OPTIMASI DAYA DAN WAKTU PADA SINTESIS SENYAWA N-FENIL-N'-BENZOILTIOUREA DENGAN IRADIASI GELOMBANG MIKRO

FIRA FIRDAUSI, 050212541 (2007) OPTIMASI DAYA DAN WAKTU PADA SINTESIS SENYAWA N-FENIL-N'-BENZOILTIOUREA DENGAN IRADIASI GELOMBANG MIKRO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-firdausifi-5653-ff1840-k.pdf

Download (402kB)
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-firdausifi-5653-ff18407.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Senyawa turunan benzoiltiourea selain mempunyai aktivitas sebagai penekan sistem saraf pusat, juga mempunyai berbagai aktivitas biologis yang penting lainnya, yaitu sebagai antivirus, antituberkulosa, fungisida, herbisida dan juga insektisida. Pada penelitian ini telah dicoba dilakukan sintesis senyawa N-fenil-N'-benzoiltiourea, yang merupakan salah satu senyawa turunan benzoiltiourea dengan penambahan gugus fenil dimana dengan penambahan gugus fenil ini diharapkan dapat meningkatkan 1ipofilitasnya sehingga dapat meningkatkan aktivitasnya sebagai penekan sistem saraf pusat. Sintesis senyawa N-fenilN'-benzoiltiourea ini dilakukan dengan menggunakan metode iradiasi gelombang mikro bebas pelarut dimana penggunaan teknologi gelombang mikro ini dapat meningkatkan kemurnian produk hasil. mempertinggi persentase hasil, memperpendek waktu reaksi, dan mengurangi penggunaan pelarut. Selain itu juga mempunyai efisiensi dan selektifitas yang tinggi, preparasi dan pemurnian yang mudah serta ramah lingkungan. Namun, penggunaan metode iradisi gelombang mikro ini membutuhkan waktu reaksi dan daya yang sesuai/optimal agar didapatkan senyawa hasil reaksi yang diinginkan dengan persentase hasil yang besar dan kemurnian yang tinggi. Sehingga. pada penelitian ini dilakukan sintesis senyawa N-fenil-N'-benzoiltiourea dengan menggunakan iradiasi gelombang mikro dengan beberapa daya dan waktu yang berbeda sehingga didapatkan metode sintesis yang memberikan hasil yang optimal dengan persentase hasil yang besar. Sintesis senyawa N-fenil-,N-benzoiltiourea dilakukan melalui dua tahap reaksi dengan masing-masing tahap diberikan iradiasi gelombang mikro sebesar 110 watt dan 330 watt selama 15 detik. 30 detik, dan 45 detik. Pada tahap pertama. reaksi antara benzoil klorida dengan amonium tiosianat dan ditambahkan PEG-400 sebagai katalis perpindahan fase. Pada tahap kedua terjadi reaksi antara benzoil isotiosianat hasil reaksi tahap pertama dengan anilin. Hasil reaksi tersebut dilarutkan dalam diklorometana lalu disaring. Filtrat yang diperoleh dicuci dengan larutan HC1 3N dan kemudian dicuci dengan larutan NaHCO3 jenuh. Setelah itu pelarut divapkan. Kristal yang terbentuk dicuci dengan air dan etanol lalu direkristalisasi dengan campuran pelarut diklorometan dan etanol (1:1) yang dipanaskan untuk mendapatkan kristal yang murni. Senyawa N-fenil-N'-benzoiltiourea yang dihasilkan berupa kristal berbentuk jarum, tidak berwarna dengan massa yang ringan seperti kapas. Dari percobaan yang dilakukan, dapat diketahui bahwa kondisi sintesis senyawa N-fenil-N'benzoiltiourea dengan iradiasi gelombang mikro yang paling optimal yaitu pada daya 110 watt selama 30 detik, dengan persentase basil sebesar 71,45%± 7,11%. Untuk mengetahui kemurnian senyawa hasil sintesis, senyawa diuji dengan kromatografi lapis tipis dengan berbagai macam eluen yaitu kloroform : etil asetat (30:1), kloroform : aseton (5:1) dan n-heksana : etil asetat (5:2) dan diukur jarak leburnya. Jarak lebur N-fenil-N'-benzoiltiourea mempunyai rentang yang sempit yaitu 149-151°C. Sebagai analisis senyawa hasil sintesis, dilakukan identifikasi senyawa hasil sintesis dengan menggunakan spektrofotometer UV, spektrofotometer infra merah dan spektrometer resonansi magnetik inti. Dari penelitian ini disarankan sintesis senyawa N-fenil-N'-benzoiltiourea dengan iradiasi gelombang mikro sebaiknya dilakukan pada kondisi yang optimal, yaitu pada daya 110 watt 30 detik agar didapatkan hasil yang maksimal. Setelah dilakukan sintesis N-fenil-IV'-benzoiltiourea, perlu dilakukan uji aktivitas pada sistem saraf pusat untuk mengetahui aktivitas senyawa pada sistem saraf pusat. Hal ini dilakukan karena senyawa ini dikembangkan dari turunan barbiturat yang mempunyai aktivitas sebagai penekan sistem saraf pusat (SSP).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 184/07 Fir o
Uncontrolled Keywords: ORGANIC COMPOUNDS-SYNTHESIS
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
R Medicine > R Medicine (General) > R856-857 Biomedical engineering. Electronics. Instrumentation
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
FIRA FIRDAUSI, 050212541UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorJUNI EKOWATI, Dra. M.Si.UNSPECIFIED
ContributorMARCELLINO RUDYANTO, Dr. M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 17 Dec 2007 12:00
Last Modified: 27 Oct 2016 23:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10668
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item