HAMBATAN APIGENIN DAN HESPERIDIN TERHADAP AKTIVITAS HIALURONIDASE EC 3.2.1.35 IN VITRO

PIPIT INDAH MENTARI, 050112427 (2006) HAMBATAN APIGENIN DAN HESPERIDIN TERHADAP AKTIVITAS HIALURONIDASE EC 3.2.1.35 IN VITRO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-mentaripip-1520-ff1606-k.pdf

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-mentaripip-1520-ff1606.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Proses penembusan lapisan terluar ovum (kumulus ooforus) merupakan tahap kunci dalam terjadinya proses fertilisasi. Proses ini dibantu oleh enzim yang terdapat pada kepala spermatozoa (akrosom), yaitu hialuronidase. Penghambatan terhadap aktivitas hialuronidase akan menghambat kemampuannya dalam menembus ovum, sehingga fertilisasi juga terhambat. Senyawa penghambat hialuronidase yang mendapatkan perhatian besar adalah derivat flavonoid, yang merupakan salah satu senyawa kelompok fenol terbesar yang terdapat di alam. Beberapa senyawa flavonoid yang diketahui mampu menghambat aktivitas hialuronidase antara lain apigenin dan hesperidin. Hal inilah yang dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan bahan kontrasepsi dari senyawa-senyawa derivat flavonoid melalui mekanisme reaksi enzimatis. Dalam pengembangan bahan kontrasepsi, reversibilitas penghambatan hialuronidase merupakan faktor yang penting untuk memastikan bahwa aktivitas hialuronidase dapat kembali seperti semula apabila penggunaan apigenin dan hesperidin dihentikan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi apigenin dan hesperidin yang dapat menghambat aktivitas hialuronidase serta menentukan tipe penghambatannya. Parameter yang digunakan dalam menentukan tipe hambatan apigenin dan hesperidin terhadap aktivitas hialuronidase adalah nilai Km dan V0 maks. Pengukuran aktivitas hialuronidase dilakukan dengan menggunakan metode Morgan-Elson. Nilai KM dapat digunakan sebagai ukuran afinitas suatu enzim terhadap substratnya, dimana semakin rendah nilai KM menunjukkan semakin tinggi afinitas enzim tersebut terhadap substrat. Penentuan tipe hambatan dilakukan dengan membandingkan nilai KM dan V0 maks hialuronidase antara sebelum dan setelah pemberian apigenin dan hesperidin. Suatu cara yang baik untuk mengevaluasi KM dan V0 maks adalah memplot data kinetik sebagai perbandingan terbalik dari kecepatan awal (V0) dan konsentrasi substrat ([S]) melalui kurva Lineweaver-Burk, dimana akan diperoleh suatu kurva dengan 1/[S] sebagai absis dan 1/Vo, sebagai ordinat. Hambatan dikatakan kompetitif apabila nilai KM meningkat dan nilai V0 maks tetap. Sedangkan hambatan termasuk non kompetitif apabila nilai KM tetap dan nilai V4 maks menurun. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan hialuronidase Sigma EC 3.2.1.35 yang dipresipitasi menggunakan amonium sulfat pada tingkat saturasi 50-80%. Pengaruh amonium sulfat dihilangkan melalui proses dialisis membran. Hasil uji aktivitas penghambatan apigenin dan hesperidin terhadap aktivitas hialuronidase menunjukkan bahwa apigenin pada konsentrasi 1 mM mampu menghambat aktivitas hialuronidase menjadi 73,56%, sedangkan hesperidin pada konsentrasi yang sama mampu menghambat aktivitas hialuronidase menjadi 76,30%. Pada penelitian ini, nilai KM hialuronidase tanpa inhibitor adalah 3,63 mM dengan nilai V0 maks sebesar 2,41 x 10-3 mM/menit. Setelah pemberian apigenin, nilai KM hialuronidase menjadi 12,19 mM dengan nilai V0 maks 2,21 x 10 mM/menit. Sedangkan setelah pemberian hesperidin, nilai KM hialuronidase diperoleh sebesar 5,73 mM dengan nilai V0 maks 2,73 x 10-3 mM/menit. Berdasarkan plot nilai KM dan V0 maks tersebut ke dalam kurva Lineweaver-Burk, diketahui bahwa nilai KM hialuronidase setelah pemberian apigenin dan hesperidin mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai KM hialuronidase tanpa inhibitor, sedangkan nilai V0 maks yang diperoleh hampir sama. Hal ini menunjukkan bahwa apigenin dan hesperidin mampu menghambat aktivitas hialuronidase dengan tipe penghambatan mengarah pada hambatan kompetitif¬reversibel. Berdasarkan penelitian ini, disarankan adanya penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan dosis apigenin dan hesperidin yang optimal dalam menghambat aktivitas hialuronidase secara in vivo. Selain itu juga disarankan untuk memperbanyak jumlah sampel dan replikasi penelitian sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih representatif

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF16/06 Men h
Uncontrolled Keywords: HYALURONAN ACID; FLAVONOIDS
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
PIPIT INDAH MENTARI, 050112427UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHARIANTO NOTOPURO, Prof. Dr. Ir. MS.UNSPECIFIED
ContributorTRI AGUS SISWOYO, M.Agr., PhDUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 28 Jul 2006 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 18:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10572
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item