PENGARUH PENAMBAHAN THICKENING AGENT KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK DAN STABILITAS SISTEM NANOEMULSI APMS

HANA MARITA IKI, 051111038 (2015) PENGARUH PENAMBAHAN THICKENING AGENT KITOSAN TERHADAP KARAKTERISTIK DAN STABILITAS SISTEM NANOEMULSI APMS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
5.ringkasan.pdf

Download (320kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FF F 35 15 Iki p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Nanoemulsi adalah dispersi minyak dalam air (o/w) atau air dalam minyak (w/o) dan distabilkan oleh surfaktan dan ko-surfaktan. Nanoemulsi memiliki ukuran droplet 20 sampai 500 nm (Solanaset al., 2005), 50 sampai 500 nm (Xin et al., 2013). Karena nanoemulsi memiliki ukuran droplet yang kecil, maka nanoemulsi akan tampak jernih, dan ukuran droplet yang kecil akan memudahkan penetrasi bahan obat ke dalam lapisan kulit (Gupta et al., 2010). Kelebihan lain dari nanoemulsi yaitu, ukuran dropletnya yang kecil sehingga tidak dipengaruhi oleh gravitas, karena itu jarang mengalami sedmentasi atau creaming (Solans et al.,2005). Sejauh ini permasalahan dalam nanoemulsi adalah ketidakstabilan sistem pada penyimpanan jangka panjang (Solans et al.,2002; Sznitowska et al.,2001), peyaitu bergabungnya droplet-droplet fase terdispersi minyak (untuk tipe o/w) atau air (untuk tipe w/o) pada nanoemulsi adalah ukuran droplet nanoemulsi yang bertambah besar setelah penyimpanan selama waktu tertentu. Pada penelitian yang terdahulu sistem nanomeulsi APMS dengan fase minyak (minyak kedelai/minyak jagung/virgin coconut oil): surfaktan (Tween 80 - Span 80) - kosurfaktan (etanol 96%) : fase air (dapar asetat pH 4,2 ± 0,2) = 1 : 9 : 27,5, diduga mengalami ketidakstabilan pada beberapa minggu mengalami peningkatan ukuran droplet fase terdispersi (minyak) (Wijayanti, 2014). Salah satu cara untuk meningkatkan kestabilan nanoemulsi adalah dengan penambahan thickening agent. Penambahan thickening agent akan meningkatkan viskositas dan memperlambat terjadinya coalescence (Martin et al.,,1993). Salah satu derivat Polysaccharides yang dapat digunakan sebagai Thickening Agent adalah kitosan. Kitosan juga dapat larut dan mengembang pada pH asam, sehingga kitosan sesaui dengan sistem nanoemulsi APMS memiliki pH 4,2. (Rowe et al., 2009; Martin et al.,1993). Kitosan sebagai thickening agent memiliki viskositas yang optimum pada konsentrasi 0.05% sampai 1% (Choi et al., 2011). Maka untuk meningkatkan stabilitas nanoemulsi APMS konstentrasi thickening agent kitosan yang digunakan adalah 0; 0.05; 0.15; dan 0.3%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: kkb kk-2 ff f 35 15 Iki p
Uncontrolled Keywords: CHITOSAN
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
HANA MARITA IKI, 051111038UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 19 Feb 2016 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 17:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10924
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item