ANALISIS TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ASMA INHALASI : Studi Pada Pasien Rawat Jalan Poli Asma RSU dr. Soetomo Surabaya

VURI SEPTINE SURYANINGNORMA, 050212498 (2006) ANALISIS TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ASMA INHALASI : Studi Pada Pasien Rawat Jalan Poli Asma RSU dr. Soetomo Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-suryaningn-4376-ff38_07-k.pdf

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-suryaningn-4376-ff38_07.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Asma merupakan suatu penyakit kronis yang paling umum terjadi di seluruh dunia dan merupakan penyakit inflamasi kronis saluran napas yang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Dengan gejala yang ditimbulkan berupa sesak napas, batuk, serta wheezing mengakibatkan pasien menjadi kurang tidur dan terganggu aktivitas sehari-harinya. Sehingga asma perlu ditangani dengan baik supaya tidak mengganggu kualitas hidup. Metode pengobatan asma yang terbagi menjadi dua bagian yaitu : Long-term controller (pengontrol jangka panjang) dan Quick reliever (pereda jangka pendek). Dimana dalam pengontrol jangka panjang mutlak dibutuhkan suatu perilaku kepatuhan, yaitu suatu sikap menjaga dan mengikuti dosis serta saran atau anjuran dari tenaga kesehatan terhadap penyakit yang diderita. Kortikosteroid dapat dibuktikan efektivitasnya dalam memperbaiki semua indeks kontrol asma. Sehingga dilakukan terapi secara reguler (pengendalian) dengan pemberian kortikosteroid perinhalasi, yang merupakan cara paling efektif untuk mengurangi efek samping sistemik kortikosteroid. Obat yang dipakai pada penelitian kali ini yaitu kortikosteroid per inhalasi dengan bahan aktif budesonide, yang setelah dirujuk pada DPHO (Daftar Plafon Harga Obat) hanya Inflammide obat asma per inhalasi yang mengandung bahan aktif kortikosteroid (budesonide), sehingga diputuskan untuk dipakai dalam penelitian. Dari latar belakang tersebut maka perlu dilakukan suatu penelitian yang menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan obat asma inhalasi. Sehingga pada penelitian ini dianalisis apakah faktor pengetahuan, sikap dan persepsi mempengaruhi kepatuhan penggunaan obat asma inhalasi. Penelitian ini dilakukan di Poli Asma RSU dr. Soetomo Surabaya. Sampel yang digunakan sebagai responden dalam penelitian kali ini dipilih dengan metode non random sampling secara judgement dengan kriteria pasien rawat jalan poli asma RSU dr. Soetomo Surabaya yang memperoleh resep obat asma inhalasi yang harus disemprotkan rutin setiap hari, pasien melakukan pengobatan berulang minimal satu kali, pasien menerima obat asma inhalasi (Inflammide) baik mono maupun multiple drug therapy, pasien memperoleh obat melalui ASKES, alamat pasien jelas dan mudah dihubungi, pasien dewasa yaitu usia 17 – 64 tahun, dan pasien bersedia ikut dalam penelitian (kooperatif). Jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 43 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat ukur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis membuktikan bahwa faktor pengetahuan berpengaruh secara signifikan baik secara simultan maupun parsial terhadap kepatuhan penggunaan obat asma inhalasi. Pengetahuan merupakan faktor yang paling berpengaruh diantara faktor yang lainnya terhadap kepatuhan penggunaan obat asma inhalasi. Sedangkan faktor sikap dan persepsi tidak memberikan pengaruh baik secara parsial maupun simultan terhadap kepatuhan penggunaan obat asma inhalasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 88,4% responden mematuhi penggunaan obat asma inhalasi sedangkan sisanya sebanyak 11,6% tidak patuh. Dari hasil analisis regresi logistik diperoleh hash bahwa pengetahuan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,042 yaitu < 0,05 sehingga menunjukkan bahwa faktor pengetahuan inilah yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan obat asma inhalasi. Sedangkan faktor sikap memiliki nilai signifikansi sebesar 0,896 yaitu > 0,05 dan faktor persepsi memiliki nilai signifikansi sebesar 0,058 yaitu > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang paling mempengaruhi kepatuhan penggunaan obat asma inhalasi pada pasien rawat jalan Poli Asma RSU dr. Soetomo Surabaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 38/07 Sur a
Uncontrolled Keywords: Asthma, patient compliance, logistic regression
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
VURI SEPTINE SURYANINGNORMA, 050212498UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorFASICH, Prof. Dr., H., AptUNSPECIFIED
ContributorUmi Athijah, Dra.,Hj.,MS.,AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 25 Apr 2007 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 17:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10954
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item