PENGARUH GLYCERYL MONOSTEARATE 0,50%, 0,75% DAN 1,00% TERHADAP KARAKTERISTIK MIKROKAPSUL SULBUTAMOL SULFAT : Dibuat Menggunakan Metode Penguapan Pelarut Ernulsi Ganda dengan Penyalut Etil Selulosa

Mario Sentosa, 050312757 (2007) PENGARUH GLYCERYL MONOSTEARATE 0,50%, 0,75% DAN 1,00% TERHADAP KARAKTERISTIK MIKROKAPSUL SULBUTAMOL SULFAT : Dibuat Menggunakan Metode Penguapan Pelarut Ernulsi Ganda dengan Penyalut Etil Selulosa. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-sentosamar-9527-ff54_08-k.pdf

Download (388kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-sentosamar-8649-ff54_08.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Metode-metode mikroenkapsulasi merupakan salah satu jawaban dalam memenuhi tuntutan peningkatan efikasi pengobatan. Mikroenkapsulasi merupakan proses enkapsulasi partikel-partikel mikroskopik bahan obat dalam bentuk zat padat, tetesan zat cair,,ataupun dispersi menggunakan suatu bahan penyalut dalam dimensi yang berkisar dari puluhan sampai 1000 mikrometer. Salah satu manfaat dari mikroenkapsulasi adalah mengontrol dan mempertahankan pelepasan obat. Salbutamol sulfat merupakan model bahan obat yang memiliki waktu paruh 4,5 jam dan sesuai untuk pengembangan sustained release dengan lama kerja 12-24 jam. Mikrokapsul salbutamol sulfat dibuat dengan menggunakan metode penguapan pelarut emulsi Banda. Stabilitas emulsi W/O diperlukan untuk suksesnya penjebakan bahan obat hidrofilik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan stabilitas emulsi W/O adalah dengan menambahkan surfaktan yang larut dalam pelarut organik. Penelitian ini bertuivan untuk melihat pengaruh glyceiyl monostearate sebagai surfaktan emulsi W/O pada konsentrasi 0,50%, 0,75%, dan 1,00% terhadap karakteristik mikrokapsul salbutamol sulfat yang dibuat dengan metode penguapan pelarut emulsi ganda dengan penyalut etil selulosa dan didapatkan konsentrasi yang menghasilkan karakteristik mikrokapsul optimal meliputi ukuran partikel dan efsiensi enkapsulasi. Pada penelitian ini dibuat empat formula meliputi F-0 (glyceryl monostearate 0%) sebagai blanko, F-1 (glyceryl monostearate 0,50%), F-2 (glyceryl motiostearate 0,75%), dan F-3 (glyceryl monostearate 1,00%). Mikrokapsul salbutamol sulfat dibuat dengan mengemulsikan 2,0 mL larutan salbutamol sulfat (mengandung 50,0 mg salbutamol sulfat) dalam 10 mL larutan etil selulosa dalam diklorometana yang mengandung glyceryl monostearate sesuai dengan formula pada kecepatan 1000 rpm, suhu ± 10° C, selama 2 menit. Emulsi W/O yang dihasilkan diemulsikan ke dalam 100 mL larutan PVA 1% pada kecepatan ± 1000 rpm dengan penetesan konstan selama 30 menit. Mikrokapsul yang dihasilkan dicuci dan dikeringkan dalam oven suhu 50°C selama 2 jam. Perlakuan direplikasi tiga kali. Evaluasi-evaluasi yang dilakukan terhadap mikrokapsul salbutamol sulfat meliputi efisiensi enkapsulasi, ukuran partikel mikrokapsul, dan bentuk mikrokapsul sebagai evaluasi utama serta rendemen dan kandungan lengas sebagai evaluasi tambahan. Mikrokapsul yang dihasilkan berwarna putih dan memiliki bentuk yang sferis. Persentase rendemen yang didapatkan untuk F-0, F-1, F-2, dan F-3 berturut-turut adalah 66,6; 75,0 ; 73,5; dan 76,4. Mikrokapsul yang dihasilkan memiliki persentase kandungan lengas 0,40–1,57. Hasil evaluasi ukuran partikel mikrokapsul menunjukkan bahwa penambahan glyceryl monostecrrcrie dapat menghasilkan ukuran mikrokapsul yang lebih kecil. Persentase efisiensi enkapsulasi yang didapatkan untuk F-0, F-1, F-2, dan F-3 berturut-turut adalah 50,5; 42,0; 38,8; dan 31,4. Hasil evaluasi efisiensi enkapsulasi menunjukkan bahwa penambahan glyceryl monostearate menghasilkan mikrokapsul salbutamol sulfat dengan efisiensi enkapsulasi yang lebih rendah. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa penambahan glyceryl rnono.`leti ale sebagai surfaktan emulsi W/O pada konsentrasi 0,50%, 0,75%, dan 1,00% pada mikrokapsul salbutamol sulfat yang dibuat dengan penyalut etil selulosa menghasilkan ukuran partikel yang lebih kecil namun menghasilkan efisiensi enkapsulasi yang lebih rendah, sehingga dalam penelitian ini tidak didapatkan konsentrasi penambahan glyceryl monostearate yang mampu menghasilkan karakteristik mikrokapsul optimal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 54/08 Sen p
Uncontrolled Keywords: Double emulsion, solvent evaporation, salbutamol sulphate, ethyl cellulose, glyceryl monostearate, microcapsules
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Mario Sentosa, 050312757UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSugiyantono, Drs.,H.,MSUNSPECIFIED
ContributorM. Agus Syamsur Rijal, S.Si.,M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 29 Jan 2009 12:00
Last Modified: 12 Aug 2016 01:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10985
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item