STUDI PROFIL METABOLIT JAMUR ENDOFIT Cladosporium oxysporum DARI Aglaia odorata LOUR. (AGO.A) SECARA KLT-DENSITOMETRI

CICILIA DWI BUDI WINARTI, 050112372 (2007) STUDI PROFIL METABOLIT JAMUR ENDOFIT Cladosporium oxysporum DARI Aglaia odorata LOUR. (AGO.A) SECARA KLT-DENSITOMETRI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-dwibudiwin-1674-ff4506-k.pdf

Download (444kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-dwibudiwin-1674-ff45_06.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Jamur endofit merupakan jamur yang terdapat di dalam sistem jaringan tumbuhan, seperti daun, bunga, ranting, ataupun akar tumbuhan (Clay, 1988). Endofit membantu tanaman meningkatkan pertumbuhan, tahan terhadap kekeringan, dan tahan terhadap gangguan serangga (Anonim, 2003). Jamur Cladosporium oxysporum merupakan jamur endofit pada tanaman Aglaia odorata Lour (Pacar Cina). Menurut Prof. Gary A Strobel, asosiasi endofit dengan tanaman inangnya memungkinkan transfer genetik antara tanaman dan endofitnya sehingga senyawa bermanfaat yang dihasilkan tanaman sangat mungkin dihasilkan oleh endofitnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui profil KLT¬Densitometer metabolit jamur endofit Cladosporium oxysporum pada tanaman Aglaia odorata Lour. Perbanyakan jamur endofit dilakukan pada media cair Malt Extract 50 ml, diinkubasi suhu kamar selama 28-30 hari. Pada penelitian ini juga dilakukan pengamatan mikroskopis pada media Malt Extract Agar dan makroskopis pada media Malt Extract Agar, Potato Dextrosa Agar, Sabouroud Dextrosa Agar, dan media Czapek Dox-Agar. Pengamatan pertumbuhan miselia jamur dilakukan setiap 7 hari, yaitu pada hari ke 7, 14, 21, dan 28 dan didapatkan rata-rata berat kering miselia untuk setiap umur pertumbuhan jamur. Laju pertumbuhan miselia jamur setelah 28 hari adalah 1 1,1 mg/hari. Kultur jamur endofit berumur 28-30 hari dipanen, didapatkan filtrat media dan biomassa (miselia). Filtrat media diekstraksi dengan etil asetat sebanyak '/2 volume filtrat, dilakukan sebanyak tiga kali 1 jam dan fase etil asetat yang diperoleh dikeringkan. Biomassa (miselia) diekstraksi dengan metanol 80 % sampai terendam ± 700 ml (Silva et al., 1998) dan disaring. Ekstraksi ini dilakukan sebanyak tiga kali. Residu biomassa selanjutnya diekstraksi dengan diklorometana dengan volume ± 700 ml, diulangi sebanyak 3x. Ekstrak metanol miselia jamur Cladosporium oxysporum (AGO.A) dari Aglaia odorata Lour (pacar cina) yang dieluasi dengan fase gerak etil asetat : metanol : air (7:2:1)v/v menghasilkan : 2 noda dengan penampak noda lampu UV, yaitu Rf 0,87 dan Rf 0,95 namun kedua noda berada pada daerah cut off ; 3 noda dengan reagen penampak noda anisaldehid-asam sulfat, yaitu Rf 0,15 (abu-abu) pada„aks 400 nm, Rf 0,75 (abu kecoklatan) pada 2maks 581 nm, Rf 0,88 (abu kecoklatan) pada kmaks 588 nm ; 5 noda dengan reagen penampak noda vanilin¬asam sulfat, yaitu Rf 0,26 (hijau keabuan), Rf 0,54 (ungu) pada Xmaks 615 nm, Rf 0,68 (ungu kebiruan), Rf 0,75 (ungu kebiruan), Rf 0,85 (ungu kebiruan) ; 3 noda dengan reagen penampak noda cerri-asam sulfat, yaitu Rf 0,15 (hitam), Rf 0,83 (coklat muda), Rf 0,93 (coklat muda) ; 1 noda dengan reagen penampak noda ninhidrin, yaitu Rf 0,21 (ungu muda). Reaksi dengan penampak noda dragendorf memberikan hasil negatif. Ekstrak diklorometana miselia jamur Cladosporium oxysporum (AGO.A) dari Aglaia odorata Lour (pacar cina) yang dieluasi dengan fase gerak n-heksan : etil asetat (8:2)v/v menghasilkan : 1 noda dengan penampak noda lampu UV, yaitu Rf : 0,71 pada 2aks 235 nm; 3 noda dengan reagen penampak noda anisaldehid-asam sulfat, yaitu Rf 0,25 (ungu muda) pada kmaks 427 nm, Rf 0,27 (ungu muda) pada kmaks 402 nm, Rf 0,74 (ungu muda) pada Xmaks 429 nm ; 4 noda dengaik reagen penampak noda vanilin-asam sulfat, yaitu Rf : 0,04 (biru kehijauan), Rf 0,10 (biru kehijauan), Rf 0,23 (biru kehijauan), Rf 0,43 (biru kehijauan) pada X,,,aks 615 nm ; 5 noda dengan reagen penampak noda cerri-asam sulfat, yaitu Rf 0,29 (abu-abu), Rf 0,36 (abu-abu), Rf 0,44 (abu-abu), Rf 0,88 (coklat kehitaman), Rf 0,93 (coklat muda). Reaksi dengan penampak noda nihhidrin dan dragendorf memberikan hasil negatif. Ekstrak etil asetat media jamur Cladosporium oxysporum (AGO.A) dari Aglaia odorata Lour (pacar cina) yang dieluasi dengan fase gerak n-heksaii : etil asetat (2:8)v/v menghasilkan : 4 noda dengan penampak noda lampu UV, yaitu Rf 0,12 pada kmaks 234 nm, Rf 0,26, Rf 0,36, Rf 0,49 namun noda 2 sampai noda 4 berada pada daerah cut off ; 4 noda dengan reagen penampak noda anisaldehid¬asam sulfat, yaitu Rf 0,27 (coklat tua) pada ?males 442 nm, Rf 0,40 (hijau gelap) pada kmaks 477 nm, Rf 0,54 (abu-abu) pada ?males 441 nm, Rf 0,69 (coklat muda) pada a naks 437 nm ; 6 noda dengan reagen penampak noda vanilin-asam sulfat, yaitu Rf 0,03 (merah), Rf 0,11 (merah) pada kmaks 525 nm, Rf 0,21 (ungu muda), Rf 0,29 (merah muda), Rf 0,33 (merah muda), Rf 0,59 (coklat muda) ; 5 noda dengan reagen penampak noda Berri-asam sulfat, yaitu Rf 0,31 (coklat tua), Rf 0,53 (coklat tua), Rf 0,68 (coklat muda), Rf 0,84 (coklat muda), Rf 0,93 (coklat muda) ; 4 noda dengan reagen pep ampak noda ninhidrin, yaitu Rf 0,07 (kuning kecoklatan), Rf 0,16 (kuning kecoklatan), Rf 0,28 (kuning kecoklatan), Rf 0,56 (kuning kecoklatan). Reaksi dengan penampak noda dragendorf memberikan hasil negatif. Ekstrak etil asetat yang dieluasi dengan fase gerak etil asetat : metanol : air (7:2:1)v/v menghasilkan : 3 noda dengan penampak noda lampu UV, yaitu Rf 0,29 pada Xmak; 252 nm, Rf 0,43 pada kmaks 230 nm, Rf 0,73 namun noda 3 berada pada daerah cut off ; 4 noda dengan reagen penampak noda anisaldehid-asam sulfat, yaitu Rf 0,30 (ungu muda) pada kmaks 400 nm, Rf 0,44 (coklat kehijauan) pada Xmaks 477 nm, Rf 0,69 (hijau gelap) pada kmaks 437 nm, Rf 0,79 (merah coklat) pada Xmas 475 nm ; 5 noda dengan reagen penampak noda vanilin-asam sulfat, yaitu Rf 0,18 (biru kehijauan), Rf 0,43 (merah kecoklatan) pada kaiaks 600 nm, Rf 0,59 (ungu muda), Rf 0,67 (abu-abu), Rf 0,77 (merah); 4 noda dengan reagen penampak noda cerri-asam sulfat, yaitu Rf 0,35 (coklat muda), Rf 0,53 (jingga kemerahan), Rf 0,71 (hijau kekuningan), Rf 0,76 (coklat muda) ; 4 noda dengan reagen penampak noda ninhidrin, yaitu Rf 0,43 (kuning kecoklatan), Rf 0,68 (kuning kecoklatan), Rf 0,77 (kuning kecoklatan), Rf 0,85 (kifining kecoklatan). Reaksi dengan penampak noda dragendorf memberikan hasil negative Selanjutnya diharapkan dilakukan penelitian untuk optimasi terhadap kondisi pertumbuhan jamur endofit baik dari segi pencahayaan, pH, suhu, kondisi ekstraksi. Selain itu, perlu juga dilakukan fraksinasi ekstrak, optimasi eluen dan kondisi eluasi sehingga diperoleh noda yang dapat terpisah secara sempurna (resolusi baik) agar proses analisis terhadap noda sampel didapatkan hasil yang maksimal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.45/06 Win s
Uncontrolled Keywords: MELIACEAE; CLADOSPORIUM; DENSITOMETRY
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
CICILIA DWI BUDI WINARTI, 050112372UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorGUNAWAN INDRAYANTO, Prof. Dr. Apt.UNSPECIFIED
ContributorNOOR ERMA S., Dra. Apt., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 16 Aug 2006 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 19:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10602
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item