PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITOR PENERIMA FIDUSIA TERHADAP OBYEK JAMINAN FIDUSIA BERUPA BENDA PERSEDIAAN

FENNY EKA MAYASARI SANJAYA, 030810346 (2012) PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITOR PENERIMA FIDUSIA TERHADAP OBYEK JAMINAN FIDUSIA BERUPA BENDA PERSEDIAAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-sanjayafen-19668-fh48-12.pdf
Restricted to Registered users only

Download (898kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2012-sanjayafen-23293-fh-48-12-k.pdf

Download (304kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, para pengusaha maupun wiraswata akan selalu membutuhkan modal. Modal tersebut dapat diperoleh dengan melakukan perjanjian kredit dengan bank sebagai salah satu lembaga keuangan. Ketika memberikan pinjaman modal, bank selalu menjalankan prinsip yang dikenal dengan The 5C’s of Credit. Salah satu wujud prinsip tersebut dituangkan dalam bentuk agunan. Agar agunan dapat mengikat bagi para pihak dalam perjanjian, maka harus disahkan dengan suatu perjanjian jaminan. Agunan merupakan bentuk perjanjian jaminan kebendaan, sebab ada suatu benda yang dijaminkan, yaitu agunan tersebut. Dalam skripsi ini, saya akan membahas lebih lanjut mengenai perjanjian jaminan fidusia, khususnya mengenai benda persediaan. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, tidak mengatur secara jelas mengenai batasan maupun definisi benda persediaan, sehingga sangat berpotensi menimbulkan konflik bagi para pihak sebab dengan kerancuan istilah benda persediaan para pihak dapat dengan bebas mengartikan benda persedian sesuai dengan kepentingannya masing-masing. Sehingga dirumuskan bahwa karakteristik benda persediaan, yaitu merupakan benda berwujud maupun tidak berwujud, terdaftar maupun tidak terdaftar, bergerak maupun tidak bergerak yang tidak dapat dibebani hak tanggungan atau hipotek, serta bukan merupakan benda tidak bergerak karena tujuannya. Benda persediaan akan selalu berkaitan dengan jenis usaha debitor atau pemberi fidusia. Benda persediaan merupakan benda yang dapat diperdagangkan, dalam arti dapat diperjualbelikan atau disewakan. Benda persediaan yang diperjualbelikan sifatnya selalu berubah-ubah seiring dengan transaksi penjualan maupun pembelian yang dilakukan debitor atau pemberi fidusia terhadap obyek jaminan fidusia yang berupa benda persediaan tersebut. Selain itu, perlu dilakukan pengawasan oleh bank selaku pihak yang berkepentingan terhadap obyek jaminan fidusia berupa benda persediaan secara berkala setiap 3 bulan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 FH 48/12 San p.
Uncontrolled Keywords: Hukum Perdata
Subjects: H Social Sciences > HG Finance > HG1-9999 Finance > HG3691-3769 Credit. Debt. Loans
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
FENNY EKA MAYASARI SANJAYA, 030810346UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTrisandini P.Usanti, Dr.,S.H.,M.H.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Septian Eko Budianto
Date Deposited: 20 Mar 2012 12:00
Last Modified: 23 Sep 2016 07:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11729
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item