FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK TEH HIJAU DENGAN BASIS SORBITOL : Pengaruh Kadar Pengikat atil Selulose Terhadap Mutu Fisik Tablet

Ida Mei Wulandari, 050312648 (2007) FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK TEH HIJAU DENGAN BASIS SORBITOL : Pengaruh Kadar Pengikat atil Selulose Terhadap Mutu Fisik Tablet. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-wulandarii-9534-ff56_08-k.pdf

Download (422kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-wulandarii-8652-ff56_08.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dewasa ini masyarakat cenderung memilih bahan-bahan obat yang berasal dari tumbuhan (alam) sebagai obat sehingga timbul istilah back to nature. Sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi, obat tradisional mulai dikemas secara modern dan hares dibuktikan keamanan serta khasiatnya. Salah satu bahan tanaman yang dapat dijadikan obat adalah teh. Teh dapat dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu teh hijau (tidak difermentasi), teh oolong (semifermentasi), dan teh hitam (fermentasi penuh). Teh mengandung 16-30% polifenol yang sebagian besar dikenal sebagai katekin. Katekin (polifenol) adalah antioksidan yang kuat, lebih kuat dari vitamin E, C dan 0-karoten. Senyawa katekin yang terkandung di dalam teh hijau antara lain epikatekin (EC), epikatekin galat (ECG), epigallokatekin (EGC), epigallokatekin galat (EGCG) dan gallokatekin. Dari keempat komponen polifenol teh tersebut, EGCG merupakan komponen utama yang paling potensial. Salah satu fungsi utama dari epigallokatekin galat (EGCG) adalah sebagai antioksidan, dengan mekanisme menghambat radikal bebas yang tedadi di dalam lingkungan sehingga menghambat reaksi berantai yang dapat menyebabkan kerusakan oksidatif bagi struktur biologis yang sensitif, seperti DNA atau sel membran. Selain sebagai antioksidan, EGCG juga berfungsi sebagai antimikroba, antimutagenik dan antikarsinogenik. Untuk tujuan pengembangan produk dibuat sediaan yang lebih praktis dan menarik yaitu tablet hisap (lozenges). Tablet hisap (lozenges) adalah tablet yang digunakan dalam rongga mulut dan dimaksudkan untuk memberi efek lokal pada mulut atau kerongkongan maupun sistemik. Tablet ini memiliki keuntungan dapat melarut di dalam mulut. Salah satu metode pembuatan troche atau lozenges adalah metode granulasi basah. Metode ini mempunyai beberapa keuntungan, yaitu dapat dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan dan peralatan yang sama dengan proses pembuatan tablet konvensional, serta prosesnya yang sederhana, mampu memberikan kekuatan mekanis yang cukup sehingga dimungkinkan untuk dilakukan pengemasan multitablet. Selain itu dengan metode granulasi basah juga dapat meningkatkan keseragaman kandungan bagi bahan aktif, serta peningkatan kompresibilitas dan kompaktibilitas bahan oleh karena adanya penambahan larutan bahan pengikat. Jenis pengikat yang dapat dipakai yaitu starch, gelatin, acasia, polyvinylpyrrolidone (PVP), etil selulose dan sebagainya. Dipilih etil selulose karena bahan ini tidak toksik secara farmakologis, non alergi, non iritasi, tidak berasa, mempunyai waktu melarut lebih lama, kekerasan tablet baik dan friabilitas tablet rendah. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan pengikat etil selulose pada berbagai kadar terhadap mutu fisik tablet hisap ekstrak teh hijau yang dibuat dengan metode granulasi basah. Kadar etil selulose yang digunakan sebagai pengikat adalah 1%, 3% dan 5%. Dari berbagai kadar tersebut dapat diketahui kadar optimal dari etil selulose sebagai pengikat. Hasil pemeriksaan mutu fisik granul yang meliputi kecepatan alir, sudut diam dan kandungan lengas. Hasil pemeriksaan kandungan lengas menunjukkan bahwa granul memenuhi spesifikasi. Setelah dilakukan pemeriksaan mutu fisik granul, kemudian granul dicetak menjadi tablet dengan alat pencetak tablet (hydraulic press). Tablet dicetak dengan diameter 13 mm dan tekanan l ton selama 3 detik. Selanjutnya tablet yang telah dicetak diperiksa mutu fisiknya, meliputi kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut tablet. Hasil pemeriksaan kekerasan tablet yang dihasilkan pada F 1 , F 2, F 3 dan F 4 semua hasilnya sama yaitu 16,26 kP. Hasil pemeriksaan tersebut sudah sesuai dengan persyaratan kekerasan tablet hisap yaitu lebih dari 15 kp (Swarbick & Boylan, 1994). Hasil pemeriksaan kerapuhan tablet yaitu Fl : (0,19 ± 0,02 %), F2 : (0,13 ± 0,01 %), F3 : (0,12 ± 0,01 %) dan F4 : (0,10 ± 0,03%). Hasil ini telah memenuhi persyaratan dalam pustaka yaitu jumlah persen berat yang hilang tidak boleh lebih dari 1% (The United States Pharmacopoeia, 1995). Sedangkan, hasil pemeriksaan waktu melarut tablet F1 : (7,58 ± 0,20 menit), F2 : (12,47 ± 0,13 menit), F3 : (23,68 ±t 0,06 menit) dan F4 : (26,06 ± 0,13 menit). Hasil ini telah memenuhi persyaratan dalam pustaka yaitu tablet melarut secara perlahan di mulut atau terkikis perlahan-lahan dalam jangka waktu 30 menit atau kurang (Lachmann et al, 1994). Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar formula pada pemeriksaan kerapuhan dan waktu melarut. Sedangkan pada pemeriksaan kekerasan tidak terdapat perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar etil selulose sebagai bahan pengikat tidak berpengaruh terhadap kekerasan, tetapi menurukkan kerapuhan dan memperlama waktu melarut tablet hisap ekstrak teh hijau. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar penambahan etil selulose sebagai pengikat yang optimal adalah 1%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 56/08 Wul f
Uncontrolled Keywords: Ethyl cellulose, green tea extract lozenges, wet granulation, physical characteristics
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Q Science > QD Chemistry > QD241-441 Organic chemistry
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Ida Mei Wulandari, 050312648UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBambang Widjaja, Drs.,M.SiUNSPECIFIED
ContributorDwi Setyawan, S.Si.,M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 29 Jan 2009 12:00
Last Modified: 12 Aug 2016 01:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10987
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item