TANGGUNG GUGAT PRODUK PENYELENGGARA SMS PREMIUM

WAHYU DWI PANUKSMI, 030416005 (2009) TANGGUNG GUGAT PRODUK PENYELENGGARA SMS PREMIUM. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-panuksmiwa-8311-fh2660-k.pdf

Download (347kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-panuksmiwa-8441-fh26608.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

MS merupakan alat komunikasi yang dimungkinkan juga menjadi media dalam suatu perjanjian, seperti halnya pada SMS Premium. Perjanjian dengan menggunakan SMS dapat dilakukan dan dimungkinkan karena telah memenuhi syarat sah keabsahan sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 BW dan sebagai informasi elektronik, maka SMS juga merupakan alat bukti yang sah, sebagimana pada Pasal 5 ayat (1) UU ITE. Perjanjian yang terbentuk pada SMS Premium ini termasuk dalam perjanjian tidak bernama dalam BW. Hubungan yang terjadi antara konsumen dengan penyelenggara dalam SMS Premium ini yakni sebagaimana pelaku usaha dan konsumen yang diatur dalam UUPK. Masing — masing mempunyai hak dan kewajiban, namun pada kenyataannya konsumen sebagai pihak yang lebih lemah karena penyelenggara SMS Premium menguasai produk dan tekhnologi yang digunakannya. Kedudukan antara konsumen dan penyelenggara SMS Premium yang tidak seimbang sebagaimana telah dijelaskan membuat konsumen perlu untuk dilindungi oleh Undang Undang. SMS Premium yang seringkali mendatangkan kerugian bagi konsumen merupakan produk yang cacat, yakni mengenai penggambaran yang salah, tidak ada instruksi dan cacat secara teknis. Hal ini memenuhi syarat tanggung gugat penyelenggara SMS Premium terhadap kerugian konsumen akibat SMS Premium, baik kerugian materiil maupun non materiil, yakni ketidaknyamanan. Tanggung gugat penyelenggara SMS Premium juga didasarkan pada kesalahan dan perbuatan yang melanggar hukum, sehingga termasuk dalam perbuatan melanggar hukum sebagaimana 1365 BW dengan diimbuhi pembalikan beban pembuktian. Upaya hukum yang dapat ditempuh adalah dengan gugatan, baik melalui badan peradilan maupun diluar peradilan, yakni melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dengan tiga cara yang dapat dipilih, yaitu dengan cara konsiliasi, mediasi dan arbitrase.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 266/08 Pan t
Uncontrolled Keywords: CONSUMER PROTECTION - LAW AND LEGISLATION
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
WAHYU DWI PANUKSMI, 030416005UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Sugeng Ariyadi, S., S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 19 Jan 2009 12:00
Last Modified: 15 Jul 2016 08:12
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11688
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item