ISOLASI KANDUNGAN SENYAWA BUAH Pandanus conoideus Lamk

ASTRI PRATIWI, 050312681 (2009) ISOLASI KANDUNGAN SENYAWA BUAH Pandanus conoideus Lamk. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-pratiwiast-8894-ff7108.pdf

Download (397kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-pratiwiast-8894-ff7108.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pandanus conoideus Lamk saat ini dinyatakan dapat mengobati berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes mellitus, osteoporosis, stroke, kanker, tumor, dan juga memiliki aktivitas sebagai antimikroba. Fakta secara empiris telah membuktikan bahwa buah merah dapat mengobati berbagai penyakit, walaupun hal tersebut masih merupakan suatu pro dan kontra bagi para kalangan ilmuwan. (Yovita, 2005) Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi kandungan senyawa dengan konsentrasi terbesar yang ada pada fraksi E hasil pemisahan dengan kromatografi kolom lambat ekstrak n-heksana buah merah. Serbuk buah seberat 200 gram dimaserasi dengan menggunakan pelarut n-heksana. Hasil ekstraksi tersebut kemudian dipekatkan, sehingga didapatkan ekstrak pekat sebanyak 53,2 gram. Kemudian sebanyak 6 gram ekstrak n-heksana dilakukan kromatografi kolom lambat dengan fase. gerak n-heksana: etil asetat = 7:1, sehingga didapatkan lima macam fraksi, yaitu fraksi A (1-5), fraksi B (6-12), fraksi C (13-15), fraksi D (16-25), dan fraksi E (26-95). Dari fraksi E tersebut kemudian dilakukan isolasi senyawa yang kandungannya terbesar dengan metode KCKT preparatif Shimadzu dengan kolom Shim pack prep-silika (20,0 mm ID x 25 cm), pada ), pada λ 300 nm, dengan fase gerak n-heksana : etil asetat = 11 : 1. Dari hasil isolasi dengan KCKT preparatif tersebut didapatkan empat macam isolat dengan waktu retensi 12 menit (isolat E-1), 13 menit (isolat E-2), 18 menit (isolat E-3), dan 27 menit (isolat E-4). Jumlah masing-masing isolat E-1 (5,7 mg), isolat E-2 (2 mg), isolat E-3 (24,2 mg), isolat E-4 (50,1 mg), kemudian dilakukan identifikasi dari isolat E-3 dikarenakan kemurnian yang lebih tinggi dan jumlah isolat yang cukup besar. Dari hasil identifikasi isolat E-3 dengan KLT berbagai fase gerak menggunakan penampak noda anisaldehida H2SO4, isolat E-3 memberikan noda tunggal dengan harga Rf : 0,54 (n-heksana : etil asetat = 1 : 1); 0,24 (n-heksana etil asetat = 4 : 1); 0,29 (kloroform : etil asetat = 9 : 1); 0,10 (kloroform n-heksana = 7 : 3); 0,78 (kloroform : metanol = 7 : 3). Untuk uji kemurnian isolat E-3 juga dilakukan dengan KLT bidimensional dengan menggunakan fase gerak n-heksana : etil asetat (4 : 1) dihasilkan noda dengan Rf sebesar 0,2, plat yang sama kemudian dieluasi dengan eluen kloroform : etil asetat (9 : 1) dihasilkan noda dengan Rf sebesar 0, 14. Dari basil identifikasi isolat dengan KLT, isolat E-3 memberikan noda berwarna ungu tua dengan penampak noda anisaldehida H2SO4, sedangkan identifikasi isolat E-3 dengan reaksi warna Liebermann-Burchard dan uji Salkowski menunjukkan hasil negatif, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa isolat E-3 merupakan senyawa golongan terpenoid, namun bukan termasuk golongan senyawa triterpenoid. Hasil identifikasi kemurnian dengan KCKT terhadap isolat E-3 didapatkan puncak dengan waktu retensi OR) =4,900 menit dengan tingkat kemurnian sebesar 96,0823 %. Isolat E-3 juga memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 240 dan 275,5 nm. Hasil spektrum Infra Merah dari Isolat E-3 memperlihatkan puncak pada 3420,49 cm -1 yang menunjukkan adanya gugus O-H. Puncak pada 2923,82 menunjukkan adanya gugus CH3 ulur dan pada puncak 2853,16 cm 1 menunjukkan adanya gugus CH2 ulur. Sedangkan pada puncak 1711,81 cm-1 menunjukkan adanya gugus C=O ulur. Didapatkan juga puncak pada 1466,04 cm 1 menunjukkan adanya gugus CH2 menggunting, dan puncak pada 1284,87 cm-1 menunjukkan adanya vibrasi dari gugus metil memilin. Hasil identifikasi dengan spektrometer 1H-RMI didapatkan pergeseran kimia pada 0,815-0,928 ppm yang menunjukkan proton dari gugus metil. Sedangkan proton dari gugus alkana ditunjukkan pada pergeseran 1,086-1,713 ppm dan proton dari gugus O-H ditunjukkan pada pergeseran. 1,987-2,429 ppm. Pergeseran kimia juga ditunjukkan pada 5,401; 5,345; 5,294 ppm yang menunjukkan proton dari gugus alkena (rantai tidak jenuh). Untuk hasil identifikasi dengan spektrometer 13C-RMI didapatkan pergeseran kimia pada 14,160-34,070 ppm yang menunjukkan atom karbon dari gugus alkana. Sedangkan atom karbon dari gugus alkena menunjukkan pergeseran kimia pada 129,625; 129,900 ppm. Pada pergeseran kimia sebesar 179,690 ppm menunjukkan adanya atom karbon dari atom karbon karbonil. Dari penghitungan jumlah puncak spektrum 13C-RMI didapatkan bahwa isolat E-3 memiliki atom karbon sebanyak 18. Melihat hasil dari penelitian ini, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang struktur elusidasi dan uji kuantitatif dari isolat E-3, serta isolasi kandungan senyawa yang terdapat pada fraksi lain buah Pandanus conoideus Lamk.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 71 08 Pra i
Uncontrolled Keywords: ANTI BACTERIAL AGENTS
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
ASTRI PRATIWI, 050312681UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMANGESTU AGIL, Dr. Hj. Apt.,MS.UNSPECIFIED
ContributorBAMBANG PRAJOGO, Dr. E.W. Apt. MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 05 Feb 2009 12:00
Last Modified: 09 Jun 2017 16:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10707
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item