STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK : Penelitian dilakukan di IRNA I RS Saiful Anwar Malang

WIDYARININGSIH, 050110072 (2006) STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK : Penelitian dilakukan di IRNA I RS Saiful Anwar Malang. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-widyarinin-1544-ff2406-k.pdf

Download (410kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-widyarinin-1544-ff2406-k.pdf

Download (410kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan dunia dengan peningkatan insiden, prevalensi, biaya yang tinggi dan "outcome" yang buruk (NKF, 2004). Penyakit utama yang berpengaruh pada GGK adalah diabetes (33-40%), hipertensi (27%) dan glomerulonefritis (11%) (Krauss and Hak, 2000). Prevalensi hipertensi dalam menyebabkan GGK menempati urutan kedua, tetapi merupakan penyakit yang berpotensi dalam menyebabkan kerusakan organ vital terutama jantung, otak dan ginjal (Lingappa, 1995). Terjadinya hipertensi mempercepat kerusakan ginjal dan konsekuensinya adalah terjadinya gagal ginjal akibat peningkatan tekanan darah. Kira-kira 90% pasien GGK dengan hipertensi meninggal dalam 12 bulan dari tanda-tanda awal (Critchley, Chan and Cumming, 1997). Terapi antihipertensi dapat digunakan pada pasien GGK untuk tujuan lain selain menurunkan tekanan darah yaitu untuk memperlambat progresifitas penyakit ginjal pada pasien dengan atau tanpa hipertensi. Obat yang mempunyai efek seperti tersebut diatas menjadi obat antihipertensi pilihan pada pasien gagal ginjal. Selain itu perlu dilakukan penyesuaian dosis obat yang digunakan pada pasien gagal ginjal terutama obat yang dimetabolisme oleh ginjal (Shargel and Andrew, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien GGK meliputi macam/jenis obat, kombinasi obat, dosis, aturan pakai dan interaksi obat juga untuk mengetahui komplikasi/manifestasi klinik yang terjadi pada pasien GGK. Untuk mengetahui hal tersebut diatas dilakukan penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif prospektif dengan sampel berupa data rekam medik dan pasien GGK yang mendapat tetapi antihipertensi di IRNA I RSSA, Malang pada periode 21 Maret sampai 31 Mei 2005. Dari hasil penelitian, obat antihipertensi yang digunakan adalah kelas ACEI (kaptopril dan lisinopril), diuretik (furosemid, spironolakton dan HCT), CCB (nifedipin, verapamil dan diltiazem), α2 Agonis (klonidin), (3-Bloker (propanolol dan bisoprolol) dan ARB (irbesartan). Dari beberapa kelas obat antihipertensi tersebut yang paling banyak digunakan adalah kelas ACEI sebesar 95,24%. Sedangkan kombinasi obat yang paling sering digunakan adalah kombinasi ACEI dan diuretik sebesar 61,90%. Dosis obat antihipertensi yang digunakan (khususnya ACEI, furosemid dan bisoprolol) sesuai dengan dosis yang direkomendasikan pada pasien GGK berdasarkan klirens kreatinin dan kondisi klinik pasien. Pada penelitian ini, penggunaan obat antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah dengan cepat dilakukan dengan peningkatan dosis obat antihipertensi dan penggunaan nifedipin dan kaptopril rute SL yang dikombinasi dengan obat antihipertensi kelas lain. Komplikasi/manifestasi klinik yang sering terjadi selain hipertensi adalah anemia, dispnoea karena "uremic lung", hiperurisemia dan gangguan saluran cerna meliputi mual dan muntah. Secara teoritis didapatkan beberapa DRP yaitu kurang tepatnya penggunaan CCBs dihidropiridin yang dapat meningkatkan terjadinya proteinuria, kombinasi sesama ACEI yaitu kaptopril dan lisinopril, dan kemungkinan interaksi obat meliputi interaksi ACEI dengan furosemid, spironolakton, allopurinol, preparat kalium, digoksin dan antasida. Selain itu interaksi mungkin terjadi pada furosemid dengan digoksin, ASA, propanolol dan gentamisin. Dari hasil penelitian disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan peningkatan frekuensi pengamatan secara langsung kepada pasien, penelitian lebih lanjut tentang efek lain yang menguntungkan dari antihipertensi selain efek antihipertensinya misalnya efek dalam menurunkan progresifitas proteinuria.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 24/06 Wid s
Uncontrolled Keywords: HYPOTENSIVE AGENTS; KIDNEY-DISEASES
Subjects: R Medicine
R Medicine > RC Internal medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
WIDYARININGSIH, 050110072UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYULISTIANI, Dra., M.Si.UNSPECIFIED
ContributorBAMBANG SUBAKTI, Z., M.Chin.PharmUNSPECIFIED
ContributorIRFA AFFANDI, Drs. Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 01 Aug 2006 12:00
Last Modified: 26 Oct 2016 21:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10580
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item