STUDI HUBUNGAN KADAR SENYAWA AKTIF N-(4- KLOROBENZOIL)SEFALEKSIN YANG DITETAPKAN SECARA KOLORIMETRI DENGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923

Fitria Muslimah Putri, 050312675 (2007) STUDI HUBUNGAN KADAR SENYAWA AKTIF N-(4- KLOROBENZOIL)SEFALEKSIN YANG DITETAPKAN SECARA KOLORIMETRI DENGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus ATCC 25923. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-putrifitri-9109-ff115_0-k.pdf

Download (416kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-putrifitri-8702-ff115_08.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit infeksi masih menduduki tempat teratas diantara sekian banyak penyakit yang menyerang Indonesia, dengan demikian penggunaan antibiotik untuk mengantisipasi penyakit infeksi banyak digunakan. Sebagian besar kasus infeksi dapat diatasi dengan menggunakan antibiotika yang telah dikenal lama, antara lain yang paling sering digunakan adalah golongan R-laktam, sefaleksin adalah salah satu antibiotik golongan β-laktam yang sering digunakan masyarakat. Turunan baru sefaleksin, yaitu N-(4-klorobenzoil)sefaleksin mempunyai gugus 4-klorobenzoil yang dapat meningkatkan sifat elektronik sehingga meningkatkan penembusan senyawa kedalam membran biologis. Penambahan gugus 4-klorobenzoil ini dapat meningkatkan aktivitas antibakteri senyawa sefaleksin terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027. Aktivitas turunan sefaleksin sebagai antibakteri hanya dapat terjadi bila cincin (3-laktam masih dalam bentuk utuh. Selama masa penyimpanan, distribusi, sampai saat digunakan oleh penderita, senyawa aktif sefaleksin dalam sediaan dapat mengalami peruraian oleh pengaruh cahaya, suhu, dan kelembaban. Hal ini akan menyebabkan kadar senyawa aktif yang terkandung tidak sesuai dengan kadar awal pada saat pembuatan sehingga pemberian dosis menjadi tidak tepat, sehubungan dengan adanya hal itu perlu dilakukan analisis secara kuantitatif terhadap kadar senyawa aktif N-(4-klorobenzoil)sefaleksin. Selain ditentukan kadar secara kimia jugs perlu dilakukan uji mikrobiologi terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Sehubungan dengan hal diatas, telah diteliti apakah ada hubungan linier yang bermakna antara kadar senyawa aktif N-(4-klorobenzoil)sefaleksin yang ditetapkan secara kolorimetri dengan aktivitasnya terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Metode penetapan kadar yang digunakan pada penelitian ini adalah kolorimetri dengan pereaksi hidroksilamin dan Fe 3+ karena metode ini dapat digunakan untuk penetapan kadar antibiotika turunan sefalosporin. Metode ini didasarkan pada reaksi antara N-(4-klorobenzoil)sefaleksin dengan hidroksilamin yang berakibat terbukanya cincin β-laktam N-(4-klorobenzoil)sefaleksin dan terbentuknya N-(4-klorobenzoil)sefaleksin hidroksamat, dengan adanya ion feri akan membentuk kompleks yang memberikan warna, kemudian serapannya dapat dibaca dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 449 nm. Untuk mendapatkan kadar senyawa aktif yang bervariasi dilakukan pemanasan larutan N-(4-klorobenzoil)sefaleksin pada berbagai suhu termasuk suhu kamar selama satu jam. Larutan uji ditetapkan kadarnya dengan kolorimetri dan ditentukan aktivitasnya dengan metode difusi secara simultan. Penentuan diameter daerah hambatan larutan uji pada Staphylococcus aureus ATCC 25923 menggunakan metode difusi silinder. Adapun media yang digunakan adalah media Antibiotik I. Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin tinggi suhu pemanasan maka semakin rendah kadar senyawa aktif, sehingga diameter daerah hambatan yang dihasilkan semakin kecil. Hal ini berarti bahwa dengan adanya pemanasan akan mempercepat tedadinya degradasi larutan uji N-(4-klorobenzoil)sefaleksin. Hasil analisis regresi antara kadar senyawa aktif N-(4-klorobenzoil)sefaleksin yang ditetapkan secara kolorimetri dengan aktivitasnya terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 menunjukkan harga r = 0,9950 (n = 5; α = 0,05; db = 3 ; r tabel = 0,878). Jadi dapat dinyatakan bahwa ada korelasi linier antara kadar senyawa aktif N-(4-klorobenzoil)sefaleksin yang ditetapkan secara kolorimetri dengan aktivitas terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 yang ditunjukkan dengan diameter daerah hambatan. Korelasi tersebut dapat dinyatakan dalam persamaan garis regresi sebagai y = 4,635 X 10-3x + 13,874.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 115/08 Put s
Uncontrolled Keywords: N-(4-chlorobenzoyl cephalexin, colorimetric method, antibacterial activity, Staphylococcus aureus
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Fitria Muslimah Putri, 050312675UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRully Susilowati, Ir.,MSUNSPECIFIED
ContributorBambang Tri Purwanto, Drs.,MS.,AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Anisa Septiyo Ningtias
Date Deposited: 02 Feb 2009 12:00
Last Modified: 12 Aug 2016 01:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11002
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item