PENGARUH SODIUM LAURIL SULFAT TERHADAP STABILITAS, EFEKTIVITAS DAN ASEPTABILITAS Aloe vera SEBAGAI PELEMBAB DALAM GELHidroxypropyl Methylcellulose

RENY NUR SATYA IRAWATI, 050212576 (2007) PENGARUH SODIUM LAURIL SULFAT TERHADAP STABILITAS, EFEKTIVITAS DAN ASEPTABILITAS Aloe vera SEBAGAI PELEMBAB DALAM GELHidroxypropyl Methylcellulose. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-irawatiren-4463-ff0107-k.pdf

Download (391kB)
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-irawatiren-4463-ff0107.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Bahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk sediaan kosmetik, antara lain adalah Aloe vera. Aloe vera merupakan tanaman yang mempunyai banyak fungsi, baik untuk mengobati penyakit, makanan maupun perawatan kecantikan. Salah satu pemanfaatan Aloe vera untuk perawatan kecantikan adalah sebagai pelembab. Kandungan mono dan poli sakarida Aloe vera merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai pelembab Pada penelitian ini sediaan pelembab yang dibuat diformulasikan dalam basis gel HPMC. Penambahan sodium lauril sulfat berfungsi sebagai enhancer yang diharapkan dapat meningkatkan efek Aloe vera sebagai pelembab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sodium lauril sulfat dengan kadar 0,5%; 0,75% dan 1,0% terhadap stabilitas fisik, efektivitas dan aseptabilitas Aloe vera sebagai pelembab. Untuk mengetahui efektivitas sediaan dilakukan uji invitro dengan modifikasi SDT. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan karakteristik sediaan. Pemeriksaan karakteristik dilakukan pada hari ke 3 setelah pembuatan. Tujuan pemeriksaan karakteristik adalah untuk mengetahui karakter atau sifat sediaan dengan penambahan sodium lauril sulfat. Pemeriksaan karakteristik meliputi organoleptis, pH dan diameter penyebaran sediaan. Berdasarkan pemeriksaan karakteristik diketahui bahwa secara organoleptis keempat sediaan mempunyai karakter yang sama dalam hal warna dan bau, yaitu tidak berwarna dan jernih serta tidak berbau. Sedangkan tekstur sediaan terjadi perbedaan, yaitu kontrol bertekstur lembut, agak kental; formula 1 dan formula 2 bertekstur lembut, kental; formula 3 bertekstur 1 lembut, sangat kental Dari pemeriksaan pH dapat diketahui dengan peningkatan kadar sodium lauril sulfat, pH sediaan semakin tinggi. Sedangkan berdasarkan pemeriksaan diameter penyebaran diperoleh hasil, dengan peningkatan kadar sodium lauril sulfat kapasitas penyebaran sediaan semakin menurun. Untuk daya sebar, formula 1 mempunyai daya sebar paling besar dibandingkan dengan formula lainnya. Pemeriksaan stabilitas sediaan meliputi organoleptis, pH dan diameter penyebaran yang diperiksa pada hari ke 3, 5, 8, 15 dan 30 setelah pembuatan. Stabilitas sediaan dinyatakan dengan %KV. Jika %KV < 6% maka sediaan dianggap stabil. Berdasarkan hasil pemeriksaan stabilitas pH dan diameter penyebaran, dapat diketahui bahwa keempat formula mempunyai %KV < 6%. Jadi dapat disimpulkan bahwa sediaan dianggap stabil selama 30 hari setelah pembuatan. Sediaan juga dianggap stabil secara organoleptis karena tidak terjadi perubahan warna, bau dan tekstur untuk semua sediaan selama 30 hari setelah pembuatan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa penambahan sodium lauril sulfat tidak mempengaruhi stabilitas sediaan, karena sediaan tetap stabil selama 30 hari setelah pembuatan. Pada pemeriksaan efektivitas sediaan, penambahan sodium lauril sulfat tidak mempengaruhi efektivitas Aloe vera sebagai pelembab karena tidak ada perbedaan bermakna antara efektivitas kontrol dengan formula uji. Pemeriksaan aseptabilitas dilakukan terhadap responden. Berdasarkan hasil uji aseptabilitas, sediaan yang paling aseptabel menurut responden adalah kontrol, kemudian formula 1. Jadi dapat disimpulkan bahwa penambahan sodium lauril sulfat dengan kadar yang tinggi dapat menurunkan aseptabilitas sediaan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan sodium lauril sulfat mempengaruhi stabilitas dan aseptabilitas sediaan tetapi tidak mempengaruhi efektivitas Aloe vera sebagai pelembab.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 01/07 Ira p
Uncontrolled Keywords: METHYLCELLULOSE
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RENY NUR SATYA IRAWATI, 050212576UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTUTIEK PURWANTI, Dra. M.Si.Apt.UNSPECIFIED
ContributorESTI HONDRADI, Dra. M.Si., PhD.,Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 01 May 2007 12:00
Last Modified: 07 Jun 2017 19:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10622
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item