STUDI HUBUNGAN KADAR SENYAWA AKTIF N-(4-t-BUTILBENZOIL)-AMOKSISILIN YANG DITETAPKAN SECARA KOLORIMETRI DENGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923

Diah Catur Latifatun Nisa, 050312817 (2007) STUDI HUBUNGAN KADAR SENYAWA AKTIF N-(4-t-BUTILBENZOIL)-AMOKSISILIN YANG DITETAPKAN SECARA KOLORIMETRI DENGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-nisadiahca-9525-ff51_08-k.pdf

Download (360kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-nisadiahca-8648-ff51_08.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara kadar senyawa aktif N-(4-t-butilbenzoil)-amoksisilin yang ditetapkan secara kolorimetri dengan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Untuk mendapatkan kadar larutan uji N-(4-t-butilbenzoil)-amoksisilin yang memiliki kadar senyawa aktif berbeda-beda dilakukan proses pemanasan selama 1 jam pada suhu 50°C, 60°C, 70°C, 80°C serta pada suhu kamar. Penetapan kadar senyawa aktif dengan metode kolorimetri ( hidroksamat ) adalah berdasarkan serapan senyawa kompleks Fe dengan N-(4-t-butilbenzoil)-amoksisilin hidroksamat. Senyawa N-(4-t-butilbenzoil)-amoksisilin yang belum terurai setelah proses pemanasan inilah yang dinyatakan sebagai senyawa yang masih aktif. Replikasi percobaan ini dilakukan sebanyak tiga kali. Untuk uji mikrobiologi senyawa N-(4-t-butilbenzoil)-amoksisilin dilakukan dengan menggunakan metode difusi silinder pads media Antibiotik 1 terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Hasil yang ditunjukkan adalah berupa diameter daerah hambatan. Dari penetapan kadar dan uji mikrobiologi yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa semakm tmggi suhu pemanasan semakin kecil serapan yang didapatkm. Sehingga kadar senyawa jugs semakin rendah dan diameter daerah hambatannya semakin kecil. Pada uji secara statistik dengan menggunakan uji regresi dan korelasi didapatkan harga koefisien korelasi ( r ) = 0,981 dengan persamaan garis regresi: y = 7,091.10-3x - 12,070 ( n =5; α =0,05.; db =3; r tabel =0,878). Selanjutnya kelinieran dari persamaan garis regresi tersebut dievaluasi dengan menggunakan uji anava dan diperoleh harga F hitung =76,766 ( n =5; α =0,05; db =3; harga F tabel =10,13). Harga F hitung lebih besar daripada harga F tabel, maka ada korelasi linier antara kadar senyawa aktif N-(4-t-butilbenzoil)-amoksisilin dengan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 yang ditunjukkan dengan diameter daerah hambatan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 51/08 Nis s
Uncontrolled Keywords: The Correlation Study Between the Level of Active Compound N-(4-t¬butilbenzoil)- amoxycillin determined by Colorimetric Method with Antibacterial Activity Against Staphylococcus aureus ATCC 25923
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Diah Catur Latifatun Nisa, 050312817UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Tri Purwanto, Drs.,MS.,AptUNSPECIFIED
ContributorRully Susilowati, Ir.,MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 29 Jan 2009 12:00
Last Modified: 12 Aug 2016 01:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10984
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item