FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK TEH HIJAU DENGAN BASIS MANITOL (Pengaruh Kadar Polivinilpirolidon K-30 Sebagai Bahan Pengikat Terhadap Mutu Fisik Tablet)

ROHANA, 050312804 (2009) FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK TEH HIJAU DENGAN BASIS MANITOL (Pengaruh Kadar Polivinilpirolidon K-30 Sebagai Bahan Pengikat Terhadap Mutu Fisik Tablet). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-rohana-9133-ff47_08-k.pdf

Download (423kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-rohana-9176-ff47_08.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Seiring dengan makin meluasnya semboyan back to nature atau kembali ke alam, obat-obatan dengan kandungan bahan alam yang berkhasiat mendapat tempat tersendiri di kalangan masyarakat. Beragam jenis tanaman yang tumbuh di Indonesia menyebabkan penggunaan obat-obat dari bahan alam sudah tidak asing lagi. Salah satu teh yang digunakan sebagai obat tradisional adalah yang berasal dari famili Theaceae yaitu Green tea atau biasa dikenal dengan nama teh hijau. Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi tablet hisap ekstrak teh hijau dengan basis manitol. Pengaruh kadar bahan pengikat PVP K-30 dengan basis manitol terhadap kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut tablet hisap ekstrak teh hijau yang dibuat dengan metode granulasi basah. Bahan pengikat PVP K-30 yang ditambahkan yaitu dengan kadar 1%, 3%, 5% dan 0% yang digunakan sebagai pembanding atau kontrol. Pemeriksaan karakteristik granul yang dilakukan meliputi kecepatan alir, sudut diam, kandungan lengas. Untuk sudut diam didapatkan F 1 : 23,11 ±0, 000, F2 : 26,87 ±,0,520, F3 : 28,77 ± 0,840 dan F4 : 23,58 ±1,38° serta kandungan lengas Fl : 0,38 ± 0,00 %, F2 : 0,51 ± 0,11% F3 : 0,84 ± 0,11 % dan F4 : 0,90 ± 0,10 %. Kandungan lengas yang diperoleh pada F 1 dan F2 tidak memenuhi persyaratan sesuai pustaka tetapi hal ini tidak menjadi masalah karena tablet yang dihasilkan dari F1 dan F2 tidak menyebabkan capping. Sementara kecepatan alir yang diperoleh F 1 : 7,23 t 0,02 g/det, F2 : 8,17 f 0,06 g/det, F3 : 8,73 ± 0,06 g/det dan F4 : 4,63 ± 0,06 g/det. Hasil kecepatan alir ini tidak memenuhi persyaratan sebagai kecepatan alir yang baik karena < 10 g/det. Setelah dilakukan pengujian karakteristik granul masing - masing formula ditambahkan lubrikan Mg stearat sebanyak 0,5% dari berat granul. Campuran granul kemudian dicetak menjadi tablet dengan diameter 13 mm dengan tekanan I ton menggunakan mesin pencetak tablet hidrolik press. Kemudian dilakukan pengujian terhadap mutu fisik tablet hisap yang meliputi : kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut. Vasil dari pemeriksaan kekerasan untuk semua formula F I : 14,04 f 0,73 V, F2 : 15,91 f 0,61 V, F3 : 15,55 t 0,61 kP dan 1`4 : 16,26 f 0,00 k1', memenuhi persyaratan (>15 0). Tetapi pada FI untuk uji kekerasan tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan pustaka, hal ini dikarenakan pada FI tidak dilakukan penambahan bahan pengikat PVP K-30. Untuk karakteristik kerapuhan F 1: 0,90 ± 0,19 % , F2: 0,59 ±0,08 %, F3: 0,56 ± 0,09 % dan F4: 0,55 ± 0,10 % telah memenuhi persyaratan (< 1%), serta untuk hasil waktu melarut F1 : 7,48 ± 0,14 menit, F2 : 9,61 ± 0,18 menit, F3 : 14,39 ± 0,44 menit dan F4 21,74 ±0,51 menit telah memenuhi persyaratan (< 30 menu). Berdasarkan analisa statistika ANOVA CRD dilanjutkan dengan uji HSD pada derajat kepercayaan 0,95 (α = 0,05) diketahui penambahan PVP K-30 sebagai bahan pengikat memberikan perbedaan bermakna terhadap kekerasan tablet, namun peningkatan kadar PVP K-30 tidak menyebabkan perbedaan kekerasan tablet yang bermakna. Pemakaian PVP K-30 sebagai bahan pengikat memberikan perbedaan bermakna terhadap kerapuhan tablet pada kadar 3% tetapi peningkatan kadar PVP K-30 menjadi 5% tidak memberikan perbedaan yang bermakna terhadap kerapuhan tablet. Pemakaian PVP K-30 sebagai bahan pengikat memberikan perbedaan yang bermakna terhadap waktu melarut tablet. Demikian pula peningkatan kadar PVP K-30 dari 1% menjadi 3% dan dari 3% menjadi 5% menyebabkan peningkatan waktu melarut yang bermakna. Dari seluruh pemeriksaan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa penambahan pengikat PVP K-30 dapat meningkatkan kekerasan dan waktu melarut tetapi menurunkan kerapuhan dari tablet hisap ekstrak teh hijau. Dari keempat formula yang telah diteliti dapat disimpulkan bahwa formula 2 dengan kadar pengikat PVP K-30 1 % merupakan formula yang optimal karena memberikan kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut yang telah memenuhi persyaratan pada tablet hisap.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 47/08 Roh f
Uncontrolled Keywords: POVIDINE
Subjects: R Medicine
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
ROHANA, 050312804UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBAMBANG WIDJAJA, Drs. M.Si., AptUNSPECIFIED
ContributorRETNO SARI, Dra. M.Sc.,Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 20 Feb 2009 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 23:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10533
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item