PENGARUH PERBEDAAN TIPE ETIL SELULOSA TERHADAP KARAKTERISTIK MIKROKAPSUL SALBUTAMOL SULFAT : Dibuat dengan Metode Penguapan Pelarut Emulsi Ganda

MAYORINA FANIE GUNAWAN, 050312727 (2009) PENGARUH PERBEDAAN TIPE ETIL SELULOSA TERHADAP KARAKTERISTIK MIKROKAPSUL SALBUTAMOL SULFAT : Dibuat dengan Metode Penguapan Pelarut Emulsi Ganda. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-gunawanmay-8771-ff3108.pdf

Download (354kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-gunawanmay-8771-ff3108.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Mikroenkapsulasi merupakan suatu poses enkapsulasi suatu bahan dengan polimer tertentu_ membentuk suatu mikrokapsul dengan ukuran 1-5000 μm. Deegan makin berkembangnya teknologi, dewasa ini mikroenkapsulasi telah banyak digunakan untuk membuat sediaan obat yang dapat meningkatkan patient compliance. karena dengan mikroenkapsulasi rasa bahan obat yang tidak enak dapat ditutupi, selain itu dapat meningkatkan stabilitas dan menghindari inkompatibilitas serta memungkinkan untuk menghasilkan sediaan dengan sistempelepasan terkendali Salbutamol sulfat merupakan obat golongan beta agonis yang selektif pada reseptor β-2, banyak digunakan sebagai bronkodilator oral pada pasien asma akut atau pada pasien dengan obstruksi paru kronis. Dengn waktu paruh sekitar 4-6 jam maka pasien akan mengkonsumsi obat tersebut dengan frekuensi yang cukup sering. Oleh karena itu dikembangkan sediaan lepas lambat, salah satunya mikrokapsul, untuk upaya menurunkan frekuensi pengguna an sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh perbedaan tipe etil selulosa sebagai polimer penyalut mikrokapsul terhadap karakteristik mikrokapsul salbutamol sulfat yang dihasilkan, yang meliputi ukuran partikel, bentuk serta efisiensi enkapsulasi. Pembuatan mikrokapsul salbutamol sulfat dalam penelitian ini dilakukan dengan metode penguapan pelaut emulsi ganda, di mans tipe etil seluioaa yang digunakan adalah Ethocel 10 cP dan Ethocel 20 cP Standart Premium FP, yang digunakan sebagai polimer penyalut mikrokapsul dalam tiga formula, yaitu mikrokapsul salbutamol sulfat dengan penyalut Ethocd 10 eP, Ethocel 20 cP serta kombinasi keduanya dengan perbandingan 1:1. Hasil mikrokapsul kemudian dievaluasi untuk mengetahui karakteristik mikrokapsul yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya tipe etil selulosa yang berbeda akan menghasilkan mikrokapsul dengan karakteristik yang berbeda pula_ Ukuran partikel milaokapsul dengan penyalut Ethacel 10 cP memiliki distribusi mayoritas pada ukuran 425-710 μm dengan bentuk yang sferis. Sedangkan mikrokapsul dengan penyalut Ethocel 20 cP memiliki distribusi mayoritas pada ukuran di atas 710 μm dengan bentuk mikrokapsul yang kurang sempurna. Sementara itu mikrokapsul dengan penyalut kombinasi kedua tipe etil selulosa tersebut memiliki distribusi ukuran partikel dan bentuk yang hampir sama dengan tipe Ethocel 10 cP. Dari hasil perhitungan efisiensi enkapsulasi diperoleh hasil salbutamol sulfat lebih banyak tererakapsuiasi pada mikrokapsul dengan penyalut Ethocel 20 cP (67,25% ± 2,61 %), sedangkan pada mikrokapsul dengan penyalut Ethocel 10 cP hanya diperolehh 50,51 % ±1,941 % salbutamol sulfat yang terenkapsulasi di dalamnya. Sementara itu pada mikrokapsul dengan penyalut kombinasi diperoleh hasil yang sedikit lebih besar dari ethocel 10 cp namun tidak berbeda bermakna, yaitu 54,02 % ± 3,49 %. Dari penelitian ini dapat diperoleh suatu kesimpulan bahwa semakin besar berat motekul etil selulosa, di mana Ethocel 20 cP memiliki berat molekul yang lebih bear daripada E.hocel 10 cP, maka ukuran mikrokapsul dan efisiensi enkapsulasi yang dihasilkan akan semakin meningkat_ Sementara kombinasi keduanya dengan konsentrasi yang sama menghasilkan mikrokapsul dengan ukuran partikel, bentuk dan efisiensi enkapsulasi yang hampir sama dengan formula yang menggunakan Ethocel 10 eP_ Oleh karena itu dapat dikembangkan penelitian lehih lanjut untuk rnendapatkan kondisi yang sesuai dalam pembuatan mikrokapsul salbutamol sulfat menggunakan etil selulosa tipe Ethocel 20 cP karena pads penggunaan Ethocel 20 cP diperoieh efisiensi enkapsuiasi yang paling besar namun bentuknya mayoritas tidak sferis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 31/08 Gun p
Uncontrolled Keywords: SULPHATES; ETHYLCELLULOSE
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
MAYORINA FANIE GUNAWAN, 050312727UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSUGIYARTONO, Drs. H. MS.Apt.UNSPECIFIED
ContributorM. AGUS SYAMSURI, S.Si, M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 03 Feb 2009 12:00
Last Modified: 08 Jun 2017 20:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10691
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item