PENCANTUMAN KLAUSULA KUASA MENJAMINKAN SECARA FIDUSIA DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN PENGADAAN KENDARAAN BERMOTOR

WAHYUDIA PRATAMA, 030516321 (2009) PENCANTUMAN KLAUSULA KUASA MENJAMINKAN SECARA FIDUSIA DALAM PERJANJIAN PEMBIAYAAN PENGADAAN KENDARAAN BERMOTOR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2009-pratamawah-10677-fh9709-k.pdf

Download (276kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2009-pratamawah-9909-fh9709.pdf
Restricted to Registered users only

Download (634kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam rangka mengamankan kedudukannya sebagai kreditor di dalam perjanjian pembiayaan konsumen dengan jaminan fidusia, perusahaan pembiayaan konsumen memasukkan klausul mengenai pembebanan jaminan fidusia, adanya kuasa menjaminkan secara fidusia, adanya kuasa penarikan dan penjualan serta klausula asuransi. Disamping itu, kuasa menjaminkan secara fidusia juga tidak mendapat pengaturan di dalam UUJF sehingga kekuatan hukumnya tidak begitu kuat dalam mengamankan kedudukan kreditor apabila tidak dijalankan untuk dibuatkan akta notariil dan didaftarkan. Adanya kuasa penarikan dan penjualan juga dirasa masih kurang aman karena hak milik objek pembiayaan berada di debitor selama jaminan fidusia tersebut tidak lahir. Jika demikian, penarikan kendaraan apabila debitor wanprestasi dengan dasar kuasa tersebut tidak dapat serta merta dilakukan oleh perusahaan pembiayaan karena harus ada kerelaan dari pihak debitor untuk menyerahkan kendaraan tersebut kepada kreditor. Jika kreditor memaksa untuk mengambil kendaraan tersebut, maka kreditor dapat dikenakan tuntutan hukum Dalam hal debitor wanprestasi, objek jaminan yang diikat dengan akta dibawah tangan dan tidak didaftarkan tidak dapat dilakukan eksekusi sesuai dengan ketentuan UUJF dikarenakan tidak diterbitkannya sertifikat jaminan fidusia sehingga jaminan fidusia tidak lahir. Penarikan kendaraan objek pembiayaan apabila debitor wanprestasi atas dasar surat kuasa penarikan dan penjualan juga dirasa kurang benar karena surat kuasa tidak memiliki kekuatan eksekutorial sebagaimana halnya putusan pengadilan maupun grosse acte tapi digunakan untuk menarik kendaraan objek pembiayaan atas dasar wanprestasi. Perusahaan pembiayaan konsumen berdalih bahwa dengan adanya surat kuasa penarikan dan penjualan tersebut, berarti debitor telah mengikatkan diri dan menyetujui isi dari surat kuasa tersebut dengan didasarkan pada asas kebebasan berkontrak. Namun surat kuasa seperti ini diluar dari konteks surat kuasa pada umumnya. Jika berdasarkan pada ketentuan UUJF, mengenai penjualan benda yang menjadi objek jaminan fidusia atas kekuasaan penerima fidusia sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan, ketentuan tersebut hanya dapat diterapkan apabila fidusia tersebut telah didaftarkan dan diterbitkannya sertifikat jaminan fidusia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 97 / 09 Pra p
Uncontrolled Keywords: FIDUCIA
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
WAHYUDIA PRATAMA, 030516321UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMoch. Isnaeni, Prof.,Dr.,S.H.,M.SUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 13 Jul 2009 12:00
Last Modified: 18 Jul 2016 05:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11780
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item