RESI TOKO SEBAGAI OBJEK JAMINAN DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH

Z. NAHDHIYAH ALMAHDA, 030415991 (2009) RESI TOKO SEBAGAI OBJEK JAMINAN DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN USAHA KECIL DAN MENENGAH. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-almahdazna-10236-fh61-09.pdf

Download (10kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-almahdazna-9727-fh61-09.pdf
Restricted to Registered users only

Download (527kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

a. Mekanisme penjaminan kredit sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan sistem resi toko dalam rangka memenuhi kebutuhan hukum yang dapat mengakomodasikan perkembangan kebutuhan ekonomi dan globalisasi. Resi toko digunakan sebagai alternatif jaminan guna mengakses permodalan bank. UKM (pemilik barang) menititipkan barang untuk dijual pada pemilik toko dengan perjanjian konsinyasi. Resi toko sebagai surat bukti barang diterima yang diterbitkan pemilik toko dan diberikan pada UKM (pemilik barang). Resi toko milik UKM (debitor) dijaminkan pada bank (kreditor) untuk mendapatkan kredit dan sebagai objek jaminan. Resi toko berupa surat bukti tagihan milik UKM. b. Lembaga jaminan resi toko adalah gadai karena jaminan resi toko benda bergerak tidak berwujud. Resi toko sebagai objek gadai lahir apabila telah ada penyerahan benda kepada kreditor atau pihak ketiga, sebagai syarat mutlak lahirnya gadai. Resi toko dijaminkan pada bank oleh debitor pemilik benda gadai. Penjaminan resi toko debitor pemilik benda gadai tidak lagi sebagai pemberi gadai karena benda gadai telah dibeli dalam perjanjian konsinyasi, pembeli objek gadai menjadi pihak ketiga dan sebagai debitor pembeli objek gadai, tanggung jawabnya sebesar benda gadai dibeli. Proses eksekusi debitor wanprestasi melalui resi toko berupa surat bukti tagihan milik. Bank yang menerima jaminan resi toko memiliki kuasa menagih pada pemilik toko karena bentuk resi toko berupa surat tagih atas nama, bank melakukan perjanjian pemberian kuasa dalam bentuk kuasa mutlak, sehingga bank memiliki hak tagih pada pemilik toko sebagai pembeli. Pembayaran dilakukan pemilik toko (pembeli barang) tidak pada UKM melainkan beralih pada bank sebab hak tagih resi toko sudah dijaminkan UKM (debitor) pada bank (kreditor). Bank memiliki kuasa menagih dalam bentuk kuasa mutlak atas pembayaran sejumlah barang kepada pemilik toko (pembeli barang). Bank (kreditor) mempunyai hak tagih pada debitor pembeli objek jaminan langsung dilaksanakan tanpa diperlukan titel aksekutorial, penetapan pengadilan dan tanpa adanya jurusita ataupun mendahului dengan penyitaan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: FH 61/09 Alm p
Uncontrolled Keywords: SMALL BUSINESS - LAW & LEGISLATION
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5001-6182 Business
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7340-7512 Commercial law > K7485-7495 Business associations. Business corporations
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Z. NAHDHIYAH ALMAHDA, 030415991UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMoch. Isnaeni, Prof. Dr., S.H., M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 10 Jun 2009 12:00
Last Modified: 25 Jul 2016 05:36
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11032
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item