PENETAPAN PARAMETER STANDAR UMUM EKSTRAK ETANOL 96% (1:0,2) DAUN SEMANGGI (Marsilea crenata Presl.)

Beni Dewi Marlena, 050513397 (2010) PENETAPAN PARAMETER STANDAR UMUM EKSTRAK ETANOL 96% (1:0,2) DAUN SEMANGGI (Marsilea crenata Presl.). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
HALAMAN JUDUL.doc - gdlhub-gdl-s1-2011-marlenaben-16450-ff6211-p.pdf

Download (205kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-marlenaben-16450-ff6211-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Marsilea crenata Presl. yang dikenal masyarakat dengan nama semanggi sampai saat ini masih belum banyak dikenal sebagai tanaman obat. M.crenata Presl. adalah salah satu tumbuhan dari suku Marsileaceae yang mempunyai khasiat sebagai peluruh air seni. Kandungan kimia yang terdapat pada M.crenata Presl. antara lain saponin dan polifenol (Hutapea,1994). Terdapat sekitar 8000 senyawa polifenol yang ada di alam dan setengahnya adalah flavonoid (Harborne, 1999). Bagi manusia, flavonoid telah banyak memberi manfaat di bidang kesehatan yaitu sebagai antiinflamasi (Bhujbal,2008), antioksidan dan antikanker (Robinson, 1991) . Belum lama ini ekstrak etanol daun semanggi telah diuji melalui teknik Radio Immuno Assay (RIA). Bardasarkan uji tersebut ekstrak etanol daun semanggi terdeteksi mengandung senyawa serupa estradiol dalam kadar yang cukup tinggi. Estradiol merupakan senyawa yang digunakan dalam terapi sulih hormon pada perempuan pascamenopause yang kadar esterogen dalam tubuhnya menurun dan juga digunakan dalam pil kontrasepsi hormonal (Laswati, 2007). Setelah dilakukan penelitian ternyata terbukti bahwa kombinasi latihan fisik pembebanan aksial dan pemberian ekstrak daun semanggi dapat mencegah terjadinya osteoporosis dengan mekanisme penghambatan ketidakseimbangan remodeling tulang pada hewan coba betina dan perempuan pascamenopause (Laswati, 2007). Hal ini menunjukkan potensi semanggi untuk dikembangkan menjadi obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Dalam pengembangan obat tradisional/obat dari bahan alam untuk dijadikan ekstrak yang terstandar atau fitofarmaka harus memenuhi persyaratan yang ketat. Standarisasi dilakukan untuk menjamin keajegan dan kejelasan bahan-bahan yang terkandung di dalam sediaan dari bahan alam sehingga diharapkan mempunyai efek farmakologi yang tetap dari waktu ke waktu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 62 11 Mar p
Uncontrolled Keywords: ethanol extract
Subjects: R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Beni Dewi Marlena, 050513397UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWiwied Ekasari, Dr.,Apt.,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 05 Sep 2011 12:00
Last Modified: 20 Sep 2016 08:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10778
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item