STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI : PENELITIAN DILAKUKAN DI IRNA I RSU DR.SAIFUL ANWAR MALANG.

ARUM PUSPITANINGTYAS, 050312707 (2009) STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI : PENELITIAN DILAKUKAN DI IRNA I RSU DR.SAIFUL ANWAR MALANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
204. Abstrak FF 149-08 Pus s.pdf

Download (462kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-puspitanin-9000-ff14908.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah suatu sindroma gangguan metabolisme yang dicirikan dengan hiperglikemi abnormal sebagai akibat dari suatu defisiensi sekresi insulin, berkurangnya efektivitas aktivitas biologis insulin atau adanya resistensi insulin (Karam dan Forsham, 1998; ADA, 2003). Hipertensi seringkali merupakan penyulit utama yang dihadapi penderita DM berkaitan dengan komplikasi yang menyertai. Target penurunan tekanan darah adalah 130/80 mmHg dan 125/75 mmHg untuk pasien dengan proteinuria >lgram/hari. Hal ini disebabkan karena kondisi DM dan hipertensi mempunyai resiko lebih besar pada kerusakan jantung, ginjal, serta organ-organ lain. (Tandra, 2043). Komplikasi yang terjadi meliputi komplikasi akut dan kronik. Penderita dengan diagnosa akhir diabetik hipertensi akan mendapatkan terapi obat antidiabetes dan antihipertensi, serta obat-obatan lain terkait dengan penyakit penyerta lainnya, misalnya infeksi, nefropati, stroke dan retinopati. Kompleksnya terapi obat yang diterima penderita diabetik hipertensi memungkinkan timbulnya masalah-masalah yang terkait dengan penggunaan obat (Drug Related Problem) (Chobanian et al., 2003). Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif secara prospektif, dengan menggunakan rekam medik kesehatan pasien DM tipe 2 dengan hipertensi yang dirawat di IRNA I RSU. Dr. Saiful Anwar Malang, periode 1 Maret sampai dengan 31 Mei 2007 sebagai bahan penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antidiabetes dan antihipertensi serta obat lain yang diterima pasien terkait data laboratoriun dan data klinik, mengkaji jenis, dosis, rute, dan frekuensi penggunaan antidiabetes dan antihipertensi dikaitkan dengan kondisi pasien, serta mengidentifikasi adanya masalah terkait obat (DRP). Dart data demografi pasien DM tipe 2 dengan hipertensi, yaitu semua pasien berusia 40 tahun ke atas, dengan prevalensi sebanyak 58,33% berjenis kelamin wanita. Komplikasi lain yang banyak terjadi adalah hiperglikemia (66,679/6), CKD (41,670/o), infeksi (22,920/6), dan CVA (14,58%). Jenis antidiabetes yang digunakan adalah insulin (Short acting insulin dan intermediate acting insulin) dan atau OAD (Glibenklamid, Glimepirid, Acarbose). Rute short acting insulin yang digunakan adalah N bolus, IV drip, dan SC untuk menurunkan_kadar glukosa darah segera pada kondisi hiperglikemia. Apabila kadar glukosa darah pasien sudah mencapai rentang 200 mg/dl, dilanjutkan pemberian insulin rumatan secara SC. Kombinasi short acting dan intermediate acting insulin diberikan pada 60,42% pasien, intermediate acting insulin diberikan pada 54,17% pasien , serta short acting insulin diberikan pada 25% pasien. Jenis antihipertensi tunggal yang paling banyak digunakan pasien DM tipe 2 dengan hipertensi adalah ACEI (54,17%) serta kombinasi ACEI-diuretik (37,49%). Target penurunan tekanan darah dicapai oleh 20,83% pasien DM dengan hipertensi tanpa komplikasi lain dan 6,25% untuk pasien dengan komplikasi CKD. Obat lain yang diterima pasien DM tipe 2 dengan hipertensi, selain anitidiabetes dan antihipertensi, yaitu antihiperlipidemia, antiagregasi, pembekuan darah, vasodilator, inotropic agent, antianxietas, antibiotika, antihiperurisemia, hiperasiditas, analgesik, koreksi hiper atau hipo kalemia, koreksi acidosis metabolik, resusitasi cairan dan transfusi, neurologik, obat saluran nafas, antidiare, antikonstipasi, dan lain-lain. Drug Related Problems (DRP) yang ditemui pada 48 pasien DM tipe 2 dengan hipertensi di IRNA I RSSA periode Maret-Mei 2007, antara lain terapi tidak sesuai indikasi, terdapat indikasi tidak menerima terapi,_efek samping, dan interaksi obat. Dari seturuh uraian tersebut, maka sebaiknya dilakukan pemantauan yang lebih ketat terhadap jenis terapi, dosis, dan frekuensi terapi antidiabetes dan antihipertensi, dikaitkan dengan kondisi klinik yang mengindikasikan terapi tersebut, serta monitoring respon pasien, dan masalah terkait obat yang mungkin timbul, meliputi efek samping obat, kesesuaian terapi dengan indikasi, kesesuaian dosis, serta adanya kemungkinan interaksi obat. Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya dilakukan pengamatan data laboratorium dan data klinik pasien setiap had, dikaitkan dengan terapi yang diberikan, sehingga dapat mencegah dan mengatasi timbulnya DRP yang potensial maupun aktual.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 149/08 Pus s
Uncontrolled Keywords: DRUG UTILIZATION; DIABETICS
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
R Medicine > RC Internal medicine > RC31-1245 Internal medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
ARUM PUSPITANINGTYAS, 050312707UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSUHARJONO, Dr. M.S., Apt.UNSPECIFIED
ContributorBUDI SUPRAPTI, Dra. M.Si., Apt.UNSPECIFIED
ContributorDIANA LYRAWATI, Dra. M.S., Ph.D., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 09 Feb 2009 12:00
Last Modified: 09 Jun 2017 17:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10722
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item