PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PIHAK PASIEN YANG DIRUGIKAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN (TINJAUAN KASUS PRITA MULYASARI)

STEFANUS ANGGA WINARSA, 030610199 (2010) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PIHAK PASIEN YANG DIRUGIKAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN (TINJAUAN KASUS PRITA MULYASARI). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-winarsaste-17558-fh2431-k.pdf

Download (304kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-winarsaste-14722-fh24310.pdf
Restricted to Registered users only

Download (624kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Permasalahan pasien yang dirugikan dalam pelayanan kesehatan merupakan permasalahan yang memprihatinkan bagi masyarakat, karena pasien yang memeriksakan kondisinya pada tenaga kesehatan berharap mendapatkan pelayanan yang baik untuk memperoleh kesembuhan pada kondisinya. Tetapi ironisnya, dalam pelayanan kesehatan seringkali pasien dirugikan akibat tindakan medik tenaga kesehatan yang salah atau lalai. Oleh karena itu, hukum memberikan perlindungan hukum terhadap pasien yang diatur dalam peraturan perundang – undangan. Peraturan perundang – undangan yang dapat dikaitkan dengan permasalahan kerugian pada pihak pasien diatur dalam pasal 359, 360 ayat (1) KUHP. Kemudian juga diatur dalam Undang – undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan pasal 55 ayat (1), yaitu pasien dapat memperoleh ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian tindakan medik tenaga kesehatan tersebut. Tetapi Undang – undang No. 23 tahun 1992 telah diganti dengan Undang – undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dan permasalahan kerugian pasien diatur dalam pasal 58 ayat (1). Undang – undang No. 29 tahun 2004 juga memberi perlindungan terhadap pasien yang dirugikan dalam pasal 66 ayat (1). Dalam permasalahan kerugian pasien ini, terdapat kasus konkret yaitu kasus Prita Mulyasari yang dirugikan oleh tindakan medik tenaga kesehatan Rumah Sakit Omni International. Dalam kasus Prita ini, terdapat kerugian – kerugian yang dapat diidentifikasikan sebagai kerugian materiil, imateriil, maupun fisik dan non fisik. Kemudian kerugian yang diderita Prita sebenarnya dapat dilindungi oleh ketentuan hukum yang terdapat pada Undang – undang No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan betrdasarkan tempos delictinya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH 243 / 10 Win p
Uncontrolled Keywords: CORPORATE GOVERNANCE; LAW AND LEGISLATION
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsEmail
STEFANUS ANGGA WINARSA, 030610199UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorTILLY A.A.RAMPEN, ,S.H.,M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: Tn Hatra Iswara
Date Deposited: 31 Mar 2011 12:00
Last Modified: 04 Sep 2016 15:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/11856
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item