PENGARUH PENAMBAHAN POLISORBAT 80 TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SEDIAAN DAN PENINGKATAN PENETRASI PIROKSIKAM DALAM BASIS GEL HPC-M

ASRI BANDUNSARI, 050312652 (2007) PENGARUH PENAMBAHAN POLISORBAT 80 TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SEDIAAN DAN PENINGKATAN PENETRASI PIROKSIKAM DALAM BASIS GEL HPC-M. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-bandunsari-9521-ff99_08-k.pdf

Download (460kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-bandunsari-8656-ff99_08.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Piroksikam merupakan obat yang sangat sukar larut dalam air. Hal ini dapat menimbulkan masalah pada penetrasi piroksikam. Oleh karena itu perlu adanya bahwn tambahan dalam formula yang dapat meningkatkan penetrasi piroksikam misalnya polisorbat 80. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penganih penambahan polisorbat 80 terhadap karakteristik fisikokimia sediaan dan peningkatan penetrasi piroksikam dalam basis gel UPC-M. Evaluasi vang dilakukan yaitu pemeriksaan homogenitas, karakteristik fisikokimia yang meliputi pemeriksaan organoleptis, pH dan days sebar. Serta penentuan penetrasi dengan parameter fluks dan permeabilitas. Kadar piroksikam yang digunakan adalah 0,5% sedangkan kadar polisorbat 80 yang digunakan untuk formula I adalah 0,5%; formula II adalah 1% dan formula III adalah 1,5%. Sebagai kontrol adalah sediaan gel piroksikam tanpa penambahan polisorbat 80. Data hasil pemeriksaan diuji statistika menggunakan one way ANOVA untuk melihat adanya perbedaan bermakna antar formula. Apabila harga F hitung > F tabel menunjukkan adanya perbedaan bermakna minimal sate pasang data. Untuk mengetahui data yang berbeda bermakna, dilakukan uji Honestly Significant Difference (HSD). Berdasarkau hasil pemeriksaan homogenitas dan reprodusibilitas % KV kadar piroksikam dari kadar rata-rata antar cuplikan dalam satu sediaan dan % KV kadar piroksikam dari kadar rata-rata antar replikasi dalam satu formula < 6%. Hal ini menunjukkan homogenitas sediaan dan reprodusibilitas pembuatan sediaan. Pemeriksaan karakteristik fisikokimia menunjukkan bahwa penambahan polisorbat 80 tidak mempengaruhi konsistensi sediaan, namun mengakibatkan perbedaan pada wama dan bau sediaan. Semakin besar kadar polisorbat 80 yang ditambahkan, semaldn tajam warna dan bau khas polisorbat 80 pada sediaan. Pada pemeriksaan pH sediaan didapatkan bahwa pH sediaan kontrol 5,19 ± 0,04; formula I adalah 5,45 ± 0,04; formula II adalah 5,47 ± 0,06 dan formula III adalah 5,48 ± 0,07. Dapat dilihat bahwa nilai pH seluruh sediaan masuk pada rentang pH kuht yaitu 4,5-6,5 sehingga sediaan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa pH sediaan kontrol berbeda bennaloia dengan formula I, H dan III. Sedangkan antar formula tidak menimbulkan perbedaan yang bermakna. Dapat disimpulkan, penambahan polisorbat 80 mengakibatkan pH sediaan meningkat. Akan tetapi, perbedaan kadar polisorbat 80 tidak mengakibatkan perbedaan nilai pH. Pemeriksaan daya sebar meliputi kapasitas dan kemampuan penyebaran. Pemeriksaan kapasitas penyebaran sediaan dilakukan pada beban 80 g. Diameter sediaan kontrol 9,93 ± 0.06 cm, formula I dengan diameter 10,23 ± 0,06 cm, formula II dengan diameter 10,50 ± 0.00 cm, dan formula III dengan diameter 11,57 ± 0.06 cm. Uji statistik menunjukkan babwa kapasitas penyebaran sediaan kontrol berbeda bemakna dengan formula I, formula II dan formula III, sedangkan formula II tidak berbeda bemakna dengan formula III. Dapat disimpulkan bahwa penambahan polisorbat 80 mengakibatkan kenaikan kapasitas penyebaran sediaan. Akan tetapi, penambahan polisorbat 80 pada kadar 1% sampai 1,5% tidak mengakibatkan perbedaan nilai kapasitas penyebaran. Pada pemeriksaan kemampuan penyebaran sediaan (slope) didapatkan bahwa kemampuan penyebaran sediaan kontrol adalah 0,03209 ± 1,57x 10 cm/g, formula I adalah 0,03051± 0,82x 10-3 cm/g formula II adalah 0,03068 ± 0,51x 10-3 cm/g dan formula III adalah 0,03071 0,85x 10-3 cm./g. Uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bemakna nilai kapasitas penyebaran pada seluruh sediaan. Dapat disimpulkan bahwa penambahan polisorbat 80 tidak berpengaruh pads kemampuan penyebaran sediaan. Pada penentuan parameter penetrasi digunakan sel difusi yang dilengkapi dengan membran Milipore 0,45 µm yang di impregnasi dengan isopropil miristat. Sebagai media disolusi digunakan larutan dapar dengan pH 1,2 ± 0,05. Penetapan kadar piroksikam yang berpenetrasi ditentukan menggunakan spektrofotometer. Hasil penentuan penetrasi diperoleh nilai fluks piroksikam sediaan kontrol adalah 0,7422 ± 0,01 µg/cm2/menit; formula I adalah 0,9373 ± 0,01 gg/cm2/menit; formula II adalah 1,0342 ± 0,02 µg/cm2/merit dan formula III adalah 0,8892 ± 0,02 µg/cm2/menit. Sedangkan nilai permeabilitas membran sediaan kontrol adalah 1,47x10-4±1,62 x 10-6 cm/menit, formula I adalah 1,86 x 10-4 ± 0,07 x 10-6 cm/menit, formula II adalah 2,07 x 10-4 ± 3,22 x10-6cm/menit dan formula III adalah 1,78 x 10-4 ± 4,27 x10-6cm/menit. Uji statistik menumjukkan adanya perbedaan bermakna pads mlai fluks piroksikam dan permeabilitas membran antar semua sediaan yaitu kontrol, formula I, formula II dan formula III. Dapat disimpulkan bahwa penambahan polisorbat 80 kadar 0,5; 1 dan 1,5% meningkatkan nilai fluks piroksikam dan permeabilitas membran. Penambahan polisorbat 80 kadar 1,5% menurunkan nilai fluks piroksikam dan permeabilitas membran dibandingkan formula H. Peningkatan nilai fluks piroksikam dan permeabilitas membran optimal pada penambahan polisorbat 80 kadar 1%. Peningkatan nilai fluks piroksikam dan permeabilitas membran pada formula I, II dan III berturut-turut adalah 26; 40 dan 21% dibandingkan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian perlu dilakukan uji aseptabilitas, stabilitas fisikokimia dan uji penetrasi secara in vitro dengan menggunakan membran kulit asli.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 99/08 Ban p
Uncontrolled Keywords: Piroxicam; penetration; polysorbate 80; flux; permeability; physicochemical characteristics; hydroxypropyl cellulose
Subjects: Q Science > QC Physics > QC1-999 Physics
Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ASRI BANDUNSARI, 050312652UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTutiek Purwanti, Dra.,M.Si.,AptUNSPECIFIED
ContributorEsti Hendradi, Dra.,Hj.,M.Si.,PhD.,AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 29 Jan 2009 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 19:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10990
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item