indometasin dan untuk mengetahui karakteristik kompleks inklusi indometasin-p-siklodekstrin bentuk padat yang dibuat dengan cara sembur keying (spray drying) menggunakan metode analisis difraktometer sinar X, analisis termal dengan Differential Thermal Analysis (DTA), dan spektrofotometri inframerah. Karakteristik kompleks inklusi dibandingkan dengan bahan tunggal indometasin, β-siklodekstrin, dan campuran fisik dari kedua bahan tersebut. Kompleks inklusi dalam bentuk padat dapat dibuat dengan metode kneading, kopresipitasi, spray drying, dan freeze drying. Metode spray drying memiliki keuntungan dapat menghasilkan serbuk yang kering dan mudah mengalir sehingga sesuai untuk formulasi sediaan tablet sebagai sediaan oral. Uji kelarutan dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui waktu kelarutan jenuh indometasin dalam air yang diuji dalam sebuah wadah dengan pengadukan menggunakan magnetic stirrer pada suhu 37 ± 0,5 °C. Uji kelarutan indometasin dilakukan dalam berbagai kadar larutan β-siklodekstrin (0; 2,5.10-3 M; 7,5.10-3 M; 10,0.10-3 M; dan 15,0.10-3 M) dalam sebuah wadah dengan pengadukan menggunakan magnetic stirrer pada suhu 37 ± 0,5 °C selama waktu kelarutan jenuh indometasin yang didapat. Selanjutnya melakukan karakterisasi kompleks inklusi, bahan tunggal, dan campuran fisik. Pembentukan kompleks inklusi dilakukan dengan mencampur dua komponen dalam keadaan terlarut dan dikeringkan dengan metode spray drying. Bahan tunggal yang digunakan adalah indometasin dan β-siklodekstrin murni tanpa perlu perlakuan. Sedangkan campuran fisik dibuat dengan mencampur indometasin dan β-siklodekstrin murni dalam mortir hingga homogen. Dari hasil uji kelarutan menunjukkan bahwa kelarutan indometasm meningkat sejalan peningkatan kadar β-siklodekstrin sehingga kompleks yang terbentuk adalah kompleks inklusi dengan perbandingan molar 1:1 yang dibuktikan dari kurva yang 1inier. Kemudian dari hasil karaktenisasi dengan difraksi sinar X menunjukkan penurunan kristalinitas dari indometasin pada difraktogram kompleks inklusi jika dibandingkan dengan difraktogram campuran fisiknya. Difraktogram kompleks inklusi menunjukkan karakter amorf dari bahan, sedangkan difraktogram campuran fisiknya menunjukkan pola kristalin dari indometasin bercampur dengan pola kristalin dari β-siklodekstrin. Hasil karaktenisasi dengan Differential Thermal Analysis (DTA) menunjukkan hilangnya titik lebur indometasin dalam kompleks inklusi. Dan hasil karakterisasi dengan spektrofotometer ]nframerah didapatkan adanya kemungkinan interaksi terhadap gugus karbonil dari indometasin pada pembentukan kompleks inklusi yang ditunjukkan dengan hilangnya pita serapan karboml pada spektrum inframerah kompleks inklusi. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah kompleks inklusi indometasin-β-siklodekstrin yang terbentuk adalah kompleks inklusi dengan perbandingan molar 1:1. Kemudian kompleks inklusi indometasin-β-siklodekstrin bentuk padat menunjukkan karakteristik yang berbeda dengan kedua bahan pembentuknya maupun campuran fisik dari kedua bahan pembentuknya. Karakteristik yang berbeda sangat mungkin disebabkan adanya interaksi antara indometasin dan β-siklodekstrin dalam pembentukan kompleks inklusi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 126/08 Fat a
Uncontrolled Keywords: MEFENAMIC ACID; DRUGS
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
AHMAD ADI FATHONI, 050312820UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorACHMAD RADJARAM, Drs., Apt.UNSPECIFIED
ContributorDEWI ISADIARTUTI, Dra. MSi.,Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 18 Feb 2009 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 18:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10527
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item