DISPARITAS PIDANA PADA KASUS ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA

Mei Rina Dewi Ariani, 030710187 (2011) DISPARITAS PIDANA PADA KASUS ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
complete.doc - gdlhub-gdl-s1-2011-arianimeir-15754-fh.28-11-d.pdf

Download (182kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-arianimeir-15754-fh.28-11-d.pdf
Restricted to Registered users only

Download (612kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Disparitas pidana merupakan salah satu ciri adanya putusan yang dianggap bermasalah atau menyimpang, sebab dapat menimbulkan ketidakadilan bagi pelaku dan dapat mengurangi suatu penghargaan terhadap hukum. Diharapkan disparitas pidana tidak terjadi dalam proses hukum terhadap anak yang melakukan tindak pidana, khususnya tindak pidana narkotika. Mengingat konsideran huruf a UU Pengadilan Anak yang menyebutkan bahwa anak adalah bagian dari generasi muda yang salah satu sumber daya manusia yang merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peranan strategis serta konsideran huruf a UU Narkotika yang memiliki cita-cita untuk memelihara dan meningkatkan secara trus menerus sumber daya manusia dan derajat kesehatannya. Dihubungkan dengan SEMA No.4 Th.2010, maka pemberian sanksi rehabilitasi terhadap anak yang terlibat dalam kasus tindak pidana narkotika adalah lebih disarankan. Faktor penyebab terjadinya disparitas pidana dapat ditinjaau dari segi teoritis yuridis, serta ditinjau dari segi empiris. Dari segi teoritis dan yuridis, disparitas pidana disebabkan adanya eksistensi kebebasan dan kemandirian hakim dalam UUD RI 1945 serta UU Kekuasaan kehakiman yang ada, teori ratio decidendi, teori dissenting opinion,doktrin res judicate pro veritate hebetur, serta konsep deindividualisasi putusan hakim. Dari segi empiris, pertimbangan keadaan terdakwa meliputi kepribadian, keadaan sosial, ekonomi, dan sikap masyarakat, serta dalam pembuktian fakta di persidangan juga dapat mempengaruhi pertimbangan hakim. Hakim sendiri tidak boleh memutus dalam keragu-raguan dan berprinsip pada in dubio proreo, sehingga muncul suatu disparitas pidana. Dalam putusan Nomor : 355/Pid.B/2010/PN.Stb dan putusan Nomor : 4523/Pid.B/2010/PN.Sby, terdapat disparitas pidana meskipun kasus tersebut sama-sama merupakan kasus tindak piddana narkotika yang dilakukan oleh anak. Pasal yang didakwakan pun sama-sama Pasal 114 UU Narkotika. Kasus pertama, pelaku divonis bersalah tetapi pelakunya dikembalikan ke orang tua dan mendapat pengawasan KPAID Langkat. Sedangkan pada kasus kedua, pelaku divonis bersalah dan dipidana penjara 2 tahun dan denda empat ratus juta subsidair tiga bulan kurungan. Kata Kunci : Disparitas Pidana – Anak – Tindak Pidana Narkotika

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK 2 FH.28/11 Ari d
Uncontrolled Keywords: DISPARITIES CHILDREN-LAW AND LEGISLATION
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K5000-5582 Criminal law and procedure > K5015.4-5350 Criminal law
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law > K7181-7197 Parent and child. Guardian and ward
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Mei Rina Dewi Ariani, 030710187UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAstutik, S.H, M.Hum.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 06 Jun 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 17:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11211
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item