PENGARUH KADAR POLYPLASDON XL�10 TERHADAP MUTU FISIK DAN LAJU DISOLUSI ORALLY DISINTEGRATING TABLET PIROKSIKAM

ANITA ARDHIANA, 050112354 (2006) PENGARUH KADAR POLYPLASDON XL�10 TERHADAP MUTU FISIK DAN LAJU DISOLUSI ORALLY DISINTEGRATING TABLET PIROKSIKAM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-octafiaita-18056-abstrak-p.pdf

Download (866kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-ardhianaan-1602-ff10406.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Orally Disintegrating Tablet (ODT) adalah sediaan padat yang dapat terdisintegrasi dalam waktu < 1 menit di dalam mulut sehingga dapat ditujukan untuk pasien yang sulit menelan tablet. Piroksikam biasa digunakan untuk penyakit rheumatoid arthritis, osteoartritis dan gout arthritis pada pasien geriatrik, sehingga dapat dibuat sediaan ODT piroksikam. Salah satu metode pembuatan ODT adalah metode granulasi basah dengan menggunakan alat Fluid Bed Granulator (FBG), yang mempunyai keunggulan dapat melakukan 3 proses sekaligus yaitu pencampuran, granulasi dan pengeringan serta didapatkan hasil granul yang lebih homogen. Untuk membantu mempercepat pecahnya tablet diperlukan disintegran, yang umum digunakan dalam ODT disebut superdisintegran diantaranya adalah Polyplasdon XL-10 yang akan digunakan dalam penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan kadar disintegran Polyplasdon XL-10 terhadap mutu fisik dan laju disolusi ODT piroksikam dari granul Piroksikam – Manitol - PVP K-30 – Tween 80 1% – Avicel PH 101 yang dibuat dengan metode granulasi basah menggunakan alat FBG. Dilakukan pembuatan ODT piroksikam dengan berbagai kadar Polyplasdon XL-10 yaitu 0% (F1), 1% (F2), 3% (F3), dan 5% (F4) dari bobot tablet. Campuran granul dan Polyplasdon XL-10 dicetak dengan alat penekan hidrolik dengan ukuran diameter 8 mm dan tekanan 0,5 ton selama 3 detik. Dilakukan pemeriksaan mutu fisik tablet yang meliputi kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur tablet, keseragaman kadar piroksikam dalam tablet, serta uji disolusi. Dari pemeriksaan kekerasan didapatkan hasil 3,02 ± 0,23 kP (F 1), 2,57 ± 0,26 kP (F2), 2,72 ± 039 kP (F3), dan 2,79 ± 0,28 kP (F4). Dari pemeriksaan kerapuhan didapatkan hasil 0,17 ± 0,02% (F 1), 0,13 ± 0,01% (F2), dan 0,58 ± 0,07% (F3), dan 0,70 ± 0,03% (F4). Pemeriksaan waktu hancur didapatkan 154,67 ± 3,68 detik (F1), 52,71 ± 3,44 detik (F2), dan 23,34 ± 1,75 detik (F3), dan 15,6 ± 0,33 (F4). Dari uji kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur menunjukkan bahwa keempat formula memenuhi persyaratan ODT. Hasil pemeriksaan keseragaman kadar piroksikam dalam tablet 10,23 ± 0,37 mg (F1), 10,22 ± 0,15 mg (F2), dan 10,04 ± 0,37 (F3), dan 9,98 ± 0,33 mg (F4). Dari uji disolusi ODT piroksikam didapatkan jumlah piroksikam yang terlarut 55,31 ± 5,75 % (F1), 61,74 ± 6,36 % (F2), dan 60,21 ± 6,01 % (F3), dan 60,83 ± 5,15 % (F4). Hal tersebut memperlihatkan bahwa semua formula tidak memenuhi persyaratan mengacu pads persyaratan dalam waktu 45 menit lebih dari 75% piroksikam terlarut. Dari hasil uji yang diperoleh, kemudian dilakukan analisis data secara statistik dengan metode Analisis Varian (ANOVA). Dari analisis ANOVA diperoleh bahwa untuk kerapuhan, waktu hancur, efisiensi disolusi dan laju disolusi terdapat perbedaan bermakna antar formula. Sedangkan kekerasan dan keseragaman kadar tidak terdapat perbedaan bermakna antar formula. Berdasarkan pemeriksaan terhadap mutu fisik dan laju disolusi serta analisis statistik pada masing-masing formula, diketahui bahwa peningkatan kadar disintegran Polyplasdon XL-10 yaitu 1 %, 3 %, dan 5 % menghasilkan perbedaan bermakna pada kerapuhan dan waktu hancur. Penambahan Polyplasdon XL-10 dengan kadar 1% tidak berpengaruh terhadap kerapuhan tablet. Peningkatan kadar Polyplasdon XL-10 menjadi 3% meningkatkan kerapuhan tablet, tetapi tablet dengan Polyplasdon XL-10 kadar 3% dan 5% memberikan kerapuhan yang sama. Penambahan Polyplasdon XL-10 mempercepat waktu hancur tablet. Waktu hancur dengan kadar Polyplasdon XL-10 1% lebih lambat dibandingkan dengan kadar Polyplasdon 3% dan 5%. Peningkatan kadar Polyplasdon XL-10 3% dan 5% memberikan waktu disintegrasi yang sama. Namun tidak terdapat perbedaan bermakna pada kekerasan tablet, keseragaman kadar tablet piroksikam, efisiensi disolusi dan laju disolusi antar formula. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa F2 dengan kadar Polyplasdon XL-10 sebesar 1% menghasilkan mutu fisik dan laju disolusi ODT yang lebih baik dibandingkan dengan formula lainnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KK-2 KKB FF 104 /06 Ard p
Uncontrolled Keywords: TABLETING; PIROXICAM
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA407-409.5 Health status indicators. Medical statistics and surveys
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
ANITA ARDHIANA, 050112354UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBAMBANG WIDJAJA, Drs. M.Si., Apt.UNSPECIFIED
ContributorACHMAD RADJARAM, Drs., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 10 Aug 2006 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 19:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10586
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item