STUDI EFEK ANTIDEPRESAN TERHADAP ANXIETY-LIKE BEHAVIOR PADA HEWAN COBA DIABETES MELITUS

NADIYAH, 051111094 (2015) STUDI EFEK ANTIDEPRESAN TERHADAP ANXIETY-LIKE BEHAVIOR PADA HEWAN COBA DIABETES MELITUS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
6.ringkasan.pdf

Download (190kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FF FK 35 15 Nad s.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan gangguan mikrovaskular, makrovaskular dan neuropati. Pada diabetes melitus terjadi perubahan plastisitas neuron akibat dari pembentukan AGEs product, disfungsi vaskular yang dikaitkan dengan gangguan depresi. Pada pasien diabetes melitus dengan gangguan depresi juga terjadi peningkatan aktivitas hypothalamic pituitary adrenal (HPA) axis yang dikaitkan dengan gangguan stres. Peningkatan aktivitas HPA axis dikaitkan dengan gangguan stres yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan sekresi kortisol. Kortisol yang merupakan glukokortikoid akan bekerja menjaga kadar glukosa darah dengan memaksimalkan keluaran glukosa hati sehingga dapat menyebabkan konsentrasi glukosa dalam darah meningkat. Oleh karena itu, pasien diabetes melitus dengan gangguan stres akan lebih sulit mengendalikan kadar glukosa darahnya. Kontrol kadar glukosa darah yang buruk menyebabkan pasien diabetes melitus dengan gangguan stres memiliki resiko lebih tinggi mengalami gangguan depresi akibat hiperglikemia yang dapat menyebabkan terjadinya plastisitas neuron. Plastisitas neuron terjadi akibat remodeling struktur pada otak yang dikenai stres atau penyakit. Remodeling yang terus-menerus akan menyebabkan penurunan neurogenesis pada hippocampus, perubahan plastisitas neuron juga mengakibatkan perubahan pada area otak bagian prefrontal cortex (PFC) dan amygdala (sistem limbik) sehingga menyebabkan rilis serotonin, norepinefrin menurun dan terjadi peningkatan perilaku cemas (anxiety-like behavior). Berbagai terapi untuk mengatasi depresi dapat dilakukan salah satunya terapi farmakologis antidepresan golongan serotonin norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI) yang selektif bekerja menghambat ambilan kembali norepinefrin dan serotonin sehingga kadar serotonin dan norepinefrin akan meningkat dan lebih lama berada di ruang intrasinaptik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh diabetes melitus terhadap perilaku cemas dan menentukan pengaruh antidepresan milnacipran terhadap perilaku cemas pada hewan coba mencit model diabetes melitus yang diinduksi stres. Pada penelitian ini digunakan hewan sejumlah 70 ekor. Hewan diinduksi dengan alloxan (140 mg/kg i.p) yang bekerja selektif menyebabkan kerusakan pada sel beta pankreas. Setelah diinjeksi hewan model diabetes melitus diberikan induksi stres dengan footshock. Evaluasi untuk mengetahui tingkat stres dapat digunakan pengukuran perilaku cemas (anxiety-like behavior) dengan metode Light Dark Box (LDB) dan Elevated Plus Maze (EPM). Persentase waktu mencit dalam ruang terang pada pengukuran hari ke-0 (baseline) kelompok normal yang tidak diinduksi stres dibandingkan pada pengukuran hari ke-7 tidak berbeda signifikan (p>0,05). Sedangkan pada kelompok normal yang diinduksi stres pada hari ke-7 setelah pemberian induksi stres mengalami penurunan persentase waktu mencit dalam ruang terang dibandingkan pada pengukuran hari ke-0 (baseline) sebelum pemberian induksi stres (p<0,05). Pada kelompok diabetes melitus yang diinduksi stres terjadi peningkatan perilaku cemas yang signifikan pada hari ke-7 (p<0,001) dan hari ke-14 (p<0,001) dibandingkan pengukuran hari ke-0. Pada kelompok diabetes melitus yang diinduksi stres dengan kelompok normal (non-diabetes melitus) yang diinduksi stres menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada penguukuran hari ke-0, hari ke-7 dan hari ke-14 (p>0,05). Sedangkan kelompok diabetes melitus yang tidak diinduksi stres menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada pengukuran hari ke-7 dibandingkan hari ke-0 (p<0,05) terhadap persentase waktu mencit dalam ruang terang. Penurunan yang signifikan juga ditunjukkan pada pengukuran hari ke-7 (p<0,001) dan hari ke-14 (p<0,05) dibandingkan hari ke-0 kelompok milnacipran dosis 10 mg dan dosis 20 mg pada persentase waktu mencit dalam ruang terang. Sedangkan antara pengukuran hari ke-7 dan hari ke-14 kelompok milnacipran dosis 10 (p>0,05) dan dosis 20 mg (p>0,05) menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna. Pada pengukuran perilaku cemas (anxiety-like behavior) metode EPM menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna (p>0,05) antara pengukuran hari ke-0 dan hari ke-7 kelompok normal stres dan kelompok diabetes melitus dengan stres pada persen waktu yang dihabiskan mencit dalam lengan terbuka. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa diabetes melitus tidak mempengaruhi tingkat perilaku cemas hewan coba yang diinduksi stres dan antidepres

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF FK 35 15 Nad s
Uncontrolled Keywords: Diabetes mellitus
Subjects: R Medicine
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmakognosi Fitokimia
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NADIYAH, 051111094UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMahardian Rahmadi.,, S.Si, MSc., Ph.D., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 04 Mar 2016 12:00
Last Modified: 16 Jul 2016 06:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10937
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item