ESENSI PERJANJIAN DALAM RANGKA PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS

GILBERT TRANGGANA, 030810301 (2012) ESENSI PERJANJIAN DALAM RANGKA PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-trangganag-19613-fh38-12.pdf
Restricted to Registered users only

Download (877kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2012-trangganag-23253-fh-38-12-k.pdf

Download (299kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

ABSTRAKSI Perseroan Terbatas (untuk selanjutnya disebut PT) adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal dan didirikan berdasarkan perjanjian pendirian PT dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Sebagai salah satu bentuk dari persekutuan, PT didirikan dengan perjanjian yang wujud prestasinya berkarakter perbuatan bersama atau Gesammtakt oleh para pendiri PT. Melalui perjanjian pendirian PT, para pendiri PT memisahkan sebagian harta kekayaannya dengan maksud untuk mengasosiasikan modal ke dalam badan hukum PT sehingga kemudian terbentuk persekutuan modal dengan anggaran dasar PT yang merupakan landasan kontraktualnya. Menurut Teori Harta Kekayaan Bertujuan, modal yang terasosiasi dan dilekatkan suatu tujuan merupakan seolah-oleh subjek hukum dan modal yang terasosiasi tersebut seluruhnya mewujud terbagi dalam nilai nominal instrumen saham sehingga adanya keberadaan pemegang saham hanyalah wakil dari instrumen saham untuk merepresentasikan hak dan kewajiban dari instrumen saham guna menjalankan persekutuan modal. Berdasarkan nilai nominal pada instrumen saham inilah maka muncul lembaga vote (hak suara) yang diterapkan oleh para pemegang saham melalui mekanisme pemungutan suara untuk mencapai kuorum dalam forum RUPS guna menentukan keabsahan dari perbuatan bersama atau Gesammtakt agar dapat menjalankan persekutuan modal. Selain itu instrumen saham bersifat transferable atau dapat dengan mudah dipindahtangankan dan instrumen saham merupakan cerminan dari perjanjian pendirian PT. Hal ini dikarenakan hak dan kewajiban dalam persekutuan modal bersumber dari anggaran dasar PT yang melekat pada diri instrumen saham dan bukan pada diri pemegang sahamnya. Sebagai wakil dari instrumen saham, melalui alas hak substitusi pemegang saham dapat memindahtangankan perwakilan hak dan kewajiban instrumen saham kepada pemegang saham selanjutnya untuk meneruskan perwakilan terhadap hak dan kewajiban instrumen saham dalam rangka pelaksanaan perjanjian pendirian PT tanpa membongkar perikatan pada persekutuan modal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 FH 38/12 Tra e.
Uncontrolled Keywords: PRIVATES COMPANIES; STATUS
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.28 Strategic planning
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
GILBERT TRANGGANA, 030810301UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAGUS WIDYANTORO, S.H., M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 16 Mar 2012 12:00
Last Modified: 23 Sep 2016 06:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11719
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item