PENGATURAN SANKSI DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG

ANISAH YEKA FINDRIASWARY, 030315736 (2008) PENGATURAN SANKSI DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-findriaswa-8161-fh1880-k.pdf

Download (45kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-findriaswa-7945-fh18808.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Adanya sanksi pidana tambahan dalam Pasal 74 berupa pencabutan izin usaha dan pencabutan status badan hukum membuat sanksi tersebut seolah menjadi tumpang tindih dengan sanksi administrasi. Sebab, berdasarkan sifatnya, sanksi pidana ditujukan kepada pelaku pelanggaran, sedangkan sanksi tersebut ditujukan kepada perbuatan pelanggarannya. Di sini tampak bahwa terdapat cacat yuridis dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 atas pengenaan sanksinya. Undang-undang Penataan Ruang ini mengatur bahwa musyawarah untuk mufakat merupakan penyelesaian sengketa penataan ruang tahap pertama. Bila tidak memperoleh kesepakatan, maka para pihak dapat menempuh penyelesaian melalui pengadilan atau di luar pengadilan. Namun tidak dijelaskan mengenai adanya upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pihak yang terkena sanksi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK FH 188 / 08 Fin p
Uncontrolled Keywords: SOCIAL FACILITATION; GEVERNMENT POLICY
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsNIM
ANISAH YEKA FINDRIASWARY, 030315736UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorUrip Santoso, SH., MHUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 18 Nov 2008 12:00
Last Modified: 13 Jun 2017 16:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11131
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item