STUDI PERBANDINGAN KINETIKA PERURAIAN N-(3,4-DIKLOROBENZOIL) SEFRADIN DAN SEFRADIN OLEH PENGARUH SUHU

Ratna Puji Ekawati, 050112404 (2005) STUDI PERBANDINGAN KINETIKA PERURAIAN N-(3,4-DIKLOROBENZOIL) SEFRADIN DAN SEFRADIN OLEH PENGARUH SUHU. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-ekawatirat-1635-ff137_0-k.pdf

Download (451kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-ekawatirat-1635-ff_137_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam perkembangan suatu bahan obat, selain aktivitas farmakologis, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah stabilitas bahan obat. Stabilitas bahan obat merupakan tahap awal penentuan baik atau tidaknya bahan obat tersebut untuk dibuat suatu sediaan, sehingga dapat digunakan secara aman (Connors, et all., 1986). Pada pemakaian antibiotika, agar tujuan terapi dapat tercapai, selain efektif melawan mikroba patogen dan tidak menimbulkan efek samping yang toksik, maka antibiotika hams stabil dalam jangka waktu yang lama, sehingga tidak akan terjadi penurunan aktivitas yang cukup besar, yang akan berpengaruh pads efek farmakologisnya (Martin, 1984). Antibiotika yang mempunyai struktur kimia dengan cincin β-laktam, merupakan kelas senyawa utama untuk kemoterapi infeksi bakteri dengan cara menghambat proses biosintesis peptidoglikan. Antibiotika β-laktam terbagi menjadi tiga golongan yaitu penisilin, sefalosporin dan β-laktam non klasik (Siswandono dan Soekardjo, 2000). Sefradin merupakan turunan sefalosporin yang dapat diberikan secara per oral, intramuskular atau intravena. Sefradin mempunyai kegunaan dan spektrum antibakteri yang mirip dengan sefaleksin. Senyawa ini tahan terhadap asam lambung dan cepat diabsorbsi oleh saluran cerna (± 95%). Kadar plasma tertinggi dicapai dalam 1 jam setelah pemberian secara oral sekitar 10-18 µg/mL. Sefradin mempunyai waktu paruh 0,8 jam. Obat ini diekskresikan dalam bentuk tak berubah melalui urin ± 90% dalam waktu 24 jam (Gan dan Istiantoro, 1995; Siswandono dan Soekardjo, 2000). Sefradin adalah turunan sefalosporin generasi pertama, yang mempunyai spektrum aktivitas sempit, terutama aktif terhadap kokus, tetapi tidak aktif terhadap enterokokus, dan kurang efektif terhadap bakteri Gram-negatif, seperti Psedomonas aeruginosa. (Siswandono dan Soekardjo, 1995). Sefradin dapat mengalami peruraian karena adanya pengaruh pH, suhu dan sinar ultra violet. Sefradin juga dapat kehilangan aktivitasnya akibat adanya enzim (l¬laktamase yaitu sefalosporinase yang dapat membuka cincin β-laktam sefaleksin (Yamaha and Tsuji, 1976). Modifikasi struktur sefradin telah dilakukan secara sintesis di Laboratorium Kimia Medisinal, dan dihasilkan senyawa N-(3,4-Diklorobenzoil Sefradin) yang merupakan turunan dari Sefradin. Senyawa ini memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik secara invitro dibanding dengan sefradin sebagai senyawa induknya (Siswandono, 2003). Sebagai senyawa bam, sifat kimia fisika serta stabilitas N-(3,4-Diklorobenzoil Sefradin) belum benyak diketahui. Untuk dapat dikembangkan menjadi suatu bahan obat, maka data stabilitas senyawa ini hams diketahui. Oleh sebab itu, penelitian mengenai stabilitas senyawa N-(3,4-Diklorobenzoil Sefradin) sangat diperlukan. Prinsip kinetika peruraian dapat digunakan untuk pengkajian stabilitas suatu senyawa yaitu dengan mengukur parameter fisika kimia antara lain tetapan laju reaksi (k), waktu paruh (t1/2), batas umur simpan (t90) dan energi aktivasi (Ea) ( Connors, et all., 1986). Dengan menggunakan prinsip tersebut, maka akan diketahui berapakah harga parameter kimia fisika (k, t1/2, t90 dan Ea) dari N-(3,4-Diklorobenzoil Sefradin) yang dan sefradin sebagai senyawa induk, untuk kemudian dapat diketahui bagaimanakah stabilitas senyawa baru ini jika dibandingkan dengan sefradin sebagai senyawa induknya. Pada penelitian ini, pengujian stabilitas dilakukan dengan pengamatan peruraian senyawa pada kondisi pH 2,20, yang akan dipercepat dengan pemanasan pada suhu 30, 40, 50, 60 dan 70°C, selama masing-masing 30, 60, 90, 120 dan 150 menit. Dari hasil pengujian stabilitas tersebut, akan didapatkan kadar senyawa aktif sebelum pemanasan (log Ct/Co) dengan waktu (t),hubungan antar keduanya akan menghasilkan persamaan garis, sehingga dari slope garis hubungan liner antara logaritma tetapan laju reaksi (log k) pada berbagai suhu dengan 1/T (K-1), dimana slope = -Ea/2,303R, dengan R adalah konstanta gas yaitu 1,987 kalori/mol K (Martin, et all., 1990). Pemeriksaan kuantitatif untuk menentukan kadar bahan aktif senyawa dilakukan dengan menggunakan metode kolorimetri dengan pereaksi asam hidroksamat. Metode ini merupakan metode terpilih untuk pemeriksaan kuantitatif sefradin dan N-(3,4-Diklorobenzoil Sefradin), karena prinsip metode in sederhana dan spesifik untuk senyawa dengan cincin β-laktam, sehingga sesuai untuk digunakan dalam penentuan kinetika reaksi senyawa uji, yang struktur kimianya mengandung cincin β-laktam ( Marrelli, 1975: Yamana and Tsuji, 1976). Dari hasil penelitian, didapatkan harga k pada suhu 30, 40, 50, 60 dan 70 °C masing-masing adalah 19,911. 10-4, 28,669.10-4, 62,388.10-4, 66,607.10-4 dan 115,482.10-4 menit-1 untuk sefradin dan 15,557.10-4, 27,269.10-4, 47,538.10-4, 51,799.10-4 dan 111,634.10-4menif-1 untuk N-(3,4-diklorobenzoil) sefradin. Harga t1/2 pada suhu 30, 40, 50, 60 dan 70°C masing-masing adalah 348,095; 241,732; 111,141; 104,084 dan 60,015 menit untuk sefradin serta 443,452; 254,279; 145,812; 133,893 dan 62,079 menit untuk N-(3,4-diklorobenzoil) sefradin. Harga t90 pada suhu 30, 40, 50, 60 dan 70°C untuk sefradin masing-masing adalah 52,741; 36,753; 16,839; 15,770 dan 9,093 menit, sedangkan untuk N-(3,4-diklorobenzoil) sefradin masing-masing adalah 67,189; 38,527; 22,093; 20,287 dan 9,406 menit. Harga energi aktivasi (Ea) yang didapatkan adalah 9,041 Kkalori/mol untuk sefradin dan 9,443 Kkalori/mol untuk N-(3,4-diklorobenzoil) sefradin. Dari hasil penelitian yang diperoleh, pads semua suhu, didapatkan harga tetapan laju reaksi (k) N-(3,4-diklorobenzoil) sefradin lebih kecil dari sefradin, harga t1/2 dan t90 N-(3,4-diklorobenzoil) sefradin lebih besar dari sefradin, serta harga energi aktivasi (Ea) N-(3,4-diklorobenzoil) sefradin lebih besar dari sefradin, sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa N-(3,4-diklorobenzoil) sefradin lebih stabil daripada sefradin sebagai senyawa induknya. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, selanjutnya disarankan dilaksanakan penentuan hubungan kadar dan aktivitas serta uji mikrobiologi senyawa N-(3,4-diklorobenzoil) sefradin, untuk mengetahui jumlah senyawa aktif serta spektrum aktivitasnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 137/06 Eka s
Uncontrolled Keywords: CEPHRADINE, DRUG STABILITY
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Ratna Puji Ekawati, 050112404UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorH. PURWANTO, prof.,Dr.,AptUNSPECIFIED
ContributorSUKO HARDONO, Drs.,MS.,AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 14 Aug 2006 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 17:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10941
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item