STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA INFARK MIOKARDIAL AKUT : Penelitian di Instalasi Rawat Inap Divisi Cardiovascular Bagian Ilmu Penyakit Jantung RSU Dr. Soetomo Surabaya

ALIF BINA INDRIANA, 050312701 (2007) STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA INFARK MIOKARDIAL AKUT : Penelitian di Instalasi Rawat Inap Divisi Cardiovascular Bagian Ilmu Penyakit Jantung RSU Dr. Soetomo Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-indrianaal-9282-ff80_08-k.pdf

Download (421kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-indrianaal-8696-ff80_08.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian utama di beberapa negara termasuk Indonesia. Berdasarkan hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) pada tahun 1995, sekitar 16,4 % kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit kardiovaskular yang diakibatkan oleh IMA). Hal ini disebabkan karena ter adinya perubahan pola hidup masyarakat yang memicu terjadinya penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu pencegahan dan penanganan penyakit ini menjadi penting untuk dilakukan karena dapat menyelamatkan penderita dan akan menghemat biaya kesehatan. Terapi pada pasien IMA bertujuan untuk meminimalkan infark yang terjadi, mencegah komplikasi, menghambat progresifitas iskemia, dan menurunkan resiko kematian. Terapi utama yang diberikan adalah revaskularisasi arteri yang tersumbat, dan terapi selanjutnya adalah untuk mempertahankan kelancaran aliran darah arteria, memelihara fungsi ventrikel kiri, menurunkan kebutuhan oksigen miokardial sehingga akan menurunkan resiko terjadinya reinfark. Terapi yang diberikan: oksigenasi, vasodilator nitrat, analgesik, antitrombotik (antiagregasi platelet, antikoagulan, dan fibrinolitik), inhibitor ACE dan anti aritmia. Mengingat banyaknya jumlah obat yang diterima pasien infark miokardial akut kemungkinan ter adi permasalahan terkait obat (DRP) semakin besar. Selain itu pemilihan jenis obat yang digunakan akan sangat berpengaruh pada keberhasilan terapi sehingga diperlukan peranan farmasis dalam asuhan kefarmasian sebagai tim pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi (1) obat utama yang digunakan; (2) keterkaitan data klinik, data laboratorium, dan tujuan terapi; (3) DRP berupa interaksi obat pada pasien infark miokardial akut. Hasil penelitian dengan metode retrospektif diperoleh dari DMK dari pasien infark miokardial akut yang MRS pada periode 1 Juli — 31 Desember 2006 di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Diperoleh data yang sesuai kriteria inklusi penelitian dengan data terapi obat lengkap sebanyak 41 pasien. Hasil demografi menunjukkan distribusi pasien infark miokardial akut pada periode tersebut sebagian besar diderita oleh pasien pria (65.5%) dan wanita (34.10%) dengan sebaran usia > 40-70 tahun. Faktor resiko yang muncul pads pasien infark miokardial akut adalah hipertensi (58.54%), diabetes melitus (53.56%), dislipidemia (24.39%), merokok (17.07%), dan faktor resiko tidak diketahui (9.76%). Data klinik dan data laboratorium spesifik untuk infark miokardial akut: tekanan darah (86-220 mmHg/52-120 mmHg), denyut jantung (67–130 per menit), kecepatan pernafasan (20-48 kali per menit), CK-MB (I1-68 U/L), dan troponin I positif pada IMA. Sesuai dengan tujuan terapi, teridentifikasi penggunaan obat sebagai berikut: Oksigenasi (100%), Resusitasi cairan (Ringer Laktat 68.29% dan PZ 14.63%), Vasodilator Nitrat (85.36%), Analgesik poten (morfin 2.44%), fibrinolitik streptokinase (14.63%), antikoagulan heparin (14.63%), LMWH (85.36%), anti agregasi platelet (aspirin 90.24% dan klopidogrel 85.37%), P-bloker (bisoprolol 70.73%), pemblok kanal kalsium (nifedipin 4.88% dan amlodipin 2.441/6), ACEI (kaptopril 82.93% dan lisinopril 14.631/6), dan ARB (losartan 9.36%). Interaksi obat yang kemungkinan terjadi yaitu, antara lain kaptopril¬makanan (82.93%), kaptopril-fiirosemid (19.51%), aspirin-heparin (17.07%), kaptopril-antasida (9.760/o), kaptopril-alopurinol (2.44%) DLL. Dari penelitian ini dapat disarankan (1) penanganan infark miokardial akut dihadapkan pada kompleksnya pilihan dan penggunaan obat yang banyak, sehingga peranan asuhan kefarmasian diperlukan sebagai pelayanan kesehatan; (2) farmasis. dzrat Oerperan dalam identifikasi interaksi, efek sarnping dan penyesuaian dosis obat terkait kondisi pasien, sebagai perwujudan asuhan kefarmasian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 80/08 Ind s
Uncontrolled Keywords: Drug utilization study, Acute Myocardial Infraction,, Drug related problem
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA960-1000.5 Medical centers. Hospitals. Dispensaries. Clinics
R Medicine > RC Internal medicine > RC666-701 Diseases of the circulatory (Cardiovascular) system
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ALIF BINA INDRIANA, 050312701UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSuharjono, Dr.,MSUNSPECIFIED
ContributorEndang Martiniani, Dra.,M.PharmUNSPECIFIED
ContributorSoeharsohadi, dr.,R.P.,SpJP(K)FIHAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 30 Jan 2009 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 19:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/10996
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item