RESPON KULTUR PUCUK Fagraea blumei G. DON TERHADAP CU2+DALAM BERBAGAI KONSENTRASI

MUKHAMAD ABID NAJMUDIN, 0500012261 (2007) RESPON KULTUR PUCUK Fagraea blumei G. DON TERHADAP CU2+DALAM BERBAGAI KONSENTRASI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-najmudinmu-1577-ff36-06-u.pdf

Download (342kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-najmudinmu-1577-ff36-06-u.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kultur jaringan tanaman (KJT) telah banyak digunakan dalam pengembangan dunia bioteknologi di masa kini. lni karena pada KJT, tanaman dapat melakukan aktivitas seperti tanaman asalnya, seperti pembentukan metabolit sekunder ataupun remediasi. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas tanaman dapat dikontrol sehingga mencapai aktivitas yang optimal. Adanya rangasangan dari luar seperti elisitor (dalam hal ini Cu), dapat merangsang perubahan aktivitas dalam tanaman tersebut, baik itu pertumbuhan, kemampuan membentuk metabolisme sekunder (fitosteroid), maupun kemampuan remediasi dan akumulasi Cu2+ dalam biomasssanya. Penelitian mengenai respon kultur pucuk Fagraea blumei G. Don terhadap berbagai konsentrasi Cu2+ belum dilakukan, maka kali ini akan dilakukan penelitian tentang respon pertumbuhan (indeks pertumbuhan (TP) dan perubahan morfologis histologis kultur pucuk), fitoremediasi terhadap Cu2+, dan pembentukan fitosteroid dari kultur pucuk Fagraea blumei G. Don. Dalam penelitian Cu2+ dianalisis menggunakan Spektrofotometri Absorbsi Atom (SAA), pertumbuhan kultur pucuk ditentukan berdasarkan perhitungan IP dan pemeriksaan makroskopis-mikroskopis morfologis-histologis kultur pucuk, sedangkan pembentukan fitosteroid dapat dianalisis dengan KLT dan KLT¬Densitometri. Kultur pucuk Fagraea blumei (Fbl.,) pada media Cu2+ 0; orisinal; 1;5; 10; 20 ppm yang telah diinkubasi selama empat minggu dipanen, dilakukan pengamatan indeks pertumbuhan dan morfologi-histologinya. Biomassanya dikeringkan di bawah lampu dengan suhu 40"C selama 21 hari, diserbuk dan dihomogenkan, ditentukan susut keringnya kemudian diekstraksi. Hasil ekstraksi dengan kioroform digunakan tmtuk analisis senyawa sterol (bebas). Media yang telah digunakan untuk penanaman kultur pucuk Fagraea blurnei diamati pH dan kadar gulanya (%Brix), kemudian sisa media didestruksi dengan HNO3 pekat dan Cu2+ yang masih ada dianalisis dengan SAA. Pada pengukuran kadar gula terjadi penurunan dibanding sebelum perlakuan pada media 0-10 ppm dibandingkan kontrol. Pada perlakuan Cu2+ 1-20 ppm terjadi penurunan IP sebesar 10-30 % dari kontrol. Pengamatan secara makroskopis, warna daun dari berbagai perlakuan berwana hijau, kecuali pada Cu2+ 10 dan 20 ppm beberapa warna daun sedikit kekuningan. Secara mikroskopis terlihat penurunan rasio lebar antara jarak berkas pembuluh dan epidermis terhadap titik pusat empulur jika dibandingkan dengan kontrol. Berdasarkan basil penelitian menunjukkan bahwa kultur pucuk FbI-4 mampu melakukan remediasi Cu2+ sebesar 11,5-16% dari media yang mengandung Cu2+ 1-20 ppm Pada perlakuan Cu2+ dan ppm kandungan sterol bebas (ditentukan dengan Baku kolesterol) mengalami sedangkan pada Cu2+; 5 ppm terjadi penurunan 19, 21% jika dibandingkan dengan kontrol . Hubungan antara remediasi Cu2+ dan pert umbuhan menunjukkan bahwa pada penambahan Cu2+ -70 ppm, presentase Cu2+ yang terakumulasi dalam kultur pucuk meningkat pada 1 pprn dan menurun pada 5 sedangkan IP mengalami penurunan. Hubungan antara remediasi CU2+ dan kandungan ftosteroid yang, dihasilkan kultur pucuk Fb1 4 menunjukkan bahwa pada penambahan Cu2+ 1 ppm.CU2+ yang terakumulasi dalam kultur pucuk semakin meningkat sedangkan kandungan fitosteroid yang dihasilkan juga semakin meningkat. sedangkan pada CU2+ 5 ppm mengalami penurunan. Penentuan sterol bebas mcnggunakan KLT densitometri tidak dapat dideteksi bcrbagai jenis sterol yang ada. Karena semua sterol menunjukkan nilai Rf ( Retardation factor ) yang sama Hal ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeathui jenis dan jumlah sterol dengan menggunakan kromatografi Gas (KG)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 36/06 Naj r
Uncontrolled Keywords: COPER IONS; LOGANIACEAE
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MUKHAMAD ABID NAJMUDIN, 0500012261UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorGUNAWAN INDRAYANTO, Prof. DrUNSPECIFIED
ContributorSUGIJANTO, Prof. Dr. MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 04 Aug 2006 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 19:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10582
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item