OBLIGASI RITEL INDONESIA (ORI) SEBAGAI OBYEK JAMINAN GADAI DI BANK

DIMAS YOGA PRADIPTA, 030416107 (2009) OBLIGASI RITEL INDONESIA (ORI) SEBAGAI OBYEK JAMINAN GADAI DI BANK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-pradiptadi-10181-fh57-09.pdf

Download (12kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-pradiptadi-9703-fh57-09.pdf
Restricted to Registered users only

Download (560kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

a. Obligasi temasuk benda bergerak tidak berwujud bernilai ekonomis dan merupakan salah satu instrumen yang terdapat di dalam pasar modal di Indonesia. Obligasi adalah istilah yang digunakan dalam keuangan yang merupakan surat pengakuan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya yang kelak pada saat jatuh tempo pembayaran. Secara umum obligasi dilihat dari jenisnya ada 2 (dua) yaitu Obligasi perusahaan dan Obligasi pemerintah. Obligasi Ritel Pemerintah (ORI) adalah Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah dan salah satu jenis Surat Utang Negara (SUN), akan tetapi nilai nominal dari ORI lebih kecil dari SUN agar dapat dibeli secara ritel oleh Warga Negara Indonesia melalui agen penjual dengan volume minimum yang telah ditentukan. ORI diterbitkan untuk membiayai defist APBN, mengelola portofolio utang negara dan memperluas basis investor. ORI merupakan investasi yang mempunyai resiko kecil terhadap resiko gagal bayar, yaitu kegagalan pemerintah untuk membayar kupon bunga dan pokok kepada investor. ORI telah dicatatkan di dalam Bank Indonesia Scipless Securities Settlement System, selanjutnya disebut BI-SSSS, yaitu sarana transaksi Bank Indonesia temasuk penatausahaannya dan penatausahaan surat berharga secara elektronik dan terhubung langsung antara peserta BI-SSSS, penyelenggara BI-SSSS dan sistem Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS). Kedua sistem tersebut diciptakan oleh Bank Indonesia untuk menunjang kegiatan perbankan. b. Dalam hukum jaminan, ORI dapat dijadikan jaminan melalui lembaga jaminan gadai diikuti dengan pembuatan akta cessie. Gadai merupakan lembaga jaminan yang tepat untuk menjaminkan ORI yang berbentuk warkat karena memberikan efisiensi yang menjadi landasan perbankan dalam menjalankan kegiatan usahanya bila dibandingkan fidusia yang berobyekkan pula benda bergerak tidak berwujud. Pada lembaga jaminan gadai yang tepat karena ORI merupakan benda bergerak tidak berwujud yang dapat ditransaksikan di bursa efek dengan menggunakan sistem komputer. Bank Indonesia telah memiliki sistem tersebut yang bernama BI-SSSS, dan sistem ini merupakan tempat untuk memperdagangkan atau menjaminkan ORI. Ketentuan dalam gadai memberikan perlindungan hukum bagi pihak bank, oleh karena itu bank menggunakan lembaga gadai sebagai lembaga jaminan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FH 57/09 Pra o
Uncontrolled Keywords: PAWNBROKING, OBLIGATIONS (LAW)
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7260-7338 Obligations
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB810-962.8 Obligations. Contracts and transactions
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
DIMAS YOGA PRADIPTA, 030416107UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTRISADINI P. USANTI, , S.H., M.HUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 08 Jun 2009 12:00
Last Modified: 25 Jul 2016 04:15
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11023
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item