STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK PASKA OPERASI BEDAH ORTHOPEDI (Instalasi Rawat Inap Bedah Orthopedi dan Traumatologi RSU Dr. Soetomo Surabaya)

AFRILIA SULISTIANA, 050312715 (2009) STUDI PENGGUNAAN ANALGESIK PASKA OPERASI BEDAH ORTHOPEDI (Instalasi Rawat Inap Bedah Orthopedi dan Traumatologi RSU Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-sulistiana-9131-ff46_08-k.pdf

Download (450kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-sulistiana-9177-ff46_08.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salah satu obat yang menjadi kebutuhan saat paska operasi adalah analgesik. Pada paska operasi bedah orthopedi, intensitas nyeri yang dialami termasuk dalam kategori nyeri sedang sampai berat. Pada umumnya nyeri paska operasi bersifat akut sehingga membutuhkan onset yang cepat dalam mengatasi gejala nyerinya. Pemberian dengan onset yang cepat tersebut bisa dilakukan dengan pemberian analgesik dengan rute IV. Pada kasus bedah orthopedi, pasien relatif lama tinggal di rumah sakit, sehingga diperlukan penanganan nyeri yang adekuat supaya tidak berlanjut ke arah nyeri kronik yang lebih sulit dalam penanganannya dan membutuhkan biaya yang lebih besar. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif retrospektif dengan menggunakan DMK pasien dari bagian Instalasi Rekam Medik RSU Dr. Soetomo Surabaya. Studi dilakukan pada pasien yang MRS periode Juli-Desember 2006 dan memenuhi kriteria inklusi yaitu mendapatkan terapi analgesik clan menj'alani operasi yaitu sebanyak 72 pasien. Kasus bedah orthopedi yang ada trauma/fraktur (83,33%), tuberkulosa tulang/sendi (5,56%), kelainan bawaan (4,16%), tumor (4,16%), penyakit pada sendi (1,39%), osteomyelitis (1,39%). Jenis analgesik yang digunakan: NSAID non selektif (90,21%), opioid (6,29%), parasetamol (2,1%), NSAID selektif COX-2 (1,4%). Analgesik dari jenis NSAID yang digunakan meliputi: ketorolak (81,94%), ketoprofen (54,17%), metamizol (31,94%), asam mefenamat (11, 10%), tramadol (11,10%), parasetamol (4,17%), celecoxib (2,78%), ibuprofen (1,39%), indometasin (1,39%). Selain analgesik tunggal pasien juga mendapatkan kombinasi analgesik dan kombinasi yang sering diberikan ketorolak-tramadol 36,11%, ketorolak-ketoprofen 11,11%, ketorolakmetamizol 6,94%, ketorolak-metamizol-tramadol 6,94%, ketoprofen-tramadol 4,17%, ketoprofen-asam mefenamat 2,78, ketorolak-indometasin 2,78%, ketorolak-ketoprofen-tramadol 2,78%. Rute pemberian analgesik yang digunakan adalah rute IV (63,70%), oral (35,62%), IM (1,37%). Pada awal paska operasi bedah orthopedi, pasien mengalami nyeri sedang sampai berat, sehingga membutuhkan analgesik dengan onset yang cepat yaitu dengan rute IV sampai intensitas nyerinya berkurang baru kemudian dilakukan pergantian dengan rute peroral. Pasien paska operasi bedah orthopedi selain mendapatkan analgesik tunggal juga mendapatkan kombinasi analgesik. Pemberian analgesik tersebut tergantung dari intensitas nyeri yang terjadi. Untuk mengetahui intensitas nyeri yang dialami pasien diperlukan catatan intensitas nyeri seperti VAS maupun VRS sehingga pemilihan analgesik yang diberikan baik dari segi jenis analgesik, dosis, dan rutenya akan lebih tepat. Dalam penelitian ini ditemukan ketidaksesuaian terkait dosis yang diberikan dengan literatur. Terdapat 3 pasien usia <16 tahun mendapatkan analgesik melebihi dosis maksimumnya, 6 pasien mendapatkan analgesik di bawah dosis terapi. Pada pasien usia 17-64 tahun terdapat 1 pasien melebihi dosis maksimum, 2 pasien mendapatkan analgesik lebih dari 5 hari. Pada pasien usia >65 tahun, terdapat 2 pasien mendapatkan analgesik melebihi dosis maksimum. Selain itu juga terdapat pemberian kombinasi analgesik yang tidak sesuai dengan tata laksana nyeri yang ada, yaitu kombinasi antara NSAID-NSAID (33,33%). Kombinasi tersebut bisa menyebabkan terjadinya efek samping yang tidak diinginkan. Ketidaksesuaian mungkin bisa menjadi perhatian demi tercapainya manajemen terapi analgesik yang optimal pada pasien. Pemberian obat-obatan lain selain analgesik pada bedah orthopedi relatif banyak. Tapi pada pasien tidak ditemukan adanya interaksi obat yang signifikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 46/08 Sul s
Uncontrolled Keywords: ANALGESICS; POSTOPERATIVE CARE
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RD Surgery
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
AFRILIA SULISTIANA, 050312715UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTRI WAHYU MARTANTO, dr, SpOT.UNSPECIFIED
ContributorIRVINA HARINI, S.Si.,SpFRS.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 20 Feb 2009 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 18:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10534
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item