PENGARUH PERBANDINGAN OBAT POLIMER DAN SUHU PEMBUATAN TERHADAP UKURAN DAN KANDUNGAN BAHAN OBAT MIKROPARTIKEL KETOPROFEN (Metode Emulsification Cross-linking dengan Polimer PVA)

M. MUJIB ROHIM, 050212537 (2007) PENGARUH PERBANDINGAN OBAT POLIMER DAN SUHU PEMBUATAN TERHADAP UKURAN DAN KANDUNGAN BAHAN OBAT MIKROPARTIKEL KETOPROFEN (Metode Emulsification Cross-linking dengan Polimer PVA). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-rohimmmuji-4466-ff7807-k.pdf

Download (360kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-rohimmmuji-4466-ff7807.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ketoprofen merupakan senyawa obat yang dapat menyebabkan gangguan saluran cerna dan reaksi hipersensitivitas, dapat menyebabkan efek samping lain seperti tukak lambung, praktis tidak larut dalam air sehingga dapat mempengaruhi laju disolusi dan kecepatan absorbsi ke dalam sirkulasi sistemik. Mikropartikel mempunyai ukuran berkisar dari diameter 1-1000 mikron, dapat digunakan untuk menaikkan potensi penyerapan bahan obat, mengurangi iritasi lambung, dan mendapatkan obat lepas lambat. Mikropartikel dapat dilakukan dengan berbagai teknik, antara lain suspensi udara, koaservasi/ pemisahan fase, dan penguapan pelarut. Teknik koaservasi/ pemisahan fase dengan cara emulsification cross-linking merupakan teknik yang relatif mudah dikerjakan/ sederhana dan tidak membutuhkan peralatan yang mahal. Polimer yang digunakan adalah polivinil alkohol karena merupakan polimer yang biokompatibel, biodegarable dan tidak berbahaya. Pada penelitian ini mikropartikel ketoprofen dibuat dengan perbandingan obat- polimer yang berbeda, yaitu 1 : 1; 1 :1,5 ; dan 1 :2 dan suhu pembuatan yang berbeda, yaitu suhu 24-27° C(suhu kamar) dan suhu 500 C. Pada proses pembuatan mikropartikel ketoprofen, digunakan kecepatan pengadukan 1000 rpm, yang dilakukan pada 24-27° C (suhu kamar) dan suhu 50° C. Evaluasi yang dilakukan adalah ukuran mikropartikel dan kandungan ketoprofen dalam mikropartikel pada berbagai perbandingan obat-polimer dan suhu pembuatan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada FI1,F I2, dan F I3 didapatkan rentang ukuran antara 231,3 ,µm sampai 771,7 µm ; 257,0 µm sampai 823,0 µm ; dan 436,9 µm sampai 951,6 µm , sedangkan pada F II 1, dan F II2 didapatkan rentang ukuran antara 591,1 µm sampai 1079,9 ,um , dan antara 668,2 µm sampai 1157,4 µm . Hal ini menunjukkan semakin tinggi jumlah polivinil akohol, didapat ukuran mikropartikel yang semakin meningkat, dan pada suhu pembuatan 500 C dapat meningkatkan ukuran mikropartikel ketoprofen daripada yang dibuat pads suhu 24-27° C (suhu kamar). Pada hasil penetapan kandungan bahan obat mikropartikel ketoprofen pada F I1 , F 12, dan F I3 didapat persen kadar rata-rata 73,13 ± 0,03; 75,15 + 0,03, sedangkan pada F II1I, dan F II2 didapat persen kadar rata-rata 58,59 + 0,05 dan 65,58 + 0,02. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkat jumlah polimer yang digunakan diperoleh kandungan bahan obat yang semakin tinggi, sedangkan pada suhu pembuatan 500 C dapat menurunkan kandungan bahan obat mikropartikel ketoprofen daripada yang dibuat pada suhu 24-27° C(suhu kamar).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 78/07 Roh p
Uncontrolled Keywords: DRUGS; MICROPARTICLE
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
M. MUJIB ROHIM, 050212537UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRETNO SARI, Dra. M.Sc., AptUNSPECIFIED
ContributorM. AGUS SYAMSURI, S.Si, M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 01 May 2007 12:00
Last Modified: 27 Oct 2016 18:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10624
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item