ISOLASI TOTAL RNA TESTIS MENCIT (Mus musculus. L) DENGAN ANALISIS SPEKTROFOTOMETRI UV DAN ELEKTROFORESIS (Perbandingan Metode : TrizolTM, Guanidium thiosyanat, Guanidium thiosyanat-CsCI)

MUTIA WIDIYANI, 050110059E (2007) ISOLASI TOTAL RNA TESTIS MENCIT (Mus musculus. L) DENGAN ANALISIS SPEKTROFOTOMETRI UV DAN ELEKTROFORESIS (Perbandingan Metode : TrizolTM, Guanidium thiosyanat, Guanidium thiosyanat-CsCI). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-widiyanimu-1711-ff1430-k.pdf

Download (336kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-widiyanimu-1711-ff143_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada penelitian lor="#FF0000">isolasi lor="#FF0000">total lor="#FF0000">RNA ini digunakan organ lor="#FF0000">testis karena pada lor="#FF0000">testis terjadi perkembangan spermatogenesis yang diketahui bahwa lor="#FF0000">total lor="#FF0000">RNA terbesar dihasilkan pada saat spermatosid, lor="#FF0000">total lor="#FF0000">RNA akan berkurang dari perkembangan spermatosit sekunder hingga berubah menjadi spermatid (Carlson, 1994) disini digunan lor="#FF0000">mencit ( lor="#FF0000">Mus muculus.L ) sebagai percobaan karena memiliki kesamaan antara urutan 16 basa pertama gen rDNA manusia, yaitu CTGACACGCTGTCCT sedang urutan selanjutnya tidak terlalu banyak kemiripan (Subowo, 1992). Penelitian ini menggunakan tiga metode lor="#FF0000">isolasi lor="#FF0000">total lor="#FF0000">RNA yaitu metode dengan reagen Trizo1TM, Guanidium thiosyanat, Guanidium thiosyanat-CsCl sehingga dari ketiga metode tersebut dapat diketahui metode mana yang dapat menghasilkan kualitas dan kuantitas lor="#FF0000">RNA yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai optimasi metode lor="#FF0000">isolasi lor="#FF0000">total lor="#FF0000">RNA, dimana hasil lor="#FF0000">isolasi lor="#FF0000">total lor="#FF0000">RNA yang didapatkan dalam bentuk pelet. Hasil lor="#FF0000">isolasi lor="#FF0000">total lor="#FF0000">RNA yang didapat dianalisis dengan spektrofotometri pada maksimal 260 nm hasil dari absorbansinya digunakan untuk menghitung konsentrasi dari lor="#FF0000">total lor="#FF0000">RNA yang didapat karena pada X. maksimal tersebut lor="#FF0000">RNA dapat diserap, dan untuk melihat kemulor="#FF0000">rnaian dari lor="#FF0000">RNA dihitung pada perbandingan spektrofotometri pada λ 260/280 nm (Turner et.al, 2000 ; Spector et.al, 1998), untuk melihat kualitasnya digunakan elektroforesis gel agarose 1% (Simms et.al, 1991) dan sebagai penampak band lor="#FF0000">RNA sebelum sampel dirunning ditambahkan Ethidium bromida karena ethidium bromide akan memberikan pendaran pada sinar UV sehingga akan tampak band-band dari lor="#FF0000">RNA. Dapat disimpulkan hasil yang diperoleh dengan mengukur absorbansi pada maksimal 260 hasil yang terbanyak dihasilkan menggunakan metode dengan reagen Trizol yaitu sebanyak 0,8202 gg/µL/mg, sedangkan yang menggunakan guanidium thiosyanat sebesar 0,3824 µg/µL/mg, dan yang menggunakan metode guanidium thiosyant-CsC1 sejumlah 0,1084 gg/µL/mg, sedangkan hasil kemurnian yang tertinggi dihasilkan dengan metode menggunakan guanidium thiosyanat-CsCl yaitu sebesar 1,76 , dengan menggunakan guanidium thiosyanat sebesar 1,14 sedangakan dengan reagen TrizolTM 1,35. Translation:

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 143/06 Wid i
Uncontrolled Keywords: RNA; SPECTROPHOTOMETRY
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MUTIA WIDIYANI, 050110059EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorCHAIRUL ANWAR NIDOM, Dr. drh. MS.UNSPECIFIED
ContributorDIDIK PUDJI RESTANTO, Dr. Ir. MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 22 Aug 2006 12:00
Last Modified: 26 Oct 2016 22:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10605
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item