UJI AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA PINOSTROBIN DARI RIMPANG TEMU KUNCI (Kaempferia pandurata Roxb) TERHADAP KANKER FIBROSARKOMA MENCIT SECARA INVIVO

DINAR CARISMA WAHYUNI, 050112352 (2005) UJI AKTIVITAS ANTIKANKER SENYAWA PINOSTROBIN DARI RIMPANG TEMU KUNCI (Kaempferia pandurata Roxb) TERHADAP KANKER FIBROSARKOMA MENCIT SECARA INVIVO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-wahyunidin-1637-ff135_0-k.pdf

Download (379kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-wahyunidin-1637-ff_135_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. WHO melaporkan terjadi peningkatan jumlah penderita kanker setiap tahunnya hingga mencapai 6,25 juta orang. Sedangkan duapertiga dari penderita kanker tersebut berasal dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Penemuan dan pemakaian kemoterapi sebagai obat kanker menunjukkan hasil yang bagus tetapi toksisitas dan efek sampingnya sangat besar, sehingga hal ini mendorong banyak orang melakukan pengobatan dengan menggunakan bahan alam. Penelitian yang dilakukan dalam upaya pencarian senyawa bioaktif dari tanaman adalah seperti yang telah dilakukan oleh Maulida Ermawati, 1997, basil penelitian tersebut diketahui bahwa isolat flavonoid pinostrobin dari rimpang tanaman temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb) secara invitro memiliki sifat sitotoksik terhadap kultur sel payudara manusia. Penelitian selanjutnya terhadap tanaman temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb) telah dilakukan oleh Sukardiman dkk., 2000, secara invitro. Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa senyawa pinostrobin memiliki aktivitas inhibitor terhadap enzim DNA topoisomerase. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan uji aktivitas antikanker senyawa pinostrobin dari rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb) secara invivo menggunakan mencit yang menderita fibrosarkoma oleh induksi dengan benzo(a)pirena Maka dilakukan penelitian tentang efek antikanker senvawa pinostrobin dari rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb) secara invivo menggunakan hewan coba yaitu mencit jantan yang diinduksi dengan larutan benzo(a)pirena 0,3 % (b/v) dalam oleum olivarum secara subkutan untuk menghasilkan sel kanker. Selanjutnya diinjeksikan isolat senyawa pinostrobin secara intraperitonial dengan dosis 0,2 mg/g BB pada dosis I dan 0,4 mg/g BB pada dosis II. Pengamatan efek antikanker ditentukan dengan dibuat kurva prosentase hambatan kanker berdasarkan perubahan berat jaringan, serta irisan anatomi-histologi dari sel/jaringan kanker tersebut. Preparasi jaringan kanker dilakukan setelah mencit dikorbankan, kemudian dilakukan pembedahan untuk memisahkan jaringan kanker dengan jaringan lain. Jaringan fibrosarkoma yang didapat, diproses lebih lanjut untuk mendapatkan sediaan mikroskopik yang diwarnai dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE).Evaluasi basil pengamatan mikroskopik dilakukan dengan cara membandingkan dengan control negative. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan analisis statistika Uji Kruskal-Wallis dan uji perbandingan berganda (uji Z). Hasil perhitungan uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa senyawa pinostrobin dari tanaman Kaempferia pandurata Roxb memiliki aktivitas antikanker pada mencit jantan yang menderita kanker basil induksi benzo(a)pirena secara intraperitonial. Perbedaan yang sangat nyata diantara kelompok perlakuan dilanjutkan dengan uji perbandingan berganda (uji Z 5%). Pada uji Z diperoleh basil bahwa dosis I dan dosis II mempunyai perbedaan yang signifikan terhadap kontrol negatif dimana hasil pada dosis I adalah 0,0455, sedangkan pada dosis II adalah 0,0069 yang lebih kecil dari a (0,05). Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa senyawa pinostrobin dari rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb) dengan dosis I (0,2 mg/g BB) dan dosis II adalah 0,4 mg/g BB mempunyai aktivitas antikanker pada fibrosarkoma mencit yang diinduksi oleh benzo(a)pirena. Sedangkan saran yang dapat iberikan adalah hasil penelitian ini disarankan agar penelitian dilanjutkan penelitian tentang uji toksisitas senyawa pinostrobin dari rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb) pada hewan coba dengan tingkat yang lebih tinggi, uji toksisitas senyawa pinostrobin dari rimpang temu kunci (Kaempferia pandurata Roxb) pada hewan coba yang merupakan prasyarat formal keamanan untuk pemakaian pada manusia. Selain itu perlu juga dilakukan penelitian tentang usaha peningkatan kelarutan pinostrobin dalam pelarut air untuk mencapai aktivitas antikanker secara maksimum

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 135/06 Wah u
Uncontrolled Keywords: ANTINEOPLASTIC AGENTS; ZINGIBERACENE
Subjects: R Medicine
R Medicine > RC Internal medicine
R Medicine > RC Internal medicine > RC0254 Neoplasms. Tumors. Oncology (including Cancer)
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
DINAR CARISMA WAHYUNI, 050112352UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSUKARDIMAN, Drs.,Apt.,MSUNSPECIFIED
ContributorHANI PLUMERIASTUTI, Drh.,M.,KesUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 14 Aug 2006 12:00
Last Modified: 25 Jul 2016 06:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10943
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item