SANKSI DAN PENGARUH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA

MOHAMMAD TASRIF, 039910609 (2006) SANKSI DAN PENGARUH PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-tasrifmoha-1173-fh1380-k.pdf

Download (322kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-tasrifmoha-1173-fh_138_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Di dalam Bab II bahwa sanksi yang di atur di dalam kejahatan terhadap Narkoba sudah banyak yang mengatur, baik di dalam KUHP pada pasal 204 dan pasal 205. Walaupun kedua pasal tersebut tidak menyebutkan secara tegas terhadap kejahatan Narkoba itu. Selain itu di dalam Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan pada pasal 80 ayat (4) butir b, di situ juga menjelaskan bahwa obat yang tidak memenuhi syarat Farmakope dapat di kenakan sanksi pidana. Selain itu juga di dalam Undang-undang No. 5 Tabun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-undang No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika di mana sanksi di kenakan lebih berat dan lebih spesifik, karena adanya kekhususankekhususan di dalam Undang-undang ini, baik terhadap hukum materiilnya maupun terhadap hukum formalnya. Ini dapat di lihat pads pasal 59 Undangundang Tahun 1997 dan pasal 78 Undang-udang No. 22 Tahun 1997. selain itu bagi remaja juga dapat di kenakan sanksi pasal 27 Undang-undang No. 3 Tahun 1997. Di dalam Bab III, bahwa ketergantungan baik secara pisik dan psikis apabila berlangsung lama akan menimbulkan keadaan kecanduaan yang sangat besar sekali. Maka jelaslah bahwa penyalahgunaan Narkoba menimbulkan dampak negatif yang berbahaya dan sangat luas akibatnya. Beberapa jenis Narkoba yang pengaruh pemakaiannya berakibat buruk baik secara pisik maupun psikis secara umum akan timbul gejala yaitu berat badan dan nafsu makan akan berkurang, perasaan gugup, cemas, gelisah, muntah-muntah, serta timbulnya penyakit-penyakit kronis seperti gangguan hati, liver dan jantung. Gejala umum ini timbul baik untuk Narkotika maupun Psikotropika dan obat-obatan terlarang. Pada Bab IV ini bahwa upaya penanggulangan yang di lakukan ada tiga tahap atau cam yang dapat di lakukan. Yang pertama melalui upaya keluarga, upaya ini sangatlah penting karena keluarga adalah pihak yang berperan sangat besar dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak baik secara mental dan sprituil dalam mengawali perjalanan hidupnya. Upaya yang dapat di lakukan yaitu dengan cara pendekatan Preventif. Sedangkan langkah kedua yang dapat dilakukan adalah melalui masyarakat, karena anak tidak hanya hidup dalam lingkungan keluarga saja, dia jugs perlu bersosialisasi terhadap masyarakat dan teman-teman di sekitarnya baik itu di lingkungan sekitar rurnahnya maupun di lingkungan sekolahnya. Yang di mana tidak menutup kemungkinan pengaruh lingkungan tersebut sangatlah besar untuk mempengaruhi dan menjerumuskan anak dalam dunia Narkoba. Langkah ketiga yang dapat di lakukan yaitu upaya melalui pemerintah, upaya inilah yang di harapkan dan dapat bekerja secara efektif mengingat di mana kemampuan pemerintah yang dapat melakukan segala hal dalam mengatasi penyalahgunaan Narkoba itu. Adapun langkah-langkah yang dapat di lakukan pemerintah yaitu melalui pendekatan secara Preventif maupun secara yuridis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH.138/06 Tas s
Uncontrolled Keywords: NARCOTICS; DRUGS OF ABUSE
Subjects: K Law > K Law (General)
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3625-3649 Food. Drugs. Cosmetics
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
MOHAMMAD TASRIF, 039910609UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSOEDARTI, S.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 17 May 2006 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 20:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11071
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item