JAMINAN FIDUSIA ATAS BARANG BERGERAK YANG TERDAFTAR MILIK PIHAK KETIGA

WIBISANA ANWAR, 030211399 (2006) JAMINAN FIDUSIA ATAS BARANG BERGERAK YANG TERDAFTAR MILIK PIHAK KETIGA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2006-anwarwibis-2628-fh2830-k.pdf

Download (305kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-anwarwibis-2628-fh280_06.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pada dasarnya mekanisme jaminan fidusia dengan pembebanan jaminan barang bergerak yang terdaftar milik pihak ketiga adalah sama halnya dengan pelaksanaan jaminan fidusia pada umumnya. Namun, dalam prakteknya di dunia perbankan, mekanisme penilaian bank atas barang-barang bergerak yang terdaftar milik pihak ketiga sebagai jaminan hutang debitur adalah meliputi hal-hal yang berkaitan dengan keadaan obyek barang yang dijaminkan antara lain adalah dengan melihat kepada status pemilikan kendaraan, kondisi Kendaraan, surat dan nomor kendaraan, dan juga surat-surat keterangan mengenai barang jaminan tersebut disimpan oleh pihak bank. 1. Pelaksanaan jaminan fidusia, barang bergerak yang terdaftar sebagai milik pihak ketiga, adalah sah selama ada bukti otentik atas pengalihan dan turut serta menandatanganinya pihak ketiga selaku pihak pemilik barang (pihak yang menjamin debitur) yang dituangkan dalam surat pernyataan dan bermaterai cukup. Pihak pengadilan tidak mempersoalkan obyek jaminan fidusia atas nama orang lain. Dalam hal ini yang dilihat oleh pengadilan hanya sebatas pemilik benda jaminan dari segi yuridis formil melalui bukti otentik atas benda. Pengadilan tidak menilai melalui bukti kepemilikan berupa kuitansi jual beli mobil yang diberikan oleh penggugat II. Demikian juga pengadilan tidak mempertimbangkan prosedur pemberian kredit bank yang diatur di dalam Undang-Undang Perbankan, khususnya melakukan pengecekan benda-benda jaminan fidusia secara fisik. Kelalaian perbuatan hukum yang dilakukan oleh bank selaku pihak kreditur dalam meneliti aspek agunan tidak dapat dibebankan kepada pemilik benda jaminan sebagai pihak ketiga secara fisik untuk memenuhi kewajiban debitur. Selain itu pihak ketiga juga mempunyai hak untuk menuntut ganti kerugian jika barang bergerak miliknya yang dijadikan sebagai jaminan oleh debitur dilaksanakan eksekusi atau lelang oleh pihak kreditur, hal ini sesuai dengan ketentuan yang terdapat pada pasal 1402 BW yang mengatur mengenai masalah subrogasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 280/06 Anw j
Uncontrolled Keywords: FIDUCIA
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
WIBISANA ANWAR, 030211399UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLEONORA BAKARBESSY, S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 16 Oct 2006 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 21:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11631
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item