STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN GANGREN DI RSU Dr. SOETOMO SURABAYA

TAN FENNY YULIAWATI, 050112453 (2006) STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DENGAN GANGREN DI RSU Dr. SOETOMO SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-yuliawatit-1545-ff2506-k.pdf

Download (393kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-yuliawatit-1545-ff2506.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Diabetes mellitus adalah sekelompok gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia, berhubungan dengan abnormalitas dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Keadaan ini dapat berkembang menjadi komplikasi akut, seperti ketoasidosis diabetik, koma nonketotik hiperglikemia hiperosmolar dan hipoglikemia maupun komplikasi kronis berupa gangguan makrovaskular, mikrovaskular, neuropati dan kerentanan terhadap infeksi. Luka yang ada pada penderita diabetes mellitus beresiko mengalami infeksi karena adanya gangguan dalam aktivitas fagositosis leukosit dan makrofag, dapat berkembang menjadi gangren. Prevalensi kejadian gangren dari penderita diabetes mellitus sebesar 2-5 % dengan tingkat mortalitas yang cukup tinggi (lebih dari 10 %). Untuk itu, diperlukan upaya pencegahan dini dan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya. Terapi yang diberikan sangat kompleks, tujuannya untuk pengendalian glukosa darah, penyembuhan luka, memperbaiki sirkulasi darah dan mengatasi infeksi yang terjadi dengan antibiotika. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola penggunaan obat pada penderita diabetes mellitus dengan gangren, meliputi jenis antidiabetes, antibiotika dan obat lain yang diberikan, mengkaji hubungan antara data laboratorium dan data klinik penderita dengan terapi yang diperoleh serta mengidentifikasi adanya kemungkinan interaksi obat. Penelitian dilakukan secara retrospektif pada 40 penderita diabetes mellitus dengan gangren yang terpilih secara acak dari 82 populasi penderita yang menjalani rawat inap di IRNA-¬SMF/Lab Ilmu Penyakit Dalam RSU Dr. Soetomo Surabaya periode 1 Januari 2004 – 30 Juni 2004 dengan bahan penelitian berupa Dokumen Medik Kesehatan (DMK) dan dilakukan analisa secara deskriptif Diperoleh hasil bahwa antidiabetes yang diberikan dapat berupa insulin, Obat Hipoglikemik Oral (OHO) atau kombinasi keduanya. Insulin diberikan pada semua penderita karena keadaan infeksi merupakan salah satu sebab diindikasikannya insulin. Jenis yang paling banyak diberikan adalah actrapid (65 %). Rute pemberiannya dapat secara IV bolus atau drip dan SC. Regulasi Ceepat Insulin (RCI) diberikan pada penderita dengan kadar glukosa darah > 200 mg/dl. OHO yang paling sering diberikan pada penderita adalah glibenklamid (5 %), sedangkan kombinasi insulin-OHO adalah monotard dan glibenklamid (5 %). Antibiotika yang diberikan harus sesuai dengan bakteri yang menginfeksi, di mana kultur kuman dilakukan pada 60 % sampel dengan hasil kultur pus utama adalah Staphylococcus aureus (22,72 %), kultur darah adalah Staphylococcus coagulase negatif dan Pseudomonas sp. (28,58 %), dan kultur urin adalah Eschericia coli (28,58 %). Antibiotika yang diberikan umumnya merupakan kombinasi antara antibiotika yang peka untuk bakteri gram positif/negatif dengan antibiotika yang peka untuk bakteri anaerob. Kombinasi yang paling banyak diberikan adalah sefotaksim dan metronidazol (13,83 %), sedangkan obat-obat lain yang diberikan adalah obat-obat untuk pengobatan sesuai dengan kondisi klinik atau hasil pemeriksaan laboratorium penderita, seperti obat hemoreologi (ASA dan dipiridamol), anti hipertensi dengan golongan ACE inhibitor (captopril, lisinopril) dan antagonis kalsium golongan dihidropiridin (nifedipin), transfusi albumin, PRC, asam folat, CaCO3 untuk nefropati diabetik, Dopamin dan/atau dobutamin untuk syok sepsis, Infus dekstrose 40 % dan 10 % untuk penderita dengan hipoglikemia, Infus NaCl 0,9 % dan Na bikarbonat untuk ketoasidosis diabetik dan asidosis metabolik. Dari pengobatan yang diterima penderita diabetes mellitus dengan gangren, ditemukan 10 kemungkinan terjadinya interaksi antara obat dengan obat lain yang diterima ataupun antara obat dengan makanan. Hasil lain yang ditemukan setelah dilakukan analisa terhadap data antara lain: komplikasi yang paling banyak terjadi pada penderita diabetes mellitus dengan gangren adalah sepsis (14 penderita); kondisi penderita saat Keluar Rumah Sakit (KRS), 50 % dipulangkan, 27,5 % pulang paksa dan 22,5 % meninggal dunia. Dari penelitian ini disarankan untuk melakukan penelitian sejenis secara prospektif sehingga dapat mengetahui dan mengikuti respon perkembangan terapi pada penderita dan perlu dilakukan dokumentasi secara lebih tertib atas data klinik, laboratorium, terapi dan respon yang timbul pada penderita untuk kepentingan asuhan kefarmasian kepada penderita.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 25/06 Yul s
Uncontrolled Keywords: DRUG UTILIZATION; GANGRENE; DIABETTICS
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
TAN FENNY YULIAWATI, 050112453UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBUDI SUPRAPTI, Dra. MSi.,Apt.UNSPECIFIED
ContributorNUNZAININA, Dra. SpFRS.,Apt.UNSPECIFIED
ContributorSRIMURTIWI, dr. SpPD-KEMD.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 01 Aug 2006 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 19:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10581
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item