STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN STROKE (di RSUD Dr. Soetomo Surabaya)

LUSY KURNIAWATI, 051111106 (2015) STUDI PENGGUNAAN ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN STROKE (di RSUD Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
4.ringkasan.pdf

Download (251kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
ff fk 34 15 Kur s.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda atau gejala klinis baik fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menimbulkan kematian yang disebabkan oleh karena gangguan peredaran darah. Hipetensi merupakan faktor resiko terjadinya stroke yang utama, dimana dari banyak hasil penelitian Penyakit tersebut saling terkait sehingga menjadi penyebab kematian di beberapa negara, maka dari itu membutuhkan penanganan yang segera dan tepat terhadap kedua penyakit dalam penatalaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola penggunaan antihipertensi pada pasien stroke serta mengidentifikasi kemungkinan adanya permasalahan terkait pemberian obat yang meliputi reaksi obat yang tidak dikehendaki, masalah pemilihan obat, masalah dosis obat, interaksi obat, dan masalah lainnya. Penelitian dilakukan secara retrospektif pada periode 1 Januari 2014 sampai 31 Desember 2014 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Penelitian ini telah melalui review dari Komite Etik Penelitian Kesehatan RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Sampel penelitian adalah pasien yang didiagnosis akhir stroke dengan hipertensi yang mendapatkan terapi antihipertensi dengan data klinik dan data laboratorium yang lengkap (N=60). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mengalami stroke iskemik (63%) dan stroke perdarahan (37%). Pasien yang memiliki jenis kelamin laki-laki (66%) sedangkan wanita (34%) hal ini dikarenakan pada laki-laki tidak terdapat hormon estrogen sebagai kardioprotektif dan juga adanya faktor resiko stroke yaitu merokok yang lebih banyak pada laki-laki; rentang usia pasien paling banyak berada pada kelompok usia 55-64 pada stroke iskemik sebesar 28% dan usia 45-54 tahun pada stroke perdarahan sebesar 18%, usia > 50 tahun mempunyai potensi lebih besar untuk terkena stroke karena faktor resiko yang semakin bertambah banyak. Pada pasien stroke dengan hipertensi mendapatkan terapi baik tunggal maupun kombinasi. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan CCB 45% (stroke iskemik) dan 65% (stroke perdarahan), kemudian diikuti oleh ARB dan ACEI. Obat antihipertensi parenteral yang paling banyak digunakan adalah nicardipin dan antihipertensi oral adalah amlodipine. kombinasi, dan dosis obat antihipertensi yang diberikan sudah banyak yang sesuai. Hanya ada satu kombinasi obat yang kurang tepat yaitu amlodipine dan diltiazem. Problema obat aktual yang ditemui yaitu efek samping batuk (3), pusing (8), konstipasi (6) dan hyperkalemia (1). Problema obat potensial yang terjadi adalah interaksi obat antihipertensi dengan NSAID, ACEI atau ARB dengan spironolakton, ACEI dengan suplemen kalium, Captopril dengan allopurinol, digoxin, metformin dan glibenklamid dan interaksi diltiazem dengan simvastatin dan ranitidine. Obat antihipertensi juga berinteraksi dngan makanan, diantaraya yaitu captopril, valsartan dan amlodipin.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: kkb KK-2 FF fk 34 15 Kur s
Uncontrolled Keywords: STROKE
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmakognosi Fitokimia
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
LUSY KURNIAWATI, 051111106UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDjohan Ardiansyah, dr., Sp.S M.Farm.Klin.,AptUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 03 Mar 2016 12:00
Last Modified: 16 Jul 2016 06:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10936
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item