TOKSISITAS AKUT DAN EFEK TERATOGENIK CAMPURAN EKSTRAK ETANOL HERBA SAMBILOTO DAN RIMPANG KUNYIT

LINDA TRESNA PRATAMASARI, 050312540 (2009) TOKSISITAS AKUT DAN EFEK TERATOGENIK CAMPURAN EKSTRAK ETANOL HERBA SAMBILOTO DAN RIMPANG KUNYIT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-pratamasar-8901-ff69-08.pdf

Download (330kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-pratamasar-8901-ff69-08.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Telah dilakukan penelitian toksisitas akut dan efek teratogenik campuran ekstrak etanol herba sambiloto dan rimpang kunyit pada mencit dengan perbandingan 2 : 1. Digunakan kombinasi kedua tanaman tersebut karena masing¬masing mempunyai aktivitas sebagai antikanker dengan mekanisme yang berbeda sehingga didapatkan sinergisme tanpa menambah toksisitasnya. Pada toksisitas akut digunakan tiga kelompok mencit jantan dan betina (1:1). Bahan uji diberikan secara per oral dalam bentuk sediaan suspensi ekstrak dalam CMC Na 0,5%. Dalam 4 jam pertama diamati gejala-gejala yang terjadi pada mencit dan setelah 24 jam diamati adanya mencit yang mati. Pada ketiga dosis tidak terdapat mencit yang mati, maka nilai LD50 campuran ekstrak etanol herba sambiloto dan rimpang kunyit > 21 g/kgBB dan dikategorikan dalam relatif kurang berbahaya. Pada uji teratogenik digunakan 40 mencit betina bunting yang dibagi menjadi 4 kelompok secara acak. Masing-masing terdiri dari 10 ekor mencit per kelompok. Proses perkawinan dilakukan dilakukan dengan mencampur jantan dan betina dengan perbandingan 1 : 3 pada sore hari. Keesokan harinya diamati adanya vaginal plug. Bahan uji diberikan satu kali sehari pada hari kehamilan ke 6 sampai 15 yaitu pada masa organogenesis. Pada hari ke 18 dilakukan bedah Caesar pada mencit untuk menghindari kanibalisme, kemudian diamati bobot janin, jumlah janin total, jumlah janin mati, jumlah resorbsi, dan cacat makroskopis. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ANAVA tingkat kepercayaan 95% dan uji Chi-square. Dari hasil analisa data, tidak ada perbedaan yang bermakna secara statistik sehingga disimpulkan bahwa campuran ekstrak etanol herba sambiloto dan rimpang kunyit tidak menyebabkan efek teratogenik secara makroskopis masing-masing pada dosis ekstrak yang setara dengan 0,91 g, 2,73 g, dan 4,55 g simplisia/kgBB mencit.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 69 08 Pra t
Uncontrolled Keywords: TERATOGENIC AGENTS
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R735-854 Medical education. Medical schools. Research
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
LINDA TRESNA PRATAMASARI, 050312540UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorABDUL RAHMAN, Drs. M.Si., AptUNSPECIFIED
ContributorATY WIDYAWARUYANTI, Dr. M.Si., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 05 Feb 2009 12:00
Last Modified: 09 Jun 2017 16:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10713
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item