PENGARUH JUMLAH KARBOKSIMETIL KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN PROFIL PELEPASAN NANOPARTIKEL FRAKSI DITERPEN LAKTON SAMBILOTO(Dibuat Dengan Metode Gelasi Ionik-Pengeringan Semprot)

ASTRID NOOR ASTIDINIAPUTRI, 51111141 (2015) PENGARUH JUMLAH KARBOKSIMETIL KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN PROFIL PELEPASAN NANOPARTIKEL FRAKSI DITERPEN LAKTON SAMBILOTO(Dibuat Dengan Metode Gelasi Ionik-Pengeringan Semprot). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text
gdlhub-gdl-s1-2016-putriastri-42390-4.abstrak.pdf

Download (107kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
FULLTEXT NEW.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Nanopartikel merupakan partikel padat dengan ukuran 10-1000 nm yang terdiri dari obat yang terdispersi dengan polimer. Nanopartikel sebagai pembawa dari obat yang sukar larut dapat meningkatkan laju disolusi dan meningkatkan bioavailabilitasnya. Polimer karboksimetil kitosan (KM kitosan) merupakan eter amfiprotik derivat dari kitosan yang larut dalam air, biokompatibel, biodegradabel, dan non toksik serta dapat digunakan sebagai pembawa dalam sistem penghantaran obat. Polimer KM kitosan memiliki gugus (-NH2 dan –COOH) yang dapat berikatan dengan kation Ca2+ dari penyambung silang CaCl2 dan membentuk nanopartikel. Fraksi diterpen lakton (FDTL) sambiloto merupakan fraksi dengan kandungan utama andrografolid yang memiliki kelarutan rendah dalam air. Pembuatan nanopartikel FDTL-KM kitosan diharapkan dapat meningkatkan laju disolusinya. Faktor-faktor seperti rasio bahan obat, jenis dan jumlah polimer dan konsentrasi penyambung silang berpengaruh terhadap karakteristik, efisiensi penjerapan dan laju disolusi nanopartikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah karboksimetil kitosan terhadap karakteristik fisik dan laju pelepasan nanopartikel fraksi diterpenlakton sambiloto- karboksimetil kitosan yang dibuat dengan metode gelasi ionik-pengeringan semprot. Pada penelitian ini digunakan jumlah KM kitosan yang berbeda yaitu 200 mg (FMK 1), 250 mg (FMK 2), dan 300 mg (FMK 3) dengan penyambung silang CaCl2. Hasil pemeriksaan morfologi nanopartikel dengan SEM menunjukkan seiring dengan bertambahnya jumlah polimer permukaan partikel semakin padat dan sferis. Pemeriksaan dengan spektrum inframerah memperlihatkan adanya pergeseran pita serapan pad

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KBKK-2 FF F 05 15 Put p
Uncontrolled Keywords: Nanoparticles
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ASTRID NOOR ASTIDINIAPUTRI, 51111141UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorRetno Sari, Dr., M.Sc, AptUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 03 Feb 2016 12:00
Last Modified: 14 Jul 2016 01:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10911
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item