STUDI MAKROSKOPIS, MIKROSKOPIS DAN SKRINING FITOKIMIA. Marsilea crenata Presl

Dwi Aries Tiyaningsih, 050312784 (2009) STUDI MAKROSKOPIS, MIKROSKOPIS DAN SKRINING FITOKIMIA. Marsilea crenata Presl. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-tiyaningsi-9008-ff2408-k.pdf

Download (465kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-tiyaningsi-8767-ff2408.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Marsilea crenata Presl. atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan nama semanggi merupakan salah satu spesies dari divisi paku-pakuan yang tumbuh liar di sawah, pematang sawah, dan saluran irigasi (wikipedia, 2007). Oleh masyarakat Surabaya semanggi diolah menjadi makanan yang khas sehingga dikenal dengan istilah semanggi Suroboyo. Secara empiris masyarakat belum menggunakan semanggi sebagai tanaman obat sehingga belum banyak penelitian yang mengungkap sisi ilmiah semanggi, meskipun dalam sebuah buku dikatakan daun dan batang semanggi berkhasiat sebagai peluruh air seni (Hutapea, 1994) namun masyarakat belum begitu mengenalnya. Baru-baru ini ekstrak etanol daun semanggi telah diuji melalui teknik Radio Immuno Assay (RIA). Berdasarkan uji tersebut ekstrak etanol daun semanggi terdeteksi mengandung senyawa serupa estradiol dalam kadar yang cukup tinggi. Hasil uji inilah yang mendasari penelitian untuk membuktikan apakah senyawa serupa estradiol yang terkandung dalam ekstrak etanol daun semanggi merupakan senyawa fitoestrogen yang dapat membantu mencegah terjadinya osteoporosis pada perempuan pascamenopause. Setelah dilakukan penelitian tersebut ternyata terbukti bahwa kombinasi latihan fisik pembebanan aksial dan pemberian ekstrak etanol daun semanggi dapat mencegah terjadinya osteporosis dengan mekanisme penghambatan ketidakseimbangan remodeling tulang pada hewan coba betina dan perempuan pascamenopause (Laswati, 2007). Dalam rangka menemukan obat baru yang berasal dari bahan alam maka selain uji aktivitas biologi dari ekstrak perlu juga dilengkapi dengan data ciri morfologi dan anatomi yang khas dari tanaman semanggi untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam pengambilan sampel tanaman dan untuk mengidentifikasi kebenaran serbuk simplisia sehingga terhindar dari adanya pemalsuan serbuk simplisia. Selain itu juga perlu dilakukan skrining fitokimia untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam semanggi. Oleh karena itu diperlukan penelitian berupa studi makroskopis, mikroskopis dan skrining fitokima Marsilea crenata Presl. Tujuan penelitian ini adalah menemukan ciri morfologi dan anatomi yang khas dari semanggi sehingga terhindar dari kesalahan pengambilan sampel tanaman dan terhindar dari pemalsuan serbuk simplisia serta mengetahui golongan senyawa yang terkandung di dalam semanggi sebelum menguji aktivitas biologi ekstrak semanggi. Pengamatan makroskopis meliputi habitus, jenis daun, filotaksis daun, bentuk daun, pangkal dan ujung daun, permukaan daun, ukuran daun, tepi daun, susunan tulang daun, bentuk batang, warna batang, kulit batang, arah tumbuh batang, dan bentuk akar. Semuanya diamati menggunakan kamera digital. Sedangkan pengamatan mikroskopis yang meliputi pengamatan melintang dan membujur daun, tangkai daun, stolon, dan akar serta pengamatan fragmen¬fragmen pengenal yang spesifik dalam serbuk simplisia menggunakan mikroskop yang perbesarannya dapat diatur sesuai dengan keperluan dan golongan senyawa yang terkandung dalam semanggi dapat diketahui melalui skrining fitokimia yang terdiri atas reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. Ciri morfologi yang diperoleh dari penelitian ini adalah semanggi merupakan herba yang tumbuh di sawah, pematang sawah, dan tepi saluran irigasi. Susunan daunnya menyerupai payung, terdiri dari empat anak daun yang saling berhadapan, berbentuk segitiga terbalik, tepi daun rata atau bergelombang, berwarna hijau, susunan tulang daun seperti kipas, permukaan daun berbulu halus, tangkai daun berwarna hijau, berbulu halus, batang tumbuh mendatar di atas permukaan tanah dimana pada setiap nodusnya keluar akar dan tangkai daun sehingga disebut dengan stolon. Stolon berwarna coklat, berbentuk bulat, dan pada setiap nodus stolon muncul akar serabut berwarna coklat. Dari pemeriksaan anatomi secara mikroskopis didapatkan ciri-ciri stomata tipe anisositik yang terdapat pada epidermis atas dan bawah, trikoma multiseluler berbintik-bintik pada permukaan daun bagian atas dan bawah serta terdapat pula pada tangkai daun, stomata tipe parasitik pada tangkai daun dan stolon serta adanya rongga udara pada pengamatan sayatan melintang tangkai daun dan stolon. Ciri lain yaitu berkas pengangkutan tipe amfikribral yaitu tipe berkas pengangkutan dimana floem mengelilingi xylem, dan penebalan xylem bentuk spiral, terdapat tetes minyak atsiri pada daun, tangkai daun maupun stolon. Sedangkan berdasarkan skrining fitokimia diperoleh hasil bahwa semanggi mengandung minyak atsiri, golongan senyawa saponin, steroid tak jenuh dan polifenol. Untuk penelitian lebih lanjut perlu dilakukan ekstraksi dan isolasi senyawa yang menunjukkan hasil positif pada skrining fitokimia yaitu golongan senyawa steroid atau triterpenoid dan polifenol dan penentuan senyawa marker untuk keperluan standarisasi ekstrak semanggi serta uji kadar logam berat karena semanggi mempunyai kemampuan menyerap logam berat (Wiadnya, 2004).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB -2 FF 24/08 Tiy s
Uncontrolled Keywords: BOTANICAL CHEMISTRY
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Dwi Aries Tiyaningsih, 050312784UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMANGESTU AGIL, Dr. Apt. MS.UNSPECIFIED
ContributorBAMBANG PRAJOGO, Dr. E.W. Apt. MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 03 Feb 2009 12:00
Last Modified: 08 Jun 2017 19:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10687
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item