PENGARUH KADAR HPMC K4M TERHADAP PELEPASAN INDOMETASIN DALAM TABLET LEPAS LAMBAT DISPERSI PADAT INDOMETASIN PEG 8000 (1 : 2 )

RET1A ARNOFAH, 050312795 (2009) PENGARUH KADAR HPMC K4M TERHADAP PELEPASAN INDOMETASIN DALAM TABLET LEPAS LAMBAT DISPERSI PADAT INDOMETASIN PEG 8000 (1 : 2 ). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-arnofahret-9081-ff43_08-k.pdf

Download (468kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-arnofahret-9173-ff43_08.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Indometasin merupakan salah satu obat NSAID derivat indol-asam asetat. Obat ini digunakan sehari tiga kali, mempunyai permeabilitasnya dalam saluran cerna yang tinggi sehingga efek samping pada saluran cerna insidennya cukup tinggi. Padahal indometasin dianjurkan penggunaannya bila NSAID yang lain kurang berhasil. Oleh karena itu dikembangkan suatu bentuk sediaan yang dapat mengurangi frekuensi penggunaan dalam sehari sehingga dapat mengurangi efek sampingnya yaitu sediaan lepas lambat. Mengingat indometasin praktis tidak larut dalam air maka diperbaiki bioavaibilitasnya dengan cara pembentukan dispersi padat. Digunakan HPMC K4M sebagai matrik dalam sediaan lepas lambat karena kemudahannya dalam mengatur laju pelepasan obat melalui pembentukan gel. Selanjutnya akan dibuat dalam tablet lepas lambat pada beberapa komposisi indometasin dengan berbagai kadar HPMC K4M yang diharapkan akan diperoleh tablet lepas lambat yang mempunyai profil pelepasan sesuai dengan persyaratan tablet lepas lambat indometasin pada USP. Bahan yang digunakan dalam penelitian yaitu indometasin, PEG 8000 dan HPMC K4M dilakukan pemeriksaan kualitatif sesuai dengan prosedur meliputi organoleptis, spektrofotometer inframerah dan analisa. termal DTA. Hasil pemeriksaan kualitatif menunjukkan bahwa Bahan penelitian yang digunakan sesuai dengan pustaka. Tahap awal yaitu membuat kurva baku indometasin dalam larutan dapar fosfat pH 6,8 yang sebelumnya dilakukan penentuan panjang gelombang maksimum indometasin pada panjang gelombang 200400 nm didapatkan panjang gelombang maksimum indometasin dalam larutan dapar fosfat pH 6,8 adalah 266,00 nm. Pada panjang gelombang maksimum ini dilakukan pengamatan absorban larutan baku indometasin dan diperoleh suatu persamaan regresi Tinier Y = 0,05023X + 0,00388 dengan nilai koefisien korelasi (r) = 0,99917. Selanjutnya sistem dispersi padat indometasin-PEG 8000 (1:2) dengan cara peleburan yaitu PEG 8000 dipanaskan sampai melebur, kemudian indometasin dimasukkan dalm leburan, lalu diaduk sampai larut. Kemudian leburan tersebut didinginkan secara cepat dalam penangas es. Massa yang terbentuk disimpan dalam eksikator selama satu hari,kemudian digerus dan diayak dengan pengayak mesh 80. Tahap berikutnya yaitu pencampuran massa cetak tablet. Mula-mula tiap formula sesuai dengan komposisi yang mana tiap formula yang membedakan pada kadar HPMC K4M ditimbang lalu dicampur. Masing-masing formula dicetak secara cetak langsung dengan pencetak tablet hidrolik dengan kekuatan kompresi 2 ton selama 3 detik. Setelah dicetak dilakukan pemeriksaan mutu fisik tablet berupa kekerasan dan kerapuhan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mutu fisik tablet memenuhi persyaratan. Kemudian dilakukan uji pelepasan tablet lepas lambat indometasin secara in vitro dalam media larutan dapar fosfat pH 6,8. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa hanya formula satu yang dapat memberilan penghambatan yang sesuai untuk sediaan lepas lambat yaitu pada t – 60 menit 41,52 ± 1,66 % berada pada rentang 15-40 %, t = 120 menit 51,40 ± 1,19 % berada pada rentang 35-55 %, sedangkan t = 240 menit 97,52 f 2,03 % tidak masuk rentang 55-75 %. Sedangkan untuk formula 2 dan 3 yang tidak memenuhi persyaratan karena jumlah yang dilepaskan sangat kecil. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar kadar HPMC K4M dalam tablet lepas lambat indometasin maka pelepasan indometasin akan semakin keeil. Sedangkan bila dibandingkan formula 1 (indometasin:IIPMC MM 1:0,5) dengan hasil indometasin tanpa dispersi padat , dapat dilihat bahwa perbedaan dengan formula 1 hanya pada pelepasan indometasin lepas lambat dalam dispersi padat lebih besar daripada indometasin tanpa dispersi padat tapi sama-sama memberikan pelepasan yang sesuai dan mendekati rentang persyaratan. Hal ini menunjukkan bahwa dispersi padat memberikan pengaruh dalam pelepasan indometasin. Pada uji kinetika pelepasan dilakukan dcngan persamaan Higuchi karena pada penelitian ini menggunakan matrik hidrofilik HPMC K4M yang mekanismenya hambatan viskositas secara difusi, dapat dilukiskan, dengan persamaan, Higuchi Dan untuk mekanisme pelepasan indometasin dari ketiga formula, formula satu dan dua mengikuti mekanisme difusi non fickian, sedangkan formula 3 mengikuti mekanisme orde nol.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 43/08 Arn p
Uncontrolled Keywords: INDOMETHASIN
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
RET1A ARNOFAH, 050312795UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorACHMAD RADJARAM, Drs., Apt.UNSPECIFIED
ContributorDWI SETYAWAN, SSi., M.Si.,Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 20 Feb 2009 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 18:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10530
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item