TANGGUNG GUGAT PASANGAN SUAMI ISTRI SEBAGAI DEBITUR BANK DALAM PERJANJIAN PERKAWINAN PISAH HARTA

Alita Stephani Judi, 030710084 (2011) TANGGUNG GUGAT PASANGAN SUAMI ISTRI SEBAGAI DEBITUR BANK DALAM PERJANJIAN PERKAWINAN PISAH HARTA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-judialitas-19121-fh.68-11-k.pdf

Download (333kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-judialitas-15912-fh.68-11-t.pdf
Restricted to Registered users only

Download (508kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkawinan yang dilangsungkan antara seorang pria dan wanita akan melahirkan akibat hukum tertentu dalam kehidupan rumah tangganya. Salah satu akibat hukum dari perkawinan tersebut adalah pengaturan mengenai harta kekayaan suami istri baik yang berasal sebelum maupun selama perkawinan berlangsung Untuk menghindari permasalahan harta yang mungkin timbul di kemudian hari dalam suatu perkawinan, sebenarnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 telah memberikan solusi dengan melakukan penyimpangan terhadap pembentukan harta bersama yaitu dengan jalan melakukan perjanjian perkawinan sebelum dilangsungkannya perkawinan. Dewasa ini banyak calon pasangan suami istri yang membuat perjanjian perkawinan. Lazimnya perjanjian perkawinan yang dibuat adalah mengenai peniadaan kebersamaan harta sepanjang perkawinan tersebut berlangsung. Perjanjian perkawinan tersebut dibuat guna melindungi harta masing-masing. Dikarenakan calon pasangan suami istri yang membuat perjanjian perkawinan biasanya adalah mereka yang sama-sama mempunyai harta bawaan yang besar atau usaha yang besar. Dengan demikian untuk menghindari kerugian maupun utang atau kredit dalam jumlah yang besar dibuatlah perjanjian perkawinan tersebut. sehingga batas-batas tanggung gugat dalam lapangan harta kekayaan hanya sebatas pada harta kekayaan masingmasing pihak. Seiring dengan kemajuan perekonomian yang pesat pasangan suami istri tersebut di dalam memenuhi kebutuhan sehari hari mereka memilih untuk berwiraswasta. Dalam berwiraswasta dibutuhkan dana yang tidak kecil. Salah satu sarana yang mempunyai peran strategis dalam pengadaan dana tersebut adalah Perbankan. Berbagai lembaga keuangan, terutama bank konvensional, telah membantu pemenuhan kebutuhan dana bagi kegiatan perekonomian dengan memberikan pinjaman uang antara lain dalam bentuk kredit perbankan yang dituangkan dalam bentuk perjanjian kredit. Kredit perbankan merupakan salah satu usaha bank konvensional yang telah banyak dimanfaatkan oleh anggota masyarakat yang memerlukan dana. Bagi pasangan suami istri yang membuat perjanjian perkawinan dengan pemisahan harta dan ingin mendapatkan fasilitas kredit dari bank, hak dan kewajiban hanya mengikat bagi pihak yang menjadi debitur dari bank, sehingga tanggung gugat yang menyertai hanya sebatas salah satu pihak saja. Kata Kunci : Tanggung Gugat, Perjanjian Perkawinan, Perjanjian Kredit.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK 2 FH.68/11 Jud t
Uncontrolled Keywords: MARRIAGE LAW LAW AND LEGISLATION
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law > K7157-7179 Marriage. Husband and wife
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
Alita Stephani Judi, 030710084UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAGUS YUDHA HERNOKO, Prof. Dr. S.H.M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 04 Jul 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 18:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11255
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item