STUDI MIKROSKOPIS PENETRASI ASAM p-METOKSINAMAT SISTEM NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER, SOLID LIPID NANOPARTICLES DAN SIMPLE CREAM(Basis Lipid Setil Alkohol : Asam Oleat 8,5 : 1,5) Melalui Membran Kulit Tikus

ANGGUNI ADDINI SULTANI, 051111223 (2016) STUDI MIKROSKOPIS PENETRASI ASAM p-METOKSINAMAT SISTEM NANOSTRUCTURED LIPID CARRIER, SOLID LIPID NANOPARTICLES DAN SIMPLE CREAM(Basis Lipid Setil Alkohol : Asam Oleat 8,5 : 1,5) Melalui Membran Kulit Tikus. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
abstrak.pdf

Download (95kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam perkembangannya sediaan topikal konvensional memiliki permasalahan yaitu rendahnya uptake karena fungsi barier sehingga diperlukan suatu sistem penghantar yang tepat sampai ke tempat aksinya. NLC memiliki keunggulan, yaitu penjebakan obat lebih tinggi, jumlah air yang sedikit, pengusiran bahan aktif lebih rendah sehingga stabilitas NLC lebih baik dibandingkan SLN dan Krim. Selain itu, NLC memiliki ukuran partikel nano dan bentuk yang sferis akan menghasilkan laju penetrasi yang cepat pada waktu awal dan dengan nilai penjebakan tinggi akan menghasilkan laju penetrasi yang perlahan namun konstan. Pada penelitian ingin diketahui kemampuan penetrasi obat (APMS) sistem NLC bila dibandingkan dengan sistem SLN dan krim dengan menggunakan mikroskop fluoresen. Mikroskop fluoresen akan mengamati penetrasi obat (APMS) dalam sistem NLC, SLN, dan krim yang telah diberikan fluoresen label bersifat lipofil. Aplikasi formula NLC, SLN dan krim di kulit tikus dilakukan dengan cara in vivo selama 2 dan 4,5 jam. Dari karakterisasi yang dilakukan, NLC memiliki ukuran partikel yang lebih kecil yaitu 894,7 ± 18,91 nm, pH 4,07 ± 0,03, Efisiensi penjebakan yaitu 77,78 ± 1,45 %, dan oklusifitas yaitu 41,51 ± 0,02 %. Dari uji kedalaman penetrasi yang diperoleh dari pengamatan kualitatif NLC base (tanpa obat) dapat berpenetrasi sampai pada lapisan dermis. pada 2 jam pertama SLN APMS dapat berpenetrasi lebih dalam dibandingkan NLC APMS dan Krim APMS. Sementara itu, pada jam

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 FF F09 15 Sul s
Uncontrolled Keywords: NLC, SLN, PMCA, penetration, rat skin, Fluorescence microscope, Nile Red, occlusio
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
ANGGUNI ADDINI SULTANI, 051111223UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNoorma Rosita,, Dr. Apt., MsiUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 21 Jan 2016 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 17:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10905
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item