PENGEMBANGAN MIKROPARTIKEL KETOPROFEN-POLIVINIL ALKOHOL (PVA) DENGAN METODE EMULSIFICATION CROSS-LINKING :Pengaruh Jumlah PVA dan Ketepatan Pengadukan

Ayu. Maria Chatarina Retnaning Diah, 050312746 (2007) PENGEMBANGAN MIKROPARTIKEL KETOPROFEN-POLIVINIL ALKOHOL (PVA) DENGAN METODE EMULSIFICATION CROSS-LINKING :Pengaruh Jumlah PVA dan Ketepatan Pengadukan. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-ayumariach-9073-ff3008-k.pdf

Download (418kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-ayumariach-8780-ff3008.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Mikropartikel merupakan suatu partikel padat dengan dimensi ukuran berkisar dari 1 sampai 1000 μm, terutama terdiri dari bahan obat dan polimer. Hal - hal yang perlu dipertimbangkan dalam pembuatan mikropartikel adalah bahan inti yang akan disalut, bahan penyalut, sifat-sifat stabilitas dan pelepasan dari bahan penyalut, dan metode yang digunakan. Macam - macam pembuatan mikropartikel adalah air suspension, coaservation phase-separation, spray drying and congealing, pan coating, solvent evaporation, vacuum deposition, dan polymerization. Emulsification cross-linking merupakan salah satu bentuk dari metode coaservation phase-separation. Kelebihan metode ini adalah pelaksanaan yang sederhana dan tidak membutuhkan peralatan mahal. Selain itu, sesuai dengan bahan-bahan yang digunakan. Namun, memiliki kerugian yaitu penggunaan solven organik dalam jumlah besar untuk pencucian. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembuatan mikropartikel menggunakan metode tersebut adalah suhu, kecepatan pengadukan, polimer yang digunakan, dan perbandingan obat - polimer. Teknik sambung silang merupakan salah satu cara untuk memadatkan polimer penyalut. Proses sambung silang yang dilakukan dalam penelitian ini adalah secara kimia menggunakan glutaraldehida. Polimer yang digunakan dalam penelitian ini adalah polivinil alkohol (PVA). PVA merupakan polimer larut air, biokompatibel, biodegradable, dan tidak berbahaya. Ketoprofen merupakan derivat asam propionat yang memiliki khasiat sebagai AINS (Anti Inflamasi Non Steroid). Waktu paruh eliminasinya 1,5 - 4 jam. Ketoprofen memiliki efek samping mengiritasi saluran cerna. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan obat-polimer dan kecepatan pengadukan terhadap karakteristik mikropartikel ketoprofen - PVA. Pembuatan mikropartikel ketoprofen dengan polimer PVA dilakukan dengan metode emulsification cross-linking pada suhu 50°C dengan perbandingan ketoprofen - PVA 1:1 dan 1:1,5 dan kecepatan pengadukan 1000 rpm dan 1300 rpm. Evaluasi yang dilakukan meliputi ukuran mikropartikel, efisiensi penjerapan bahan obat, dan profil pelepasan bahan obat pada pH lambung buatan tanpa pepsin. Berdasarkan hasil pemeriksaan distribusi ukuran partikel diperoleh hasil bahwa rentang ukuran partikel F I, F II, F III, dan F IV adalah 633,75 μm — 1242,15 μm, 583,05 gm — 1242,15 μgm, 608,40 μm — 1242,18 um, dan 583,05 μm - 1242,15 μm. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan perbandingan obat-polimer menghasilkan ukuran partikel yang terdistribusi lebih banyak pada ukuran besar. Sedangkan dengan meningkatnya kecepatan pengadukan, ukuran partikel terkecil yang dihasilkan semakin rendah, yaitu 633,75 µm pada kecepatan 1000 rpm dan 608,40 µm pada kecepatan 1300 rpm, namun tetap ada partikel berukuran besar dengan distribusi yang sedikit. Hasil pemeriksaan efisiensi penjerapan ketoprofen untuk F I, F II, F III, dan F IV adalah 83.11% ± 3.44%, 80.23% ± 3.17%, 102.80% ± 3.98%, dan 99.87% ± 2.32%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan perbandingan obat-polimer yang meningkat menghasilkan efisiensi penjerapan yang lebih rendah. Dengan peningkatan kecepatan pengadukan, menunjukkan bahwa efisiensi penjerapan meningkat. Hasil pengamatan profil pelepasan bahan obat untuk kontrol, F I, F II, F III, dan F IV pada menit ke-180 adalah 38.20% ± 0.08%, 37.47% ± 1.47%, 32.69% ± 1.44%, 29.62% ± 1.31%, dan 24.96% ± 1.18%. Hal ini menunjukkan bahwa pelepasan ketoprofen dari mikropartikel ketoprofen-PVA lebih sedikit daripada serbuk ketoprofen. Dengan meningkatnya perbandingan ketoprofen-PVA dan meningkatnya kecepatan pengadukan, prosen pelepasan ketoprofen yang dihasilkan menurun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 30/08 Ayu p
Uncontrolled Keywords: POLYVINYL ALCOHOL
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Ayu. Maria Chatarina Retnaning Diah, 050312746UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRETNO SARI, Drs. M.Sc., Apt.UNSPECIFIED
ContributorM. AGUS SYAMSURI, S.Si, M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 03 Feb 2009 12:00
Last Modified: 08 Jun 2017 20:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10696
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item